We Used to Change

Bukan masa depan yang menentukan kita, tapi kita yang menentukan masa depan…
Pernahkah kita mendengarkan kata-kata yang bersangkutan seperti di atas? Benyak kasus yang terjadi diantara kita para pelajar dan remaja yang menganggap hidup kita ini sudah di tentukan masa depan. Tapi kenyataannya adalah, kita yang seharusnya menentukan masa depan, bukan masa depan yang menentukan kita. Beberapa hal yang dapat membuat kita menyerah pada keadaan.
Apa yang seharusnya kita susun dalam masa depan setidaknya adalah menyusun cita-cita. Tetapi fakta yang beredar malah teman-teman kita yang mempunyai otak cemerlang tidak bisa meneruskan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi. Tapi malah teman-teman kita yang hanya bermodalkan harta yang dapat menempuh jenjenag yang lebih tinggi. Hal itu yang sering membuat saya merasa miris dan kadamg kala menjadi iri pada teman-teman saya yang mempunyai keadaan seperti itu.
Kita sebagai mahluk tuhan yang mempunyai pikiran, mengapa sering menyerah pada kenyataan? Yup, perlu kita tahu, kadang kala kita ini menyerah pada batas kemampuan kita. Padahal sebenarnya kita dapat melewati batas itu dengan jalan sedikit lagi. Sebagai contoh, seseorang ingin melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi (PT). Setelah dia melewati berbagai tes untuk masuk dia akhirnya diterima. Tapi apa? Dia malah memilih keluar dari PT tersebut dikarenakan tersandung biaya. Sungguh miris jika hal itu terjadi lebih dari 48% siwsa di bumi pertiwi. Padahal jika kita bayangkan, banyak jalan yang bisa ditempuh untuk menggeser biaya tersebut seperti meminta bantuan sekolah dan daerah.
Di manakah jiwa pemuda pemudi yang bergelora untuk menuntut ilmu? Janganlah sekali-kali kita menyerah dalam menuntut ilmu dengan hal-hal yang memang tak baik untuk diperhitungkan sebagai halangan untuk neik ke jenjang yang lebih tinggi. Bukankah kita bisa dianggap sebagai manusia yang berguna jika kita memiliki lebih banyak ilmu dan pengalaman. Dalam arti pengalaman menuntut ilmu, bukan hanya pengalaman untuk bertahan hidup, dan hanya menyambung nafas.
Seperti halnya keinginan yang ada seperti melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Setidaknya kita harus belajar lebih giat untuk meraih cita-cita ketika SMA. Tapi kendala-kendala yang memungkinkan kita untuk terhenti itu terlalu besar. Tapi kita harus tetap berjuang sebisa mungkin. Kita harus melewati batas yang sudah kita buat. Jadi, bukan sebuah kebenaran jika kita terhenti sebelum menang. Semangat!!!!!!!!!!

Kita para remaja telah mempunyai hak untuk menentukan esok besar menjadi apa. Kita tidak bisa membuang kesempatan itu. Banyak sekali peluang untuk menjadi otang sukses. Jalan masih terbentang luas teman! Jangan mau patah semangat dan hanya berhenti di jenjang SMA saja. Banyak orang menilai sebelah mata jika kita hanya lulus SMA, padahal kalau dipikir-pikir, yang lulus SMA dan melanjutkan kuliah adalah sama. Tapi kesempatan untuk mencari kerja tentulah berbeda teman! Maka dari itu, susunlah cita-citamu dan berusahalah untuk merainya. Jangan hanya berhenti di satu titik. Saya dan kalian pasti yakin jika bisa. Mari kita pupuk semangat untuk kuliah dan kuliah, dan membangun cita-cita. Karena semakin tinggi jenjang yang kita tempuh, maka kemungkinan kesempatan untuk mencari pekerjaan dan mengubah hidup sangatlah besar. Kita adalah remaja Indonesia! Yang tak pernah surut semangatnya untuk mengubah bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Ayo teman-teman, kita wujudkan itu!!
    • • •

    0 comment:

    Posting Komentar

    Kindly write your comment