Teori Strukturalis II: Teori Gunnar Myrdal: Keterbelakangan Negara Berkembang

Gunnar Myrdal lahir di Gustafs, Daerah Dalarna, Swedia, 6 Desember 1898. Beliau adalah seorang ekonom dan politikus Swedia dan juga merupakan anggota parlemen dari Sosial Demokrat yang menjabat sebagai Menteri Perdagangan Swedia antara 1945—1947. Selain itu beliau juga merupakan profesor ekonomi kerakyatan di Fakultas Ekonomi Stockholm antara tahun 1933—1947 dan pada tahun 1960-1967beliau menjabat sebagai profesor ekonomi internasional di Universitas Stockholm. Pada tahun 1974 Myrdal menerima penghargaan Nobel Ekonomi yang ditermanya bersamaan dengan Friedrich August Hayek.

Pada pertengahan tahun 1950-an, Gunnar Myrdal melontarkan thesis tentang keterbelakangan yang terjadi di negara berkembang.Menurut Myrdal adanya hubungan ekonomi antara negara maju dengan negara berkembangjustru menimbulkan ketimpangan internasional dalam pendapatan per kapita dan kemiskinan di negara berkembang.

Myrdal membangun teori keterbelakangan dan pembangunan ekonominya disekitar ide ketimpangan regional pada taraf nasional dan internasional. Untuk menjelaskan hal itu dia memakai ide ”dampak balik dan dampak sebar”. Dia mendefinisikan dampak balik sebagai semua perubahan yang bersifat merugikan. Sedangkan dampak sebar menunjuk pada dampak memontum pembangunan yang menyebar secara sentrifugal dari pusat pengembangan ekonomi ke wilayah-wilayah lainnya.

PRAKONDISI STRUKTURAL NEGARA BERKEMBANG
Myrdal mengemukakan pemikirannya mengenai prakondisi struktural yang harus dimiliki oleh negara sedang berkembang dalam melaksanakan proses pembangunan, antara lain adalah sebagai berikut:
1. Sebagian besar rakyat di negara sedang berkembang berada dalam situasi kekurangan gizi yang parah dan berada dalam kondisi yang menyedihkan baik dalam tingkat kesehatan, fasilitas pendidikan, perumahan dan sanitasi.

2. Adanya struktur sosial yang sangat timpang sehingga alokasi sumber-sumber ekonomi yang produktif sangat banyak untuk keperluan memproduksi barang-barang mewah (conspicuos consumption).

KETIMPANGAN DI NEGARA BERKEMBANG
Gunnar Myrdal menyoroti ketimpangan spasial (spatial inequalities) yang melekat pada model pembangunan ekonomi yang menekankan pasar bebas.Hal ini dapat dilacak dalam karyanya yang berjudul Economic Theory and Underdeveloped Regions. Namun tidak seperti Hirschman, Myrdal tidak percaya bahwa polarisasi spasial secara otomatis akan reversed ketika pembangunan ekonomi mencapai suatu level tertentu.Menurutnya, manakala suatu wilayah mulai tumbuh secara ekonomi maka akan ada penarikan sumber daya manusia, risorsis, dan dana ke daerah tersebut sehingga memberikan kontribusi bagi pertumbuhan selanjutnya. Dengan demikian terjadi penipisan kontribusi orang dan risorsis pada pembangunan di wilayah atau daerah lainnya.Hal ini yang kemudian disebut sebagai “backwash effects”. Ada tiga faktor yang menyebabkan munculnya backwash effect yaitu :

1. Pola perpindahan penduduk atau migrasi dari Negara miskin ke Negara yang lebih maju.
2. Pola aliran modal yang terjadi.
3. Jaringan transportasi yang lebih baik dinegara-negara yang lebih maju.

Gunnar Myrdal juga berpendapat bahwa pembangunan ekonomi menghasilkan suatu proses sebab-menyebab sirkuler yang membuat si kaya mendapat keuntungan semakin banyak, dan mereka yang tertinggal dibelakang menjadi semakin terhambat. Dampak balik (backwash effect) cenderung membesar dan dampak sebar (spread effect) cenderung mengecil.Secara komulatif kecendrungan ini semakin memperburuk ketimpangan internasional dan menyebabkan ketimpangan regional di Negara-negara terbelakang.Adapun faktor utama yang menyebabkan ketimpangan ini adalah adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, adanya pasar yang luas dan konsentrasi modal keuangan di negara maju dan hal hal tersebut sangat berbeda jauh dengan kondisi di negara berkembang.Kemakmuran kumulatif timbul di negara maju dan kemiskinan kumulatif dialami rakyat di negara miskin. Dengan perkataan lain, hubungan ekonomi antara negara maju dengan negara miskin menimbulkan efek balik (backwash effect) yang cenderung membesar terhadap negara miskin.

KESIMPULAN TEORI GUNNAR MYRDAL
Menurut Myrdal, upaya untuk memberantas kemiskinan di negara berkembang harus dilakukan dengan campur tangan pemerintah terutama dalam mempengaruhi kekuatan pasar bebas. Kemudian tentang teori keunggulan komparatif yang digunakan oleh ahli ekonomi neoklasik tidak dapat dijadikan petunjuk untuk proses alokasi sumber-sumber ekonomi. Harus ada perlindungan atas industri-industri rakyat yang belum berkembang dari persaingan dengan luar negeri. Pembangunan dinegara-negara maju akan menyebabkan keadaan yang dapat menimbulkan hambatan yang lebih besar bagi Negara-negara yang terbelakang untuk dapat maju dan berkembang. Keadaan yang dapat menghambat pembangunan ini disebut sebagai Backwash effect. Kemudian, keadaan yang dapat mendorong pembangunan dinegara yang lebih miskin disebut Spread Effect.

Bagi Myrdal, satu-satunya cara untuk mengurangi efek dari spatial inequalities adalah melalui intervensi pemerintah. Menurutnya, apabila perencanaan pemerintah lebih efisien maka tidak perlu ada variasi wilayah dalam angka pertumbuhan ekonominya. Akan tetapi, ia menyadari sepenuhnya bahwa dalam banyak situasi pemerintah dalam banyak negara tidak mampu mencapai hal tersebut (Myrdal 1970). Menurutnya perlu adanya strong states untuk menjamin agar mekanisme perencanaan dapat diimplementasikan yang menjadi keyakinan Myrdal mengenai perencanaan sebagai suatu solusi bagi “masalah-masalah pembangunan”.
-Read More
• • •

GENDER DAN FEMINISME GENDER; ADIL ATAU SETARA?

Gender, sebuah kata yang tidak asing di telinga masyarakat jaman sekarang. Gender terlahir ketika kaum perempuan mulai sadar dan bangkit dari subordinasi yang disebabkan struktur masyarakat. Dalam pengertiannya sendiri, gender berarti sifat laki-laki maupun perempuan yang telah tercetak oleh budaya dan sosial. Namun kebanyakan pengertian yang beredar di masyarakat adalah pengertian gender sebagai jenis kelamin, bukan sebagai sifat yang melekat dikaum laki-laki dan perempuan sehingga banyak kasus yang kemudian dianggap permasalahan gender tanpa melihat substansinya. Yang perlu ditekankan disini adalah bagaimana sebenarnya gender perlu dikultuskan pada pemikiran masyarakat bahwasanya gender tidak hanya berbicara pada jenis kelamin saja, tetapi juga pada struktur yang melekat pada diri laki-laki dan perempuan beserta stigma yang ada.Keberadaan gender kemudian menjadi senjata yang kuat untuk membongkar realita yang terjadi antara laki-laki dan perempuan. Dari sinilah kemudian gender membangun perempuan untuk membebaskan diri dari kultur dan struktur sosial yang selalu menempatkan mereka pada tempat yang tidak nyaman, pihak yang sering disalahkan, bahkan kambing hitam. Meskipun banyak kaum perempuan menuntut kesetaraan gender, hal tersebut masih menjadi wacana semata. Struktur dan kultur masyarakat sebagai penentu utama bagaimana gender itu terbentuk merupakan hal yang sangat sulit diubah.Sedangkan masyarakat sendiri juga membuat perspektif yang kuat dalam kebudayaan mereka.

Di dunia ini hampir semua paham menyinggung kehadiran gender sebagai bagian dari kehidupan sosial. Mulai dari paham yang menganggap gender adalah substansi utama hingga paham yang membicarakan gender hanya sebagai substansi pendukung. Salah satu paham yang tidak bisa lepas dari gender adalah Paham Feminisme. Feminisme hadir pada abad ke-18 untuk menunjukkan kekuatan yang dimiliki oleh kaum perempuan. Paham ini kemudian tumbuh berkembang dan beradaptasi seiring dengan kemajuan jaman. Feminisme mencoba membawa peremuan ke tingkat yang sama dengan laki-laki. Dimana feminisme menitik beratkan pemikiran bahwa laki-laki dan perempuan berkedudukan sama, berkesempatan sama, dan mempunyai hak yang sama untuk hidup.Pada intinya, posisi perempuan dipandang tidak strategis dengan beban ganda yang dipikulnya juga sehingga Feminisme membuat perempuan mempunyai capability lebih untuk merubah posisi itu. Tetapi hingga sekarang, keberadaan perempuan sendiri masih dianggap subordinasi laki-laki walaupun telah banyak masyarakat yang menganut paham ini.

Paham Feminisme terdiri dari berbagai jenis, salah satunya adalah Paham Feminisme Gender. Dari namanya sudah bisa diketahui jika paham ini bersubstansi gender yang tentu saja membahas hal-hal yang berkaitan dengan relasi antara perempuan dan laki-laki. Feminis Gender sering juga diacu sebagai feminis kultural, dimana tertarik pada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dengan ciri khasnya masing-masing. Disini membahas bagaimana perempuan dan laki-laki sebenarnya harus berada pada sekat yang terpisah.

Feminisme gender di globalisasi yang berjalan sekarang menjadi semu. Paham yang banyak beredar adalah paham feminis liberalis. Alasannya, perempuan di jaman sekarang menganggap gender sebagai sesuatu yang harus disetarakan demi kebebasan. Feminis gender seolah tersembunyi dan muncul saat ada kasus yang memposisikan perempuan sebagai korban dari gender. Hal itulah yang menjadi wacana saat kesetaraan gender dipertanyakan. Mengingat perempuan memperjuangkan hak-haknya agar setara dengan laki-laki, kemudian hal yang harusnya terjadi adalah mereka mempunyai kewajiban yang sama dengan laki-laki. Sedangkan bila kita melihat dari segi keberadaan perempuan, ada batasan batasan tertentu yang membuat perempuan tidak bisa disamakan dengan laki-laki. Apakah itu dari fisiknya atau dari psikisnya. Di era globalisasi ini hampir di semua negara telah menggunakan kesetaraan gender sebagai sarana untuk bersosialisasi maupun bekerja. Hal itu berarti apa yang bisa dilakukan kaum laki-laki dapat dilakukan oleh kaum perempuan. Namun yang menjadi masalah adalah ketika para perempuan telah diperlakukan setara dengan laki-laki, maka mereka tidak bisa menuntut hak khusus yang harusnya didapatkan selaku perempuan. Hak-hak itu dapat berbentuk hak perlindungan, hak reproduksi, dan lain-lain. Kemudian kembali dipertanyakan, apakah kesetaraan itu tetap perlu dilakukan? Jawabannya tentu saja membingungkan unruk feminis liberal. Menjadi tidak adil pada pihak kaum laki-laki saat kesetaraan telah tercapai namun ada kekhususan terhadap kaum perempuan yang akhirnya tetap saja kesetaraan tersebut menjadi kesetaraan semu. Namun bila dihadapkan dengan feminis gender, maka hak-hak seperti itu akan terus diperjuangkan. Betapa tidak, perempuan berada pada bilik yang berbeda dengan laki-laki. Meskipun dibutuhkan sebuah kesetaraan, perempuan tetap harus memiliki apa yang disebut woman right.

Di dalam Feminisme Gender terdapat sebuah pola pengasuhan ganda dimana laki-laki dan perempuan dikonstruksikan dengan memberi mereka nilai yang berbeda. Laki-laki dapat memperoleh nilai-nilai tertentu yang dimiliki perempuan begitu pula sebaliknya. Namun dengan adanya pengasuhan ganda tersebut menjadi tidak efektif karena kemampuan dan batas diri yang berbeda. Untuk menghadapi kesetaraan gender, perempuan berusaha lebih keras bahkan terkadang melebihi apa yang dimilikinya. Namun untuk laki-laki, usaha yang dilakukan cenderung lebih sedikit karena secara emosional mereka tidak ingin menyamakan diri dengan perempuan. Beberapa negara seperti Indonesia menyatakan bahwa negara mereka berasaskan kesetaraan gender tetapi pada implementasinya adalah keadilan gender. Di beberapa daerah di Indonesia, perempuan masih dianggap sakral dan tidak disubordinasi oleh masyarakat (matriarkal) namun untuk pekerjaan yang menuntut kerja keras dan tanggung jawab besar. Jika dilihat dari feminis gender, keadaan ini benar adanya. Yang diperlukan disini adalah bagaimana perempuan bisa mendapatkan keadilan. Kesetaraan kemudian diasumsikan hak dan kewajiban yang adil berdasarkan kemampuan dari diri perempuan sendiri. Oleh karena itulah feminis gender yang sesungguhnya tidak mengangkat bagaimana posisi perempuan harus disamakan dengan kedudukan laki-laki, tetapi lebih pada bagaimana perempuan mendapatkan hak-haknya yang khusus serta posisi mereka yang tidak menjadi second sex di konstruksi yang dibuat masyarakat.

Kesimpulannya, Feminis Gender memposisikan perempuan sebagai individu yang memiliki dirinya sendiri secara utuh dan mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan tanpa harus dirugikan oleh kaum laki-laki sebagai jenis kelamin unggulan. Selain memberikan ruang untuk mengembangkan diri, perempuan juga harus tetap diletakkan dalam ruang berbeda dengan laki-laki karena kebutuhannya berbeda. Optimalisasi yang dilakukan oleh kaum feminis menjadi maksimal ketika kesataraan yang dimaksud sudah tercapai. Kesetaraan disini adalah dimana keadilan menjadi substansi utamanya. Selanjutnya adalah keberadaan perempuan di jaman sekarang, meskipun telah berada dalam posisi yang sama kesempatannya dengan kaum laki-laki tetapi jika sebuah halangan maka yang akan memposisikan sebagai pihak kang dirugikan pertama kali adalah laki-laki. Hal tersebut terjadi mengingat perempuan smendapatkan hak perlindungan khusus. Hak tersebut sebenarnya juga tidak terlepas dari konstruksi di masyarakat yang mempresentasikan perempuan sebagai mahluk yang lemah. Perbedaan antara laki-laki dan perempuan memang terdiri dari berbagai nilai dan moral yang berbeda namun begitu hendaknya diantara perbedaan tersebut ada sebuah jalan tegah yang tentu saja memposisikan perempuan di pihak yang aman.
-Read More
• • •

Paham Orientalisme Edward Said

• Berawal dari teori Postkolonialisme , terjadi dominasi dan subordinasi di negara-negara dunia. Tujuan pengembangan teori postkolonial adalah melawan sisa dampak terjadinya kolonialisme dalam pengetahuan termasuk dalam sisi kultur 

• Anggapan orang barat terhadap orang timur adalah irrasional, emosional, kurang beradab 

Orientasi : terwujudnya tata hubungan dunia yang baru di masa depan. Merupakan suatu doktrin politis yang tidak hanya menjadikan timur sebagai objek (karena timur lebih lemah daripada barat) tetapi juga yang dapat menyatukan perbedaan timur dengan kelemahannya .

• EDWARD SAID membagi kekuasaan yang terjadi dalam wacana orientalisme dalam 4 hal: Kekuasaan politis , Kekuasaan intelektual , Kekuasaan kultural , dan Kekuasaan moral.

Paham Orientalisme :
• Orientalis menciptakan sejarah pahit antara Eropa dengan asia afrika 
• Orientalis sebagai model paradigma yang menciptakan bidang-bidang ilmu dalam bahasa dan budaya oriental, serta sebagai gelar akademis
• Menciptakan stereotype dan ideologi tentang the orient yang diidentikkan dengan the other
• Sebagai lembaga resmi yang pada hakikatnya peduli pada timur 
• Dengan teori ini Edward Said berhasil membongkar dimensi ideologis, kepentingan dan kuasa.

• Edward Said mengaitkan teori kajian wacana dengan perjuangan sosial serta adanya ketergantungan antara wilayah-wilayah kultural dimana kaum terjajah dan kaum penjajah hidup bersama.

• Kesadaran bahwa wacana kolonial bersifat ambivalen sehingga tidak mudah terkena pembatasan. 
-Read More
• • •

Analisis Dampak Sistem Informasi Sosial Dalam Kehidupan Masyarakat Mendatang

Indonesia dalam konteks pembangunan masih berada dalam taraf negara berkembang, termasuk untuk teknologi yang digunakannya. Penyerapan budaya barat menjandi candu masyarakat Indonesia karena globalisasi telah mengubah mainset mereka akan arti negara maju. Dampaknya adalah muncul konflik budaya atau shocking culture pada masyarakat yang belum mampu menyeimbangkan perbedaan yang masuk ke negara mereka. Namun tidak disangkal lagi jika kemampuan adaptasi masyarakat Indonesia cukup tinggi sehingga mereka mampu menanggulangi dampak yang terjadi atas kemajuan teknologi tersebut, sayangnya hanya sebagai penghilang dampak secara semu. Kasus seperti ini sebenarnya sudah banyak dikaji oleh para ahli tetapi pemerintah sepertinya tidak fokus terhadapnya, sehingga yang ditakutkan adalah keadaan masyarakat yang mengalami alienasi atas munculnya teknologi yang canggih.

Berbicara tentang kemajuan teknologi, ada satu hal yang menjadi dasar perubahan di masyarakat ketika berhadapan dengan teknologi mutakhir seiring perkembangan jaman yang dinamakan Sistem Informasi Sosial (SIS). Sistem ini merupakan sekumpulan elemen/komponen masyarakat yang saling berkaitan antara satu sama lain dan membentuk kebulatan untuk mencapai tujuan utama yaitu transfer informasi. Ikatan ini juga menciptakan komunikasi yang baik jika sistem berjalan secara seimbang antara pemberi informasi dan penerimanya. Sedangkan secara makna, informasi yang dibawa oleh sistem tidak selalu berguna bagi seseorang namun akan disaring apa yang dibutuhkan oleh orang tersebut. Bukan hanya di Indonesia, SIS telah lebih dulu berdampak buruk di masyarakat negara barat dimana sebagian besar dari mereka hidup di dunia maya dan beraktifitas hanya melalui media. Kita tidak bisa menyalahkan perkembangan teknologi yang pesat, namun kita juga tidak dapat menyalahkan masyarakat yang sering terpengaruh doktrin teknologi. Keadaan terburuk adalah alienasi individu yang bergerak ke alienasi negara, bahkan bisa saja menghapuskan batas-batas kenegaraan. Hal inilah yang berkemungkinan besar akan menghapuskan asas sosial di kehidupan manusia. Bahkan di seluruh dunia, pada akhirnya manusia bergerak seperti robot.

DINAMIKA MANUSIA DI BALIK TEKNOLOGI DAN DAMPAKNYA
Manusia sebagai mahluk sosial, memiliki dinamika sosial yang kuat dimana mereka tidak bida hidup sendiri dengan keterbatasannya. Manusia akan selalu membutuhkan orang lain dan kelompok sesama manusia lain yang disebut masyarakat, dimana manusia mengalami sosialisasi. Ada tiga pokok pikiran manusia sebagai mahluk sosial diantaranya:

1. Manusia dapat berkembang sebagaimana manusia seutuhnya, namun tidak dapat dipisahkan sesamanya.
2. Karena manusia bersifat dinamik, maka manusia akan terus berkembang terus oleh berbagai kegiatan yang ada.
3. Keterlibatan yang terjadi menunjukkan kenyataan bahwa penderitaan dan kesejahteraan manusia juga ada kaitannya atau mencerminkan keadaan hubungan timbal balik antara pribadi manusia dengan lingkungannya.

Dimana dari pola diatas dapat disimpulkan jika manusia akan terus membutuhkan lingkungan dan sesamanya untuk hidup. Hal ini memang tidak bisa terbantahkan meskipun ada banyak faktor yang terkadang membuat seseorang berpikir mampu hidup sendiri tanpa orang lain. Kebutuhan yang dimiliki manusia akan dilengkapi oleh orang lain dan begitu juga sebaliknya sehingga membuat sebuah lingkaran konsumsi yang tak akan pernah berhenti. Sedangkan kebutuhan sendiri menurut Abraham H. Maslow digolongkan menjadi lima yaitu kebutuhan fisik, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan akan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri. Kesemuaan dari jenis kebutuhan ini harus dipenuhi agar mampu tercipta kesejahteraan manusia.

Menilik dari perkembangan teknologi yang semakin pesat, terkadang manusia menjadi lupa akan hakikat diri mereka sebagai mahluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Manusia cenderung lebih senang bekerja dengan benda mati daripada dengan sesamanya karena adanya internet. Terlebih dengan kemudahan yang ditawarkan internet dan teknologi, seseorang dapat berhubungan dengan orang lain berperantara benda mati seperti komputer dan gadget sehingga tidak mengharuskan mereka bertemu satu sama lain. Berikut adalah kasus yang berkaitan dengan dinamika manusia dibalik teknologi yang semakin maju seiring berjalannya dekade:

1. Derajat kekeluargaan yang menurun
Mungkin banyak dari masyarakat yang tidak sadar lebih dini apa dampak yang ditimbulkan kemajuan teknologi dan akses informasi, khususnya dalam hubungan kekeluargaan. Masalah-masalah yang timbul di keluarga belakangan ini sering dihubungkan dengan fungsi orangtua yang bukan lagi sebagai sosok terhormat dan melindungi melainkan hanya sebagai pelengkap finansial semata. Pilihan orangtua jaman sekarang lebih berpihak pada penggunaan alat komunikasi yang canggih sehingga mereka tidak perlu repot-repot bertemu dengan keluarganya. Banyak pendidikan anak usia dini hanya berbekal gadget berupa tablet dan notebook, bukan lagi dengan mainan-mainan anak yang meningkatkan kemampuan otak mereka. Padahal untuk anak-anak usia dini disinyalisir banyak dampak negatif untuk penggunaan barang-barang canggih diantaranya:
a. Radiasi yang tinggi, bukan hanya mengganggu fisik dan organ manusia tetapi juga memperlambar kinerja otak.
b. Meningkatkan kadar emosional anak-anak sehingga lebih mudah marah dan kelak mengakibatkan tindakan tidak terkontrol.

Selain itu munculnya barang-barang komunikasi yang canggih di kehidupan masyarakat menyebabkan mereka enggan mengunjungi satu sama lain dengan dalih sudah ketemu lewat internet. Keadaan ini benar-benar melenceng jauh dari kodrat manusia sebagai mahluk sosial, sekarang berubah menjadi mahluk gadget.

Banyak generasi muda yang tidak mengenali keluarga jauh mereka dan meninggalkan budaya hormat terhadap orangtua. Sekarang jika ditanya tentang siapa keluarga dari ayah atau ibu mereka, lebih banyak menjawab hanya tahu wajah saja, tetapi tidak pernah bertemu ataupun berkomunikasi. Jika bertemu pun mereka akan sibuk dengan benda-benda elektronik masing-masing. Hal ini tidak seberapa dibandingkan dengan berkurangnya rasa hormat terhadap orangtua dikarenakan sejak kecil mereka tidak mengerti arti kasih sayang seutuhnya. Bukan menjadi rahasia lagi jika pergantian jaman membuat budaya hormat ini menghilang. Banyak anak-anak yang ketika keluar rumah tidak berpamitan pada orangtua mereka, banyak juga dari anak-anak yang pulang ke rumah sekedar ‘say hello’ saja kemudian pergi entah kemana. Budaya cium tangan juga semakin menghilang dari kehidupan keluarga jaman sekarang karena mereka telah diposisikan sebagai ‘teman’ oleh orangtua mereka.

2. Derajat permainan dan pertemanan dunia maya
Dampak dari kemajuan teknologi memang segaian besar menyerang kalangan muda. Hal ini dikarenakan anak muda memiliki kehidupan yang rentan terhadap hura-hura semu yang dibawa dunia maya yaitu internet. Memasuki era milenium beberapa tahun yang lalu membuat kehidupan ini berubah drastis khususnya dengan kehadiran internet. Permainan yang digemari generasi muda lebih banyak berasal dari dunia maya, sekaligus pertemanan di dalamnya. Dimulai dari media sosial hingga situs-situs game yang milyaran jumlahnya membuat generasi muuda ini betah ‘melek’ berjam-jam hanya untuk hidup di dunia maya.

Chatting, merupakan budaya dunia maya yaitu sarana berhubungan seseorang dengan orang lain lewat media maupun aplikasi tertentu. Chatting sendiri ada yang hanya melalui tulisan hingga support audio-video­. Banyak masyarakat yang kerajingan chatting meskipun tidak ada sesuatu yang menarik di dalamnya. Budaya ini sebenarnya membawa bahaya yang nyata karena banyak penipuan berasal dari sana, bahkan terbawa hingga dunia nyata termasuk jual-beli barang gelap yang ilegal. Chatting juga salah satu hal yang ‘addicted’ dimana penggunanya sulit meninggalkannya hingga lupa waktu. Dampak negatif dari budaya ini adalah seseorang yang menyukai chatting lebih memilih berkomunikasi dengan orang lain melewati dunia maya, bukan secara langsung. Sehingga terkadang ditemukan ada sekelompok anak-anak yang duduk bersebelahan namun pandangannya hanya pada gadget yang mereka bawa meskipun pada kenyataannya di dunia maya mereka saling berkomunikasi. Hal inilah yang membuat prihatin karena pada hakikatnya hubungan yang tercipta diantara manusia secara nyata akan menumbuhkan rasa peduli sesama yang tinggi, namun kemungkinan besar jika hanya berkomunikasi melalui perantara hal tersebut akan hilang.

Gaming atau permainan di dunia maya merangkul semua masyarakat tidak mengenal umur. Untuk menggeluti game yang mereka mainkan hingga tamat, seseorang bisa berhari-hari tanpa tidur. Banyak kasus ditemukan baik di dalam maupun luar negeri kematian yang disebabkan oleh bermain game. Kebanyakan dari korban adalah pemain game yang terlalu emosional kemudian meninggal keran serangan jantung, hingga penyakit kurang tidur yang menyebabkan empedu mereka meracuni hati. Namun begitu banyak masyarakat yang mengabaikan dampak fatal ini sehingga tetap rajin untuk melanjutkan permainan mereka. munculnya banyak media bermain game ini ternyata juga menurunkan itensitas bermain sekelompok anak-anak khususnya dalam permainan tradisional dan lapangan. Mereka lebih senang bermain secara individu di kamar masing-masing daripada untuk berbaur dengan teman sebayanya. Meskipun ada sebuah riset yang menagatakan bermain game dapat menyebabkan seseorang menjadi kreatif dalam berstrategi, namun dampak negatif sosial yang ditimbulkan lebih besar. Oleh karena itu bagi mereka yang senang bermain game, setidaknya akan lebih baik jika mampu membagi waktu untuk bersosialisasi.

Surfing, merupakan sebuah kegiatan menjelajah dunia maya untuk sekedar mengetahui apa-apa saja yang ada di dalamnya. Banyak yang melakukan surfing baik dari kalangan umum hingga akademika yang cenderung sifatnya mencari hiburan semata. Kegiatan ini sering memicu seseorang untuk membuka situs-situs yang mengandung SARA dan pornografi sehingga meningkatkan kriminalitas di masyarakat. Sebenarnya surfing sendiri bukan kegiatan yang negatif karena dari sana kita dapat memperoleh berbagai pengetahuan, namun jika pelakunya salah maka akan menjadi sebuah kegiatan yang negatif. Surfing dan browsing terkadang disamakan, namun sebenarnya berbeda maknanya. Jika browsing lebih mengacu pada tujuan dan fokus pada materi apa yang dicari, sedangkan surfing lebih luas karena maknanya seperti menjelajah.

FASILITAS PUBLIK TERBESAR APA YANG DAPAT BERTAHAN DI MASA DEPAN?
Sering masyarakat tidak menyadari akan pertanyaan diatas. Namun ketika ditanya pertanyaan seperti itu, apa yang akan dijawab? Butuh waktu sebentar untuk berpikir apa saja yang akan bertahan dan yang akan hilang di masa depan. Ruang publik yang terancam berkurang bahkan hilang adalah sebagai berikut:
1. Mall dan tempat perbelanjaan lainnya, onlineshop
Ketika manusia sudah nyaman dengan media dan teknologi canggih di tanggannya, maka benda lain yang dapat tergantikan fungsinya akan menghilang perlahan. Contohnya adalah mall dan tempat berbelanja. Hal ini disebabkan fungsi mereka yang sudah hilang. Seseorang cukup memesan apapun melalui internet, tanpa langsung menilai barang tersebut karena sudah dideskripsikan secara lengkap di situs yang dituju. Barang-barang tersebut tentunya tetap disediakan dalam gudang atau warehouse tetapi bukan ruang bangunan pasar. Trend ini disebut dengan onlineshop yang sekarang sudah mulai banyak yang mlibatkan diri di dalamnya. Karena semakin instan, maka cukup duduk dan berdiam diri di sebuah ruangan, maka seseorang juga dapat berbelanja.

2. Bank àvirtual credit
Bank menjadi salah satu tenpat yang mngkin suatu hari tidak meluncurkan uang tetapi virtual credit (VC). Dimana VC digunakan orang dalam bentuk gaji dan dalam berbelanja. Seseorang tidak lagi membutuhkan uang secara riil jika mereka membelinya melewati internet. Hal ini yang membuat peluang besar perubahan jenis mata uang kertas dan kuin berubah menjadi virtual. Sebenarnya VC sudah ada sejak lama dan digunakan oleh dunia maya untuk bertransaksi meskipun ada proses transfer melewati bank untuk mengisi VC di situs-situs khusus pengelola keuangan. Meskipun VC ini dipandang lebih banyak memiliki sisi positif maupun negatif karena beberapa hal diantaranya yaitu proses transaksi yang transparan dan pengelolaan yang mudah dimonitoring, namun juga rawan penipuan.

3. Rumah sakit
Rumah sakit sepertinya menjadi tempat yang paling banyak masyarakat kunjungi. Pasalnya, kemajuan teknologi sebenarnya mengantarkan masyarakat untuk hidup lebih pendek dan sakit-sakitan dengan berbagai dampak psikologi maupun fisik. Semakin maju jaman maka manusia akan semakin malas bergerak dan hanya berdiam di satu tempat saja, inilah yang menyebabkan mereka mudah terserang penyakit khususnya karena badan mereka minim bergerak. Selain itu kecanggihan teknologi bahkan membuat radiasi yang besar meskipun banyak pihak mengatakan jika radiasi dapat dikurangi, namun pada kenyataannya radiasi sebuah benda elektronik akan tetap ada meskipun dengan bentuk berbeda. Oleh karena itu rumah sakit akan menjadi tempat yang ramai dikunjungi oleh pasien, dan tidak menutup kemungkinan usia harapan hidup masyarakat akan semakin menurun.

KESIMPULAN
Kemajuan teknologi danperkembangan Sistem Informasi Sosial di masyarakat memang pada dasarnya mengantarkan menudia ke kehidupan masa depan. Namun di belakangnya masih banyak menyimpan racun-racun yang membahayakan kehidupan sosial masyarakat, bahkan diri seorang manusia itu sendiri. Dimulai dari hubungan yang tidak seimbang antar manusia bahkan dengan lingkungannya, terkadang menjadikan mereka teralienasi dengan dunia ini. Terlebih untuk generasi muda, kemajuan jaman ini banyak menghilangkan etika dan budaya hormat terhadap orang tua disebabkan faktor salah perspektif orangtua mereka yang menganggap kehidupan instan bisa melewati sarana informasi seperti gadget yang canggih. Oleh karena itu masyarakat harus lebih sadar akan bahaya apa yang mereka hadapi di dalam era kemajuan teknologi informasi ini. Setidaknya mereka mampu memilih apa saja informasi yang mereka butuhkan, dan menyaring budaya-budaya yang merugikan. Kegagalan masyarakat dalam budaya dan sosial sering bukan diakibatkan oleh kedatangan budaya baru, melainkan timbul dari dalam diri masayarakat sendiri yang belum mampu berkompromi atas perubahan.

Referensi:
Claggett. 1991. Sistem Informasi Untuk manajemen Modern. Jakarta: Erlangga
http://bahteraummat.wordpress.com/2012/06/17/budaya-instant/
http://forum.kompas.com/internet/206391-dampak-positif-negatif-perkembangan-teknologi-informasi.html
Nasikun. 1995. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada


Winardi. 1989. Pengantar tentang Teori Sistem dan Analisis Sistem. Bandung: Mandar Maju
-Read More
• • •

Biografi Amien Rais

LATAR BELAKANG KELUARGA DAN PENDIDIKAN
· Lahir di Solo pada tanggal 26 April 1944 dengan nama Mohammad Amien. Nama ayahnya adalah Syuhud Rais, merupakan aktivis sekaligus kader Muhammadiyah terkemuka di Yogyakarta. Sedangkan ibunya, Ny. Sudalmiyah, merupakan seorang wanita yang pernah memimpin Aisyiyah Surakarta selama 20 tahun sehingga Amien Rais mempunyai akar keagamaan yang sangat kuat.

· Sejak kecil Amien Rais telah disekolahkan di TK, SD, SMP, dan SMA Muhammadiyah serta sempat belajar di pesantren. Saat akan melanjutkan ke perguruan tinggi, beliau berada diantara pilihan ibu dan ayahnya dimana ayahnya menginginkan Amien melanjutkan di Fakultas Ekonomi UGM, sedangkan ibunya menginginkan Akademi Tabligh Muhammadiyah agar nantinya bisa melanjutkan ke Al-Azhar Kairo. Namun kemudian Amien Rais memutuskan melanjutkan sekolahnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM, jurusan Hubungan Internasional. Hal ini diyakini sebagai jembatan baginya untuk memenuhi harapan kedua orangtuanya. Selain itu dikarenakan beliau ingin menjadi ekonom sekaligus duta besar Indonesia.

· Setelah lulus dari UGM, Amien Rais melanjutkan kuliahnya di beberapa universitas luar negeri yaitu Notre Dame Catholic University, Indiana, USA (1974) Al-Azhar University, Cairo, Mesir (1981) Chicago University, Chicago, USA (1984) George Washington University (postdoctoral degree, 1988-1989).

KIPRAH AMIEN RAIS MEMBANGUN POLITIK DI INDONESIA
· Ketika masih menjadi mahasiswa, Amien Rais berkecimpung dalam organisasi IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) dan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Mulai saat itu beliau menjadi terkenal di dalam organisasi Muhammadiyah sehingga ditempatkan pada jabatan wakil ketua pada Muktamar Muhammadiyah ke-42. Dan pada Muktamar selanjutnya, Amien Rais menjadi ketua Muhammadiyah. Pada saat itu Muhammadiyah menjadi tampil garang dibawah kepimpinannya.

· Pada tahun 1998 Amien Rais menjadi Bapak Reformasi, dimana dia mendorong mahasiswa dan masyarakat dalam mewujudkan reformasi. Gerakan tersebut berhasil menumbangkan rezim Soeharto yang berkuasa selama 30 tahun dan menciptakan demokrasi. Beliau juga sempat melontarkan kata-kata bahwa dia akan mencalonkan diri menjadi presiden dikarenakan prihatin dengan kondisi negara saat itu, ketika Soeharto belum dilengserkan.

· Pada tahun 1998 juga Amien Rais membentuk Partai Amanat Nasional (PAN) yang tidak memenangkan pemilu pada saat itu dengan perolehan tujuh persen, pemilu tersebut dimenangkan oleh pihak Gus Dur. Namun begitu, Amien Rais mendapat julukan sebagai King Maker, dan menduduki kursi sebagai Ketua MPR (1999-2004). Setelah kemenangan Gus Dur, terjadi bencana yang menimpa Amien Rais berupa penghancuran rumah ibunya yang berada di Solo oleh massa yang mengamuk. Beberapa konglomerat kemudian hadir untuk memberi bantuan padanya tetapi ditolak karena bantuan tersebut diragukan dan diidentifikasikan sebagai sogokan yang nantinya akan membahayakan media massa.

· Perjalanan panjang Amien Rais dalam memimpin:
1. Dosen pada FISIP UGM (1969-1999)
2. Pengurus Muhammadiyah (1985) 
3. Asisten Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (1991-1995) 
4. Wakil Ketua Muhammadiyah (1991) 
5. Direktur Pusat Kajian Politik (1988) 
6. Peneliti Senior di BPPT (1991) 
7. Anggota Grup V Dewan Riset Nasional (1995-2000) 
8. Ketua Muhammadiyah (1995-2000) 
9. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (1999-2005) 
10. Ketua MPR (1999-2004)

· Amien Rais merupakan sosok yang memimpin dengan caranya sendiri, dengan tenang dan berbeda. Hal tersebut dikarenakan beliau tumbuh diantara keluarga yang menghendaki hidup sederhana, yang tidak suka bermewah-mewahan, yang diatur dalam kedisiplinan. Oleh karena itu beliau patut menjadi pemimpin negeri ini menurut hemat saya. Tetapi yang paling mengesankan dibalik sosoknya adalah sebuah kalimat “memimpin tidak harus menjadi seorang pemimpin”. Mungkin kalimat tersebut muncul karena dia tidak bisa memenangkan pilres, tetapi dibalik kalimat tersebut menyimpan makna yang dalam, yang dapat menyadarkan para pemimpin bangsa yang tidak bisa menunaikan kewajibannya, yang bisa dikatakan bukan merupakan pemimpin yang sebenarnya. 

MASA JABATAN KETUA MPR DAN GAGASAN-GAGASANNYA
· Amien Rais melakukan gebrakan dengan membuat amandemen-amandemen terhadap UUD 1945 dalam upaya penataan sistem politik dan mewujudkan demokrasi.

· Gagasan tentang Bangunan Ekonomi Nasional, Amien Rais mengatakan bahwa ekonomi nasional harus diperbaiki dan harus ada batasan-batasan yang mengharuskan korupsi itu hilang. Gagasan ini muncul setelah terjadi banyak kasus eksploitasi di Indonesia.

· Gagasan tentang Tata Dunia Global, dalam hal ini Amien menjunjung gagasan jika Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa, yang bisa bertahan diantara arus globalisasi yang menggila. Hal tersebut perlu diperkuat dengan perbaikan sistim politik yang kurang kuat di negara ini.

AMIEN RAIS DI MATA MASYARAKAT
Amien Rais dinilai sebagai sosok yang penuh dengan wibawa meskipun pembawaannya kalem dan pendiam sehingga banyak yang terkecoh. Meski begitu, banyak orang yang menilai Amien Rais mempunyai sifat “terlalu”. Sifat tersebut tentu saja ada yang positif dan negatif. Diantaranya yang positif adalah terlalu berani, terlalu tegas, terlalu pintar, dan terlalu alim. Sehingga banyak keputusan yang dibuatnya berlandaskan hal tersebut. Sedangkan terlalu yang negatif adalah terlalu lembut, terlalu diam, dan terlalu suka pergi dengan diam-diam. Sifat inilah yang banyak disesalkan oleh banyak orang. Citra bapak reformasi yang melekat dianggap menjadi memudar dengan adanya sifat ini. Selain itu ada hal lain yang menyebabkan beliau dianggap kurang mampu memimpin seperti sikapnya yang mudah menyerah dan hampir mengundurkan diri saat PAN kalah dalam pemilu 1999, masalah perijinan Freeport yang hingga sekarang masih menimbulkan pro-kontra, serta image seorang Amien Rais yang menguasai kancah media massa sehingga pandangan yang tercipta adalah kendali media massa terhadap citra dirinya sendiri.

DAFTAR PUSTAKA
2. Mustakim, Bagus., NurhudaKurniawan, 2010, Amien Rais Inilah Jalan Hidup Saya, Yogyakarta: Insan Madani
-Read More
• • •

Definisi Masalah Sosial

Masalah sosial itu Bersifat relatif

Unsur masalah sosial:
Suatu situasi yang dideklarasaikan sebagai masalah 
Ada sejumlah orang yang signifikan 
Diperlukan penyelesaian 

Sumber penyebab masalah:
Person blame approach> faktor indivisu, kultural 
System blame approach> dari komponen sistem 
Kemiskinan struktural: pemerintah membuat rakyat tetap miskin dengan kebijakan

Masalah sosial dibagi 2: 
Konvensional klasik: 
a. Pengangguran
b. Kemiskinan
c. Kebodohan 

Sosial progress: 
a. Narkoba
b. Anak jalanan

Strategi penanganan:
Rehabilitasi 
1. Penanganan masalh sosial yang bersifat komprehensif
2. Asusmsi dalam diri untuk berubah
3. Delivery approach: bagi-bagi benda langsung
4. Capacity approach: pelatihan ketrampilan 

Preventif (pencegahan) 
1. Perlu penelitian mendalam atas penyebab terjadinya masalah social
2. Dalam diri ada asumsi terkandung potensi masalh sosial
3. Memberikan arah pada proses soialisasi, mengefektifkan kontrol sosial dengan mekanisme (kelompok & masyarakat) 

Pengembangan (Developmental) 
1. Proses pemberdayaan
2. Proses agar mempunyai peluang lebih besar mengembangkan diri agar mandiri dan dapat memenuhi kebutuhannya.
-Read More
• • •

Definisi Pembangunan Sosial

Definisi Pembangunan Sosial: Pembangunan Sosial merupakan proses perubahan sosial yang terencana yang didesain untuk mengangkat kesejahteraan penduduk menyeluruh dengan menggabungkannya dengan proses pembangunan ekonomi yang dinamis (Midgley). 

  • — Pembangunan sosial sebagai salah satu pendekatan dalam pembangunan pada awal perkembangannya seringkali dipertentangkan dengan pembangunan ekonomi.
  • — Dalam perkembangannya, keberadaan pembangunan sosial sebagai pendekatan pembangunan yang dapat saling bekerjasama dengan pembangunan fisik dan ekonomi sudah lebih dapat diterima. 
  • — Pembangunan sosial sebagai pengadaan pelayanan masyarakat. Dalam hal ini program-program pembangunan sosial lebih berorientasi pada charity. 
  • — Pembangunann sosial sebagai usaha membangun masyarakat mencapai tujuan yang kompleks dan bervariasi. Derivasi pemenuhan kebutuahn dasar, persamaan hak, keadilan sosial. Tujuan sosial seperti ini banyak mendominasi pemikiran pemimpin negara berkembang. 
  • — Pembangunan sosial sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan warga manusia untuk bertindak. Orientasinya utama bukan ekonomi dan fisik tetapi berpartisipasi menggerakkan sumber daya lokal (Institutional building). 
Ada beberapa karakter pembangunan sosial:
  • — Proses pembangunan sosial tidak terlepas (dipisahkan secara nyata) dari pembangunan ekonomi. 
  • — Pembangunan sosial mempunyai fokus yang interdisipliner yang diambil dari berbagai jenis ilmu sosial
  • — Dalam konsep pembangunan sosial tergambar adanya suatu proses yang dinamis. 
  • — Proses perubahan yang terdapat dalam pendekatan pembangunan sosial pada dasarnya bersifat progresif.
  • — Proses pembangunan sosial adalah interventionist.
 
 Tujuan Pembangunan sosial diusahakan untuk dicapai melalui beberapa strategi:
  • — Pembangunan sosial lebih memusatkan pada populasi sebagai suatu kesatuan yang bersifat inklusif dan universalitik.
  • — Tujuan dari pembangunan sosial adalah pengembangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat (promotion of social welfare).

Lima Bidang Utama Kesejahteraan Sosial:
— Bidang kesehatan 
— Bidang pendidikan 
— Bidang perumahan 
— Bidang jaminan sosial 
— Bidang pekerjaan sosial.

Simpulan
  1. — Pembangunan sosial adalah pendekatan pembangunan yang secara eksplisit berusaha mengintegrasikan proses pembangunan ekonomi dan sosial seperti dua sisi koin yang saling melengkapi satu sama lain.
  2. — Pembangunan sosial tidak dapat berjalan tanpa adanya pembangunan ekonomi dan pemnbangunan ekonomi tidaklah bermakna kecuali diikuti dengan peningkatan kesejahteraan sosial dari populasi sebagai suatu kesatuan. 

Pembangunan Sosial (Cox)
— Ada keterkaitan pembangunan sosial dengan berbagai sistem (domain) yang ada di masyarakat. 
— Lima domain dalam masyarakat yang saling berinteraksi dan mempengaruhi pembangunan sosial yaitu : Faktor Sosial, ekonomi dan politik, Faktor Hukum, Faktor Budaya, — Faktor Ekologi dan Faktor (Domain) Spiritual

Paradigma Pembangunan Kesejahteraan Sosial:
Residual 
Institusional 
Developmental 
Berdasarkan nilai filantropi dan amal (charity) 
Berdasarkan hak-hak kesejahteraan (welfare rights) 
Berdasarkan nilai tentang keadilan sosial 
Kebebasan diri dan individualisme 
Humanitarianisme 
Kesetaraan, kerjasama dan saling berbagi. 
Adanya stigma terhadap masalah yang muncul dan penerima layanan 
Pengurangan stigma terhadap penerimalayanan 
Secara aktif menolak adanya victim blaming dan model patologi individu serta lebih menitikberatkan pada upaya pemberdayaan 
Bantuan (layanan) diberikan bila tidak ada pihak lain yang dapat memnbantu 
Bantuan (layanan) disediakan untuk mencegah terjadinya krisis 
Penitikberatan pada upaya pembangunan dan perencanaan untuk mencegah terjadinya masalah 
Bantuan bersifat temporer dan jangka pendek 
Bantuan jangka panjang mungkin pula bersifat permanen 
Mencoba mengubah struktur masyarakat untuk menghindari kebutuhan akan adanya batuan jangka panjang 
Bersifat reaktif 
Bersifat proaktif 
Bersifat proaktif 
Kebutuhan dan krisis dianggap sebagai hal yang abnormal 
Kebutuhan dan krisis dianggap sebagai hal yang normal 
Mengantisipasi munculnya masalah dan melakukan perencanaan sesuai perkembangan 
Mempertahankan statius quo ekonomi dan mempertahankan sistem pasar 
Kesejahteraan dihubungkan dengan pasar tenaga kerja dan kebijakna kepegawaian 
Menekankan pada investasi sumber daya manusia 

Layanan Terfragmentasi:
Perencanaan, layanan dan pembangunan bersifat multi sisten 
Layanan diberikan sebagai jaring pengaman ataupun pendekatan band-aid. 
Layanan difokuskan pada kebiutuhan yang mendesak dengan mempertimbangkan aspek pengembangannya di masa depan. 

Strategi Pembangunan Sosial:
— Pembangunan sosial oleh individu, kebijakan dan program yang diluncurkan misalnya : menunjang budaya enterprise/usaha untuk mengangkat kemajuan sosial, mengangkat usaha kecil untuk rakyat yang membutuhkan, mengangkat kesejahteraan sosial. Pendekatan ini lebih mengarah pada pendekatan individualis atau perusahaan. 

— Pembangunan Sosial Melalui Komunitas
Dalam hal ini,kelompok masyarakat secara bersama-sama berupaya mengembangkan komunitas lokalnya. Pendekatan ini dikenal dengan nama pendekatan komunitarian 

— Pembangunan Sosial Oleh Pemerintah.
Pembangunan sosial dilakukan oleh lembaga-lembaga di dalam organisasi pemerintah. Pendekatan ini dikenal dengan nama pendekatan statis. 

Level Pembangunan Sosial:
— Pembangunan di level individu dan keluarga (level mikro)
Mengarah pada fungsi rehabilitatif dimana fokus penanganan pada individu atau keluarga yang bermasalah.

— Pembangunan di Level Organisasi dan Komunitas. Dilakukan melalui intervensi komunitas seperti pengembangan masyarakat, pendekatan pelayanan masyarakat dan pendidikan masyarakat.

— Pembangunan di tingkat propinsi, regional dan nasional (level makro) merupakan pembangunan pada level normatif dimana agen berusaha melibatkan diri pada upaya perencanaan dan pembuatan kebijakan sosial. 

— Pembangunan di tingkat internasional (level global). Menitikberatkan pada peran agen perubahan dalam mempengaruhi kebijakan di tingkat antar negara. 
-Read More
• • •

Model Negara Kesejahteraan


Kesejahteraan Sosial
  Dalam strategi pembangunan yang bertumpu pada mekanisme pasar, orang miskin dan PMKS adalah kelompok yang sering tidak tersentuh. Kelompok rentan ini, karena hambatan fisiknya (cacat), kulturalnya (suku terasing) maupun strukturalnya (penganggur), tidak mampu merespon secepat perubahan sosial di sekitarnya, yang kemudian dengan terpaksa harus terpinggirkan dalam proses pembangunan yang tidak adil.
  Ketidaksempurnaan mekanisme pasar ini merupakan salah satu hal yang menjadi dasar tindakan negara-negara maju untuk berusaha mengurangi kesenjangan yang ada dengan menerapkan konsep welfare state (negara kesejahteraan).

Tiga kunci utama dalam memahami Negara Kesejahteraan
  Intervensi yang dilakukan oleh negara
  Menjamin kesejahteraan warganya
  Kesejahteraan harus dikembangkan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
  Kesejahteraan adalah hak dari setiap warga negara.

Dalam konsep negara kesejahteraan, pemecahan masalah kesejahteraan sosial, seperti kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, dan terlantarnya masyarakat tidak dilakukan melalui proyek-proyek sosial yang berjangka pendek. Melainkan diatasi secara terpusat oleh program-program jaminan sosial, seperti pelayanan sosial, rehabilitasi sosial, serta berbagai tunjangan pendidikan, kesehatan, hari tua, dan pengangguran

Model Negara Kesejahteraan
  Pertama, model universal yang dianut oleh negara-negara Skandinavia, seperti Swedia, Norwegia, Denmark dan Finlandia. Dalam model ini, pemerintah menyediakan jaminan sosial kepada semua warga negara secara melembaga dan merata. Anggaran negara untuk program sosial mencapai lebih dari 60% dari total belanja negara
  Kedua, model institusional yang dianut oleh Jerman dan Austria. Seperti model pertama, jaminan sosial dilaksanakan secara melembaga dan luas. Akan tetapi kontribusi terhadap berbagai jaminan sosial berasal dari tiga pihak, yaitu pemerintah, dunia usaha, dan pekerja.
  Ketiga, model residual yang dianut oleh AS, Inggris, Australia dan Selandia Baru. Jaminan sosial dari pemerintah lebih diutamakan kepada kelompok lemah, seperti orang miskin, cacat dan penganggur. Pemerintah menyerahkan sebagian perannya kepada organisasi sosial dan LSM melalui pemberian subsidi bagi pelayanan sosial dan rehabilitasi sosial “swasta”.


  Keempat, model minimal yang dianut oleh negara-negara seperti Perancis, Spanyol, Yunani, Portugis, Itali, Chile, Brazil dan negara-negara Asia seperti Korea Selatan, Filipina, Srilanka. Anggaran negara untuk program sosial sangat kecil, di bawah 10 persen dari total pengeluaran negara. Jaminan sosial dari pemerintah diberikan secara temporer dan minimal yang umumnya hanya diberikan kepada pegawai negeri dan swasta. 
-Read More
• • •

Pendekatan Dalam Mengangkat Kesejahteraan Sosial


Pendekatan Pilantropi Sosial (Donasi-donasi pribadi, relawan dan organisasi non profit untuk memenuhi kebutuhan, mencari solusi terhadap masalah yang ada dan menciptakan kesempatan baru).

— Pendekatan Pekerjaan Sosial, bergantung pada tenaga-tenaga profesional dalam mendukung tujuan-tujuan kesejahteraan dengan bekerja dengan individu, kelompok dan komunitas.

— Pendekatan Administrasi Sosial. Pendekatan ini bergantung pada intervensi pemerintah melalui layanan-layanan sosial resmi. Pendekatan ini juga dikenal dengan layanan sosial atau pendekatan kebijakan sosial.
-Read More
• • •

Metode untuk mengetahui indikator dan Indeks kesejahteraan sosial


Penggunaan indeks kesejahteraan sosial
  Dikembangkan oleh Badan Riset untuk kesejahteraan sosial dari PBB di Jenewa tahun 1960-an dimana para pakar ilmu sosial mendefinisikan kesejahteraan sosial dengan tinggi rendahnya tingkat  hidup pada masyarakat.
  Selajutnya  diciptakan metode agar dapat digunakan untuk mengetahui indikator kesejahteraan sosial.

Metode untuk mengetahui indikator kesejahteraan sosial :
  Indeks kualitas hidup secara fisik (DM. Morris, 1979).
  Indeks kemajuan sosial (Richard Estes, 1985).

  Indikator Pembangunan Manusia (Human Development Index)  yang dikembangkan PPB
-Read More
• • •

Kriteria Kemiskinan dan Indikator Kesejahteraan Sosial


Kriteria Kemiskinan
Berdasarkan studi SMERU  kriteria kemiskinan mencakup :
  Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar (pangan, sandang dan papan).
  Ketidakmampuan untuk berusaha karena cacat fisik maupun mental.
  Ketidakmampuan dan ketidakberuntungan sosial.
  Rendahnya kualitas sumber daya manusia.
  Kerentanan terhadap goncangan yang bersifat individual, maupun massal.
  Ketiadaan akses terhadap lapangan kerja dan mata pencaharian yang memadai dan berkesinambungan.
  Ketiadaan akses terhadap kebutuhan hidup dasar lainnya.
  Ketiadaan jaminan masa depan.
  Ketidakterlibatan dalam kegiatan sosial masyarakat
        ( Suharto (2009: 16)

Indikator Kesejahteraan Sosial
  Spicker (1995 :3) menggambarkan bahwa usaha kesejahteraan sosial dalam kaitan dengan kebijakan sosial sekurang-kurangnya mencakup lima bidang utama yaitu
  Bidang Kesehatan
  Bidang Pendidikan
  Bidang Perumahan
  Bidang Jaminan Sosial
  Bidang Pekerjaan Sosial

Dalam penerapannya di setiap bidang tersebut masih terdapat berbagai indikator yang digunakan untuk menggambarkan  bagaimana kondisi kesejahteraan masyarakat.

Misalnya : Bidang kesehatan, (Angka kematian ibu, Angka kematian bayi, Tingkat Fertilitas dan sebagainya). 
-Read More
• • •

ILMU SOSIAL DASAR


Berpikir: -relasi antara diri kita dan raelitas/informasi. Kemampuan manusia untuk mencari arti bagi REALITAS yang muncul di hadapan kesadarannya dalam pengalaman dan pengertian
>> Merupakan aktivitas intelektual yang melakukan generalisir atas FAKTA-FAKTA
a.Realisme: tidak dapat diobservasi dengan indra
b.Positivisme: dapat diobservasi dengan indra

Ontologi à teori tentang keberadaan, yakni gambaran tentang realitas (sosial) atau dengan kata lain asumsi, klaim, keyakinan tentang apa yang ada, apa yang merupakan realitas social
>>apa yang ingin kita ketahui
Epistemologi à teori tentang pengetahuan yang esensinya adalah gambaran dari upaya untuk menjawab pertanyaan mengenai apa dan bagaimana kita mengetahui realitas sosial , ilmu dari sebuah ilmu.
>>bagaimana caranya kita mengetahui
>> Posisi epistemologis/ Metodologi: Positivisme, Realisme ,Hermeneutik/ Interpretivis
Axiologià >>nilainya apa dari realitasnya

Realitas Sosial: Realitas Subjektif & Realitas Objektif
Pengetahuan yang ilmiah: Kumpulan pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakan dengan pengetahuan-pengetahuan lainnya. Cara mendapatkannya dengan menggunakan metode ilmiah

Ilmu Sosial >Memahami dan menjelaskan realitas sosial
>1. Pengetahuan tentang dunia sosial tidak bisa diperoleh hanya dengan melihat, mendengar, merasakan ataupun meraba, tetapi menuntut juga keyakinan
>2. Pengamatan tentang realitas seringkali juga sangat menyesatkan
>3. Realitas yang sama dipahmi dengan cara yang sangat berbeda-beda oleh orang yang berbeda

Pengetahuan Harian (Common Sense/CS):
 Isi CS: Fakta: a. sesama manusia, bentuk-bentuk kebudayaan, alam di sekitarnya
b. Sebab akibat dan keterangan
Ciri-ciri CS:     a. Kebetulan
b. Subjektif
c. Kurang bertalian
Cara CS Diperoleh:    a. Dengan jalan bahasa
b. Dengan jalan tradisi, adat kebiasaan

Ilmu Pengetahuan/Pengetahuan Ilmiah/lmu Empiris:
Unsur-unsur di dalam ilmu pengetahuan
q   Pengetahuan objektif
q  Dicari secara metodis, sistematis dan kritis
q  Keseluruhan pengetahuan yang koheren
q  Keterangan yang berlaku umum
q  Untuk bidang atau segi tertentu dari kenyataan

Posisi epistemologis/ Metodologi
q  Positivisme
q  Realisme
q  Hermeneutik (penafsiran) / Interpretivis

Metodologi:
  Kesatuan cara berpikir yang logis dan sistematis
  Berasal dari bahasa Yunani (methodos), dan Latin (methodus)
  Metodologi : meta (setelah, mengikuti), hodos (jalan), logos (kata, ujaran, rasio, ilmu)
  Jadi metodologi adalah :  cara yang didefenisikan secara jelas dan sistematis untuk mencapai suatu tujuan
  Jadi metodologi juga adalah: cara tertentu dalam memandang, mengorganisasikan dan membentuk kegiatan pengkajian

Idealisme: pemikiran ke arah lebih maju
Counter: membalik
Affrmasi: meneguhkan
Dekonstruksi: membongkar

ü  Positivistik:
-Menguasai “hukum alam” sehingga manusia bisa memprediksi dan mengontrol alam
-General
-Bebas nilai
-Metode à survey, eksperimen, evaluasi
ü  Interpretatif
-Mendeskripsikan makna “social actions”> memaknai sesuatu ex: mengapa berjilbab
-Nilai adalah bagian yang integral di dalam kehidupan sosial, sehingga tidak ada yang benar atau salah hanya berbeda
-Metode àHermeneutik, fenomenologi, etnografi (juga menjelaskan, no teatrikal)
ü  Critical
-Memberdayakan masyarakat dan mengubah “social life” secara radikal
-Ilmu berangkat dari sebuah nilai, ada nilai yang salah dan ada nilai yang benar
-Metode àParcipatory Research (PAR), metode kaum feminis


SOSIALISASI
Sosialisasi: proses di mana kita belajar melalui interaksi dengan orang lain, tentang cara berpikir, merasakan, dan bertindak, di mana kesemuanya itu merupakan hal-hal yang sangat penting dalam menghasilkan partisipasi sosial yang efektif
Kegunaan:
Ø  Pertama, memberikan dasar kepada individu bagi terciptanya partisipasi yang efektif dalam masyarakat,
Ø  Kedua memungkinkan lestarinya suatu masyarakat
Kondisi yang menunjang Sosialisasi:
Ø  Kematangan Biologis =tahapan usia (psikologis)
Ø  Lingkungan Sosial
Media Sosialisasi:
Ø  Keluarga =mediasi
Ø  Peers Group=KOMUNITAS
Ø  Sekolah
Ø  Media Informasi
Yang disosialisasikan:
Ø  Nilai à prinsip yang mendasari prilaku
Ø  Norma
à aturan baku, reward, punishment
à Cara (Usages)
àKebiasaan (Folkways)
àTata Kelakuan atau Norma Kesusilaan (Mores)
àAgama
à Adat Istiadat (Custom)
àNorma Hukum

Ø Eksternalisasi : Proses dimana individu dengan aktivitasnya baik fisik maupun mental, membentuk dunia sosial mereka. Aturan sosial adalah produk manusia dan itu berlaku selama manusia terus membuat aturan-aturan baru.
Ø Obyektifikasi : Sebagai proses pemahaman dan peneriman manusia terhadap keteraturan realitas sehari-hari.
Ø Internalisasi : Proses peresapan kembali realitas tersebut oleh manusia, dan mentransformasikan kembali dari struktur dunia obyektif ke dalam kesadaran subyektif.

Ø Manusia adalah organisme yang dilahirkan dalam struktur sosial obyektif yang sudah ada sebelumnya yakni dunia kehidupan yang telah dibangun oleh manusia pendahulunya dan akan terus dipertahankan atau bahkan dibentuk kembali oleh orang-orang setelahnya. Upaya mempertahankan melalui proses :
ü Sosialisasi : proses disebarluaskannya nilai kepada sebanyak mungkin penganutnya
ü Institusionalisasi : proses dimana nilai tersebut distabilkan dalam bentuk lembaga

INDIVIDUAL
       René Descartes
Membedakan individual sebagai sesuatu yang berbeda dengan dunia sekitarnya”, jadi ada pemisahan subject-object (dualisme). Pernyataan Descartes yang terkenal Cogito ergo sum”. Descartes adalah bapak rasionalisme.
       John Locke
Individual adalah “tabula rasa” (blanked space), yang dibentuk melalui pengalaman dan pendidikan. Kondisi dasar individu ini membentuk aliran pemikiran empirisme
       Hegel
Memahami individual ketika berangkat dari proses dialektis (tesis-antitesis-sintesis) di dalam dunia. Konsekuensinya, individu tak bisa memilih karena menjadi bagian dari sejarah perjalanan dunia. Dari sini berkembang aliran pemikiran idealisme. 
       Kierkeegard, Nietzsche, Sartre
à Kierkeegard menolak pandangan Hegel bahwa individual adalah bagian dari sejarah dialektis dunia yang tak terelakkan. Baginya, individual memiliki subjektivitas dan kapasitas untuk menentukan nasibnya sendiri. Gagasannya mengembangkan aliran pemikiran eksistensialisme
à Nietzsche memandang bahwa individual harus mendefenisikan diri sendiri. Dari gagasannya berkembang űbermensch (menentukan nasibnya sendiri).
à Sartre  menekankan pada autentisitas, responsibility dan free will dari individu
     Martin Buber
Di dalam konsep I-Thou yang dikembangkan oleh Buber, individual  tergantung pada bagaimana ia berelasi dengan dunia luar (the outside world), di mana ada dua cara: PertamaI-it relation (individu berelasi dengan dunia di luar dirinya (the external world) yakni dunia luar sebagai object yang terpisah jauh dari diri individual itu). Kedua,  I-thou relation (individu memiliki hubungan personal dengan dunia di luar dirinya, dan merasa bahwa ia adalah bagian dari luar dirinya). Dari gagasan Buber berkembang aliran pemikiran nondualism

COMMUNITY
Perspektif Sosiologi
       Community adalah kumpulan individu yang memiliki ikatan yang sangat kuat dan memiliki  “unity of will”, tanpa didasari oleh kepentingan pribadi, contoh keluarga, kinship
       Community terbentuk  karena adanya kesepakatan dari individu-individu yang memiliki kepentingan (self-interest)
Perspektif Psikologi
       Community terbentuk karena adanya “sense”.
       Sense community:
(1). Keanggotaan (membership),
(2). pengaruh (influence),
(3). integration and fulfillment of needs, dan
(4). shared emotional connection.

Types of community:
       Geographic communities: komunitas berdasarkan lokasi seperti lingkungan tetangga, desa, kota, provinsi, negara sampai planet. Di sebut juga sebagai communities of location.
       Communities of culture: komunitas berdasarkan etnisitas, agama, masyarakat plural, global community cultures of today. Bisa juga termasuk di dalamnya  communities of need or identity.
       Community organizations: komunitas berdasarkan informal (keluarga, kinship) dan formal (asosiasi perusahaan, economic enterprises, professional associations at a small, national or international scale)

SOCIETY
  Kata "society“ muncul pada abad ke-15 dan berasal dari bahasa Perancis, société, yang diturunkan dari bahasa Latin societas, yang artinya "friendly association with others, dari kata socius, yang artinya"companion, associate, comrade or business partner."
  Society sering dikontraskan dengan istilah culture. Clifford Geertz  mengatakan bahwa society adalah susunan jalinan dari relasi sosial, sedangkan culture atau kebudayaan disusun dari beliefs dan symbolic forms
  Di dalam ilmu politik, society sering dikontraskan dengan state. Perbedaannya, state bersifat dominatif dan hirarkis, sedangkan society bersifat egaliter dan terdapat natural relations antar individu
  a society is an economic, social and industrial infrastructure, in which a varied multitude of people are a part of.

MASSA

  1. Massa dilihat berdasarkan tujuan tertentu dengan ikatan emosi  yang dimobilisasi, seperti political rally dalam kampanye partai politik, sports game, hingga penjarahan (looting)
  2.  Massa dilihat tanpa tujuan yang sama, contoh kumpulan orang di pasar, mall
  3. Massa sangat potensial bagi terbentuknya chaos yang mengarah kepada negativitas
-Read More
• • •