CATATAN PERUBAHAN ASPEK SOSIAL, POLITIK, EKONOMI, SERTA KULTURAL DAERAH KOTAGEDE


Kotagede merupakan sebuah tempat istimewa bagian dari Yogyakarta. Di kotagede sendiri banyak sekali pengusaha perak sehingga daerah ini disebut dengan Kota Perak. Selain itu, peninggalan kerajaan majapahit masih dapat ditemukan di daerah ini, salah satunya adalah peninggalan kerajaan Mataram. Kotagede terkenal dengan orang-orangnya yang cenderung ramah dan senang bergotong royong. Kotagede merupakan sebuah daerah yang dipandang khusus, meskipun tidak terlalu besar daerahnyadan sangat dikenal di Yogyakarta. Kebanyakan warga masyarakat kotagede bekerja sebagai pengusaha dan pedagang. Suasana khas yang terlihat di daerah ini adalah dari pasarnya.

  • Dampak masa kepresidenan Soeharto sebelum Krisis Moneter terhadap sosial, politik, ekonomi, dan kultural
            Sama dengan daerah-daerah lain, masa pemerintahan Soeharto pada tahun  1994’an tidak begitu menimbulkan kerusuhan di daerah Kotagede. Rakyat masih terfasilitasi dengan baik. Pada saat itu banyak mahasiswa yang dimanjakan oleh fasilitas finansial dari Presiden Soeharto. Harga-harga pasar cenderung murah. Pada saat itu pula masih bisa dirasakan harga es krim yang hanya Rp 450,- serta buku-buku yang sangat murah. Warga Kotagede tidak begitu mengambil pusing dengan keadaan yang ada selama mereka masih bisa mengakses fasilitas serta keadaan masih bisa dipegang.
            Sosial masyarakat kotagede terjalin berbasiskan dengan kekeluargaan. Meskipun banyak sekali masalah-masalah ekonomi yang mulai timbul karena kerusuhan daerah luar Yogyakarta. Di Kotagede cenderung tidak memperhatikan strata yang berbeda. Tidak ada yang memperhatikan perbedaan antara kusir andong (kereta kuda) dan pengusaha toko karena mereka sering berinteraksi bersama. Hampir semua masyarakat kotagede mempunyai pemikiran yang sama tentang kebersamaan dan kekeluargaan meskipun mereka cederung tidak sering keluar dari daerah mereka untuk berinteraksi lebih dengan masyarakat luar
            Ketika Soeharto memerintah, tidak ada yang berani untuk melawannya. Di daerah kotadege sendiri tidak ada pemberontakan-pemberontakan politik. Tidak ada juga pawai partai-partai. Semua tunduk dan tidak berani macam-macam pada pemerintah. Meskipun begitu, karena memang di daerah kotagede tidak ada busaya memberontak, maka peraturan-peraturan yang ada tidak dilanggar.
            Budaya kejawen sangat melekat di kotagede. Mulai dari upacara tiap Jumat dan sesembahan di masjid Mataram, hingga daerah-daerah yang dipenuhi sesaji pada hari-hari tertentu. Melekatnya kebudayaan ini dikarenakan eratnya hubungan masyarakat dengan Keraton Yogyakarta. Karena itulah banyak sekali tempat-tempat yang diyakini sakral di kotagede.  Hubungan darah yang masih dekat juga membuat berbagai ritual kejawen tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Seolah menutup diri, masyarakat sekitar terkadang juga tidak menerima kemajuan yang sesuai dengan perkembangan jaman. Mereka kalangan tua sangat menjaga kebudayaan ini sehingga terkadang mereka menghindar dari luar secara berlebihan. Meski begitu, bukanlah sebuah keberatan yang dirasakan ketika mereka melakukan ritual tersebut, tetapi lebih pada rasa aman yang mereka dapatkan.
Pemerintahan Soeharto bisa saja tidak berpengaruh secara langsung, tetapi banyak manfaat yang dirasakan masyarakat khususnya dibidang ekonomi meskipun pada faktanya hutang negara membengkak. Selain itu banyak kebijakan yang menguntungkan rakyat. Yang lebih membanggakan lagi, Indonesia saat pemerintahan Soeharto menjadi Macan Asia.

  • Keadaan saat Krisis Moneter dan setelahnya
Adanya krisis moneter pada tahun 1997-1998 membuat keadaan memburuk saat harga naik melambung melewati batas kemampuan pembeli.perubahan harga Dollar membuat inflasi pemerintah.  Pekenonomian daerah Kotagede menjadi ktitis. Di daerah luar Yogyakarta banyak terjadi kerusuhan dan meminta Presiden Soeharto turun dari jabatan. Tetapi lain halnya dengan masyarakat Kotagede yang tetap tidak membuat kerusuhan.
Pengrajin perak banyak yang tidak bekerja karena tidak bisa menggaji pegawai-pegawainya. Akibatnya pengangguran melonjak tinggi. Banyak pengrajin perak yang beralih profesi menjadi tukang parkir. Hal tersebut juga mempengaruhi keadaan masyarakat yang menjadi terganggu dan kekurangan bahan makanan akibat harga naik lima kali lipat. Orang yang kehilangan pekerjaannya tidak bisa membiayai hidup keluarganya. Tidak lama kemudian terjadilah antisipasi masyarakat agar tidak banyak keluar rumah karena ditakutkan akan adanya keributan.
Beberapa tahun kemudian masyarakat Kotagede mulai membasakan diri dengan keadaannya. Kenaikan harga yang tinggi mulai dibiasakan di pasar, dan masyarakat bisa mengerjakan sesuatunya seperti sedaia kala. Banyak pengangguran yang mulai membuka usaha kecil-kevilan untuk mencari penghasilan. Meskipun begitu, yang paling menderita adalah pengrajin perak karena tidak banyak perak yang bisa dijual. Di lain pihak, mahsiswa telah berhasil menurunkan jabatan Presiden Soeharto untuk mencegah terjadinya kehancuran bangsa. Pengunduran diri Soeharto terjadi pada 21 Mei 1998 saat itulah kedudukannya digantikan oleh B. J. Habibie. Saat pergantian itu juga kotagede tidak menyoroti kerusuhan dan kolaps. Semua dilakukan dengan tenang dan teratur.
Pada tahun 2000, telah banyak perubahan yang terjadi di Kotagede. Perubahan jaman telah diterima masyarakat luas. Tidak ada penutupan tradisi yang dilakukan. Selain itu tradisi-tradisi yang sekiranya tidak begitu terikat kuat, mulai ditinggalkan. Mulai dari saat itulah kemajuan telah banyak terjadi di Kotagede. Masyarakat teah mulai membuka diri dan membaur dengan dunia luar. Meski begitu, Kotagede masih berupa daerah yang istimewa karena kebudayaannya dan ciri khasnya masih tetap dijaga dan merupakan kekayaan nusantara.

  • Analisis dan interpretasi tentang realitas yang terjadi di Kotagede
Realitas yang terjadi di kotagede sebagai dampak dari perubahan jaman seiring dengan berjalannya waktu. Dimana saat adanya pemerintahan yang berbeda dan kekacauan yang terbentuk di luar Yogyakarta terjadi. Dari masyarakat yang baik inilah terbentuk pula ketenangan daerah. Peraturan yang disusun untuk ditaati. Kotagede juga merupakan daerah berbudaya yang kuat, masih melekat kebudayaan jawa yang sama dengan Keraton Yogyakarta. Tetapi bisa diambil kesimpulan dari perubahan yang ada adalah bagian dari pergerakan sejarah yang maju seiring dengan waktu. Dari sanalah bisa diajarkan untuk lebih bersopan santun karena masyarakat kotagede memiliki rasa dan adab yang kuat.

Proses perubahan yang terjadi di kotagede sejatinya adalah salah satu dari banyaknya bagian sejarah yang tidak tercatat di buku sejarah negara. Tetapi dari sanalah bisa diambil kesimpulan jika sejarah itu bersifat terus menerus dan berkelanjutan. Perubahan yang terjadi serta kemajuan-kemajuan membuat sejarah menjadi pelajaran yang berharga untuk mengambil keputusan di masa depan.
• • •

0 comment:

Posting Komentar

Kindly write your comment