Kondisi Sosial dan Politik Masa Kelahiran Orde Baru

Kondisi Sosial dan Politik Masa Kelahiran Orde Baru

Setelah meletusnya G30S PKI yang mengakibatkan kondisi sosial politik memburuk, rakyat meminta banyak perubahan dan tuntutan agar ada perbaikan terhadap pemerintahan Soekarno. Pada era pemerintahan Orde Lama yang mulai keadaannya tidak aman, Soekarno memberikan mandat kepada Soeharto untuk melaksanakan kegiatan keamanan. Pada 11 Maret 1966 muncullah super Semar yang mengawali masa Orde Baru. Masa tersebut mempunyai seorang tokoh sangat terkenal dengan cara pemerintahannya yang keras, yaitu Soeharto. Soeharto terkenal dengan kekuasaannya yang banyak terjadi diiringi kekerasan dan atiran-aturan yang memberatkan. Pemerintahannya bersifat otoriter dan sentralisasi. Namun dibalik itu, Orde Baru masih memberikan kebaikan untuk negara.
            Pada awal pemerintahannya, Orde Baru mampu menata tatanan polik pemerintahan secara baik, Soeharto mengubah sistem kebijakan dalam dan luar negeri secara dramatis meskipun dalam perkembangan berikutnya banyak terjadi penyimpangan. Pemerintahan pada masa itu sangat erat dengan kekerasan dan pemaksaan dimana sanksi kriminal diberikan pada pemberontak, tetapi di sisi lain kemakmuran rakyat terjamin, barang-barang pemenuhan hidup dapat diakses dengan mudah akibat dari pinjaman-pinjaman besar ke luar negeri untuk menyejahterakan ekonomi rakyat.
Mulai 1997 setelah kondisi politik-sosial-ekonomi mulai tidak stabil, maka terjadilah penindasan oleh pemerintahan. Hal tersebut merupakan pengrusakan aspek sosial di masyarakat. Pemaksaan institusi untuk kepentingan politik dilakukan karena tuntutan akan kestabilan di pemerintahan. Namun pada masa itu pula kesenjangan sosial semakin meningkat akibat kebijakan yang berorientasi pertumbuhan dan melupakan pemerataan serta distribusi yang adil. Beratnya hukuman yang akan ditimpakan kepada orang-orang yang sekiranya dapat menjadikan ancaman bagi pemerintah membuat masyarakat umum memilih diam. Pemikiran-pemikiran yang terpendam membuat konflik tersendiri di beberapa kalangan baik perseorangan maupun golongan.

Pada pemerintahan Soeharto, Indonesia dapat menjadi negara yang terpandang di dunia baik dari politik pemerintahan hingga budayanya. Hal tersebut salah satu hasil dari adanya Orde baru. Kesuksesan lain adalah ketika kebijakan-kebijakan dapat terealisasikan. Contohnya adalah sukses transmigrasi. Adanya transmigrasi yang dilakukan agar seimbangnya pertumbuhan penduduk sendiri. Soeharto yang merupakan Bapak dari perubahan tersebut tidak melupakan hal tersebut dalam upayanya merubah sistem pemerintahan. Namun banyaknya konflik yang terjadi di masyarakat membuat ketakutan tersendiri di masyarakat sehingga mereka enggan untuk keluar rumah dan tertekan. Pemerintah sendiri sangat ketat dalam urusan keamanan dan tidak transparan dalam pengunaan dana. Apabila ada pihak yang ikut campur dalam urusan pemerintahan maka bisa dipastikan pihak tersebut merupakan pemberontak dan akan dijatuhi hukuman.
Kondisi sosial serta politik pada masa Orde baru terasa mencekam mengingat otoritas pemerintah yang tidak bisa diganggu gugat serta aturan-aturan main yang tentunya bersanksi berat jika dilanggar. Ancaman yang berkelanjutan membuat banyak pihak mencoba berontak secara sembunyi-sembunyi. Anggota pemerintahan sendiri juga takut dengan para pemimpin pusat, sehingga sistem yang ada tidak bisa diubah begitu saja. Keterikatan akan HAM yang disalah artikan oleh bangsa membuat kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah semakin sulit dipahami. Namun berbeda dengan masa pemerintahan Soekarno atau Orde Lama, pada pemerintahan Soeharto, Indonesia menjalin hubungan baik dengan luar negeri serta tidak lagi dibenci oleh negara-negara lain. Sebutan Macan Asia juga didapatkan Indonesia pada pemerintahan Soeharto. Selain itu, bahasa Indonesia juga merupakan bahasa yang banyak dipilih negara-negara lain sebagai bahasa yang diajarkan di tempat pembelajaran.
Pada dasarnya pemerintahan Soeharto pada Orde Baru dipandang lebih baik daripada Reformasi karena masyarakatnya lebih makmur dan negara dapat maju di pendidikan secara signifikan. Kehidupan sosial yang ada juga berbeda dengan masa Reformasi. Sosial saat itu masih banyak sisi baiknya dilihat dari pertumbuhan yang baik serta seimbang dengan aspek lain. Untuk aspek politik pada Orde Baru bahkan dapat dibilang stabil mengingat penjagaan sistem yang baik meskipun pada akhirnya banyak terjadi korupsi dan penggelapan dana. Namun yang paling ditekankan pada masa itu adalah masyarakat berada pada tekanan dan aturan yang kuat dari pemerintah meskipun mereka telah dicukupi kebutuhannya secara baik.
           

Referensi:
PRIMAGAMA, Team, 2011, Paket Sukses Snmptn, Sejarah: Orde baru, hal 37

Sistem politik Orde Baru diunduh dari http://www.scribd.com/doc/40581316/Sistem-Politik-Orde-Baru pada 27 November 2011 pukul 21.00
• • •

0 comment:

Posting Komentar

Kindly write your comment