Pembangunan di Singapura


SEJARAH SINGAPURA
Keberhasilan Singapura tidak trlepas dari perdana menteri Lee Kuan Yaw, ia menjadi menteri sejak 1959 sebelum bergabung dengan Malaysia. Ia merupakan pemimpin yang otoriter yang mampu mempertahankan kekuasaan 7 kali berturut-turut.Pada tahun 1961 Teuku Abdul Rahman yang merupakan Menteri Malaysia membentuk beberapa negara federasi yaitu Singapura, Brunei, dan Serawak. Namun karena banyak perbedaan dengan Malaysia maka pada tanggal 9 Agustus Singapura keluar melalui referendum. Pada awalnya kadaan Singapura seperti negara Chili dan Mexico. Namun Lee memimpin negara seperti perusahaan yang mmbutuhkan tekad, kerja keras, dan kedisiplinan tinggi. Strategi yang dilakukan adalah bina bangsa (nasional building) dan orientsi pembangunan adalah pertumbuhan ekonomi.
Bina bangsa karena Singapura adalah negara kecil yang multi etnis yang rawan konflik, dengan semangat ini ia menanamkan rasa nasionalisme sehingga rakyat dapat terintegrasi. Kemudian orientasi pembangunan pada pertumbuhan ekonomi maka pemerintah akan mnerapkan kebijakan public yang efektif dan efisien. Menteri Lee adalah seorang yang otoriter, beliau menutup saluran demokrasi karena demokrasi dianggap sebagai penghambat pembangunan terutama bagi negara yang multi etnis seperti singapura karena akan rentan konflik. Bentuk otoriterisme yang lainnya adalah masyarakat akan mendapat hukuman apabila tidak menuruti aturan pemerintah. Namun semua rakyat mematuhinya karena mereka sadar itu demi kemajuan Singapura sendiri.
Perdana Menteri Lee juga sangat menaruh perhatian terhadap pendidikan di Singapura karena beliau sadar masa depan Singapura terletak di dalam pendidikan generasi penerusnya. Pendidikan di Singapura berorientasi pada minat dan bakat siswanya sehingga mampu dikembangkan semaksimal mungkin karena kemampuan setiap anak berbeda-beda. Selain itu kurikulum pendidikan singapura juga kental dengan semangat wirausaha yang mementingkan inovasi dan kreasi siswanya.Biaya pendidikan di singapura juga tergolong murah dan banyak beasiswa bagi siswa yang kurang mampu. Selain itu pemerintah juga sangat memperhatikan kesejahteraan guru sehingga kualitas pengajarnya juga baik. Dengan semua usaha ini terbukti bahwa pendidikan di Singapuradalah pendidikan yang baik dan bermutu.
Singkat kata perdana menteri Lee Kuan Yew telah berhasil membangun Singapura menjadi negara maju. Beliau adalah founding fathernya Singapura. Beliau telah berhail membawa pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Singapura. Namun dalam paper ini yang akan kami bahas bukan kesuksesan perdana lee tetapi kelanjutan dari pembangunan di Singapura setelah mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi.  Ternyata Singapura adalah negara yang telah mempersiapkan pembangunananya secara keseluruhan setelah pertumbuhan ekonominya tercapai, Singapura mulai melakukan pembangunan berkelanjutan yaitu pembangunan yang memperhatikan lingkungan pula karena tanpa didukung oleh lingkungan yang baik dan sustainable maka pembangunan yang dilakukan sebelumnya akan sia-sia. Berikut akan dibahas secara lengkap tentang pembangunan berkelanjutan di Singapura.

PROGRAM  PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI SINGAPURA
Cetak biru didasarkan pada pemikiran The Singapore Way, digambarkan sebagai pertumbuhan perekonomian yang dinamis dengan tetap menyertakan kualitas lingkungan hidup yang baik bagi Singapura di masa kini dan mendatang. Melihat bahwa perkembangan negara Singapura melesat dengan begitu cepatnya, perlu memperhatikan dampak pada aspek-aspek kehidupan di luar aspek ekonomi yang tentu saja menuai keuntungan dari perkembangan ini. Misalnya saja aspek lingkungan, kelestarian lingkungan harus tetap dijaga seiring dengan pertumbuhan pada sisi ekonomi, begitu juga pada aspek sosial. Sehingga Singapura dapat menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi, sosial, dan keberlanjutan lingkungan hidup, bagaimana kemudian pembangunan diterapkan tidak semata-mata berdiri di atas pijakan keuntungan ekonomi namun juga harus berada pada lingkungan yang sehat.
          Pembangunan berwawasan lingkungan yang dilaksanakan di Singapura memiliki fokus kerja antara lain mengembangkan efisiensi sistem air bersih dan energi, sistem daur ulang, hingga aturan penghijauan. Singapura menerapkan adanya keseimbangan antara ekonomi, sosial dan lingkungan daam penerapan kebijakan pembangunan. Hal ini mengingat bahwa perkembangan wilayah Singapura yang semakin cepat lambat laun akan berdampak pada lingkungan yang semakin kritis. Untuk mengatasi hal-hal yang berdampak pada lingkungan dalam proses pembangunannya maka Negara Singapura menerapkan strategi pembangunan yang idealnya kan dicapai di tahun 2030, yaitu :


a)       Pengurangan intensitas energi (per dolar PDB) sebesar 35% pada tahun 2030.
Menghemat energi tentu dapat dijadikan sebagai salah satu kiat dalam pembangunan berkelanjutan. Mengapa? Menghemat energi juga berarti menghemat biaya karena dengan menggunakan energi sesuai dengan kebutuhan dan pada saat yang diperlukan akan mengurangi pembengkakan biaya akibat dari konsumsi energi yang berlebihan. Hidup tentu tidak hanya di masa sekarang namun juga perlu untuk memperhatikan kehidupan di masa yang akan datang, dengan menghemat energi di masa sekarang maka konsumsi energi di masa depan tentu akan tercukupi. Dengan adanya hal ini maka dapat dikatakan bahwa pembangunan telah berjalan secara berkelanjutan karena tidak hanya memperhatikan masa sekarang namun juga kondisi di masa depan.
b)       Peningkatan tingkat daur ulang dari 56% pada tahun 2008 menjadi 70% di tahun 2030.
Bagaimana kemudian dengan melakukan daur ulang, sampah yang tadinya sudah tidak dapat digunakan lagi menjadi lebih bermanfaat. Dengan melaksanakan daur ulang juga mengurangi jumlah sampah yang ada, hal ini juga memberi pengaruh yang besar pada pengurangan pelepasan CO2 ke udara. Seperti yang kita ketahui bahwa sampah biasanya dimusnahkan dengan cara dibakar padahal pembakaran sampah adalah salah satu sumber dari terjadinya penipisan ozon sehingga dengan mengurangi jumlah sampah yang ada dengan cara mendaur ulangnya akan dapat meminimalisir polusi udara di bumi.
c)       Pengurangan jumlah konsumsi air domestik dari 156 liter per kapita per hari di 2008 menjadi 140 liter per kapita per hari pada tahun 2030.
Pemakaian air yang tidak sewajarnya atau secara berlebihan akan membawa dampak negatif pada generasi mendatang sehingga air yang merupakan sumber daya tak terbatas sekalipun harus digunakan secara bijak agar di masa yang akan datang, manusia tidak akan kesulitan dalam memperoleh air bersih.
d)       Minimal 80% dari bangunan yang ada sudah memiliki rating Green Mark Certified (tingkat efisiensi energi minimum) pada tahun 2030.
Dengan memiliki label green pada bangunan yang didirikan maka hal itu memperlihatkan bahwa bangunan yang ada adalah bangunan yang ramah pada lingkungan. Dalam artian bahwa bangunan tersebut mengonsumsi energi secara efisien dan seperlunya atau seminimum mungkin. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa penggunaan energi secara bijak akan membawa dampak positif di masa kini dan masa mendatang, yang hal tersebut mencerminkan pembangunan yang dilakukan dengan asas berkelanjutan. Hal ini dilakukan agar sumber daya yang ada tetap lestari dan dapat dimanfaatkan sepanjang hayat sepanjang manusia hidup di muka bumi.
e)       Mengurangi konsumsi energi di bidang umum dan perkebunan masing-masing sebesar 20% dan 30%
f)        Penyediaan 0,8 ha taman tanah per 1000 orang pada tahun 2030.
Adanya taman di antara gedung-gedung pencakar langit tentu sangat baik bagi kehidupan ekosistem dimana taman merupakan penghasil oksigen yang akan sangat bermanfaat bagi manusia. Melihat perkembangan negara Singapura yang begitu maju pesat diiringi dengan pertumbuhan ekonomi yang juga demikian maju, semakin banyak gedung-gedung pencakar langit yang mendominasi lahan kosong yang seharusnya dapat digunakan sebagai wilayah dimana udara segar bisa didapat. OKI, strategi ini diharapkan dapat menyeimbangkan ekosistem yang ada di alam.
g)       Menerapkan Keanekaragaman Hayati Nasional Strategi dan Rencana Aksi untuk penelitian, dokumen, dan melestarikan keanekaragaman hayati di Singapura.
h)       Mengembangkan indeks keanekaragaman Kota dengan mitra internasional untuk mempromosikan upaya konservasi keanekaragaman hayati di antara kota-kota di seluruh dunia.
          Pengurangan akan penggunaan energi menjadi poin yang paling utama untuk dilaksanakan. Hal ini dilakukan Singapura mengingat penggunaan akan cadangan minyak bumi dan biogas sangat tinggi. Sumber daya minyak dan gas yang digunakan Singapura selama ini menggunakan pasokan import yang menghabiskan dana yang tidak sedikit, sehingga diperlukan adanya skema untuk menghemat penggunaaan energi di Singapura yang dicanangkan melalui pengurangan penggunaan energi. Program daur ulang pun dicanangkan untuk penghematan bahan baku industri yang terbatas di Singapura.
          Wilayah Singapura yang hanya memiliki luasan yang kecil serta daratan yang banyak dikelilingi laut memaksa pemerinah untuk pengurangan konsumsi air domestik. Untuk ketersediaan air bersih Singapura masih bergantung pada Malaysia sehingga pencanangan penghematan energi air diperlukan untuk menghemat pengeluaran beban negara. Hal ini juga berkaitan langsung dengan iklim investasi di Singapura yang mengalami kenaikan yang signifikan dalam bentuk pembangunan mall, hotel serta apartemen yang sangat pesat, sehingga kebutuhan akan air tanah untuk konsumsi di Singapura menjadi terbatas.
          Program lain yang dilaksanakan Singapura, kini mulai mencanangkan pengembangan kawasan hijau untuk taman, hal ini dilakukan untuk pengembangan kawasan pariwisata sehat yang kini mulai dilaksanakan di Singapura. Kebutuhan akan taman sebagai penghijauan dinilai memberikan kontribusi untuk pembangunan berkelanjutan serta konservasi hayati yang memperhatikan alam. Konsep penghijauan juga diterapkan dalam pembuatan bangunan yang berwawasan lingkungan dengan menerapkan  penghijauan pada areal bangunan dengan kualifikasi tertentu.
          Meskipun tidak ada penyebutan target pengurangan karbon, namun Pemerintah Singapura menekankan bahwa program-program tersebut terutama ditujukan untuk mendukung ekonomi Singapura tumbuh lebih tinggi. Hal ini akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan standar hidup kita, dan menghasilkan sumber daya yang butuhkan untuk menjaga lingkungan. Tetapi disisi lain harus tumbuh secara berkelanjutan, melindungi lingkungan dengan standar kesehatan yang tinggi bagi masyarakat. karena pada kelestarian alam yang dijaga mkn ada dukungan pengembangan ekonomi yang dapat diperoleh dari alam untuk kesejahteraan masyarakat.

PERBANDINGAN PEMBANGUNAN SINGAPURA DAN INDONESIA
Kemajuan Singapura ini sangatlah kontras apabila dibandingkan dengan Indonesia. Luas wilayah Singapura memang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Indonesia, apalagi melihat kekayaan alamnya. Kekayaan alam Indonesia jauh lebih berlimpah dibandingkan dengan Singapura yang kecil dan jumlah penduduknya sangat sedikit.
Indonesia merupakan negara besar di kawasan Asia Tenggara yang letak geografisnya sangat strategis sehingga pada masa lampau Indonesia banyak disinggahi oleh pedagang-pedagang dari Eropa, China, dan Arab, hingga akhirnya Indonesia terjajah selama berabad-abad. 
Indonesia memiliki luas wilayah yang luas, baik darat maupun laut. Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah, seperti hasil laut, hasil hutan, pertambangan, pertanian, dan lain sebagainya. Indonesia juga merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia yang artinya memiliki banyak tenaga untuk membangun Indonesia menjadi negara yang unggul daripada negara-negara lainnya.
Namun Singapura ternyata lebih beruntung daripada Indonesia yang terlahir kaya namun tetap menjadi negara berkembang setelah sekian lama. Singapura ternyata lebih berhasil membangun negaranya menjadi sangat maju tanpa harus bergantung dengan kekayaan alam semata. Singapura juga memiliki sumber daya manusia yang sangat berkualitas sehingga jumlah penduduk yang sedikit itu mampu membangun negaranya menjadi lebih makmur mengalahkan Indonesia dengan jumlah penduduk besar namun masih lemah secara sumber daya manusia. Kemajuan yang dialami oleh Singapura ini dipengaruhi oleh :
Strategi pembangunan yang digunakan oleh Lee Kuan Yew adalah bina bangsa (nation building)  dan orientasi pembangunan pada pertumbuhan ekonomi. Ia memilih proses bina bangsa karena Singapura merupakan negara kecil yang multietnis yang selalu rawan konflik. Dengan melakukan bina bangsa, ia menanamkan semangat nasionalisme yang tinggi terhadap rakyatnya. Jika rasa nasionalisme benar-benar tertanam secara kuat dalam tiap individu, niscaya tidak akan ada konflik-konflik karena perbedaan etnis, agama, ataupun bahasa, sehingga diharapkan rakyat akan tetap terintegrasi dan memunculkan kestabilan untuk mendukung pemerintah. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.Setiap Negara memiliki kebudayaan masing-masing, tergantung dari suku, agama, adat-istiadat dan lain sebagainya yang mempengaruhi pola hidup masyarakat itu sendri. Begipula dengan Indonesia dan Singapura. Keduanya memiliki kebudayaan masing-masing yang menyebabkan adanya perbedaan antara kedua negara tersebut. Sama halnya dengan Indonesia, Negara Singapura juga terdiri dari berbagai macam suku yaitu didominasi oleh 77% penduduk etnis China., Melayu dan India.
Akan tetapi meskipun terdapat keragaman suku dan budaya, kerukunan dan saling menghargai terpelihara oleh masyarakat tersebut. Setiap kaum di Singapura masih berpegang teguh kepada adat dan budaya masing-masing dan ini dibuktikan dengan adanya berbagai perayaan yang terdapat di Singapura seperti Tahun Baru Cina, Hari Wesak, Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Deepavali, Natal dan Tahun Baru.
 Kemudian yang kedua adalah orientasi pembangunan pada pertumbuhan ekonomi. Dengan orientasi pembangunan seperti ini maka pemerintahnya akan menerapkan kebijakan publik yang rasional dan selalu memikirkan efisiensi dan efektivitasnya.
Hal pertama yang dilakukan oleh pemerintah Singapura adalah menutup saluran demokrasi, karena demokrasi dianggap sebagai penghambat pembangunan. Apalagi dengan komposisi negara yang multietnis dan dikhawatirkan akan memunculkan konflik sosial. Karena itu pemerintah Singapura tersentralisasi demi mencapai efisiensi dan juga menetapkan aturan-aturan yang keras dan tegas. Misalnya aturan-aturan untuk menekan kelompok oposisi dan pembatasan hak berpendapat bagi rakyat. Hukuman akan selalu didapat apabila ada orang-orang yang menentang kebijakan pemerintah. Penerapan sistem otoritarian tersebut ternyata berhasil untuk mewujudkan ketertiban dalam negara Singapura, melaksanakan pasar ekonomi terbuka, dan pemerintahan yang bebas korupsi. Hal itu terjadi karena apa yang telah dilakukan oleh pemerintah Singapura semata-mata demi memajukan dan menyejahterakan rakyat Singapura itu sendiri, walaupun harus dengan jalan antidemokrasi dan otoriter. Dengan pemerintahan yang otoriter tersebut pemerintah Singapura telah terbukti mampu membangun negaranya menjadi negara maju dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi rakyat Singapura untuk tidak mendukung pemerintahnya. Demokrasi dinilai layak dijalankan pada sebuah negara dengan kehidupan ekonomi dan politik yang stabil dan kondisi warga negaranya yang sudah berpendidikan.
Sadar akan pentingnya pengetahuan sebagai penentu kesuksesan masa depan, pendidikan kemudian menjadi salah satu fokus pembangunan pemerintah Singapura. Sistem pendidikan yang diterapkannya pun berorientasi pada minat dan bakat siswa sehingga mampu mengembangkan potensi para siswanya.
Selain itu dalam hal pendidikan, Singapura bisa dibilang maju, ini karena bahasa pengantarnya yang multibahasa (bahasa Inggris, Melayu, Mandarin, dan Tamil) karena warga negaranya yang multietnis pula. Selain itu kurikulum pendidikan di Singapura juga sangat berorientasi pasa semangat wirausaha yang sangat mementingkan adanya inovasi, kreasi, juga kemampuan berkompetisi para siswanya. Silabus dan kurikulum yang ada selalu dievaluasi oleh Departemen Pendidikan. Mereka selalu menyisipkan hal-hal baru ke dalam silabusnya agar pendidikan dan pengetahuan siswanya di sana selalu up to date. Setelah lulus dan memasuki dunia kerja pemerintah memberikan banyak pelatihan kerja yang profesional hingga mampu mengembangkan keterampilan siswa-siswanya. Walaupun Singapura merupakan negara maju yang rata-rata penduduknya sudah mampu, pemerintah tidak lantas menyamaratakan semua dengan menetapkan biaya pendidikan yang mahal, tapi tetap memberikan keringanan bagi warganya yang tidak mampu dengan memberikan beasiswa. Biaya sekolah di sana pada dasarnya cukup murah, hanya saja diperlukan sedikit tambahan biaya untuk sarana penunjangnya seperti buku, atau transportasi.
Hal yang mendukung kemajuan pendidikan Singapura adalah kualitas tenaga pengajar dan perhatian pemerintahnya terhadap guru. Pemerintah memberikan gaji yang memadai bagi guru dan dosen sehingga minat warganya untuk menjadi guru sangat besar. Bahkan yang berminat menjadi guru di sana tidak hanya berasal dari dalam negeri sendiri tapi juga dari luar negeri.
Perbedaan-perbedaan kebudayaan antara Indonesia dengan Singapura antara lain kedisiplinan dan ketertiban yang ada di Singapura sangat berbeda dengan yang ada di Indonesia. Masyarat Singapura sangat menaati peraturan yang berlaku, seperti hampir tidak ada orang yang melanggar lalu lintas contohnya ketika lampu lalu lintas berwarna merah para pengendara akan berhenti sampai lampu berwarna hijau. Sepanjang perjalanan Singapura tidak pernah tendengar bunyi klakson yang bertubi-tubi seperti di Indonesia. Meskipun dalam antrean panjang, mereka sangat sabar. Tidak ada umpatan kata-kata kotor atau bunyi klakson ketika ada pejalan kaki/kendaraan lain yang nylonong masuk.
Di Singapura, kedisiplinan dan budaya bersih ditanamkam sejak usia dini, perilaku disiplin dan hidup bersih ditanamkan sewaktu mereka masih duduk di bangku sekolah. Kita bisa menyaksikan sendiri bagaimana disiplin perilaku warganegara dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan. Contohnya Ketika berada di salah satu kawasan perdagangan, terlihat ada seorang anak kecil yang sengaja turun dari mobilnya hanya “sekedar” membuang bungkus permen ke tempat bak sampah. Kita semua sangat memahami bahwa perilaku warga negara yang sedemikan hebat ini tentu tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan saja. Pemerintah sebagai institusi yang diberi mandat oleh rakyat untuk “Mengatur” juga memiliki peran dan tanggung jawab yang besar terhadap ketertiban perilaku warganya.
Pemerintah Singapura berupaya protektif terhadap warganya ditunjukan dengan memberlakukan peraturan yang sangat ketat dalam makan minum sembarangan, perdagangan rokok, dan kendaraan bermotor. Maka di Singapura tidak akan dijumpai orang yang makan minum dan merokok di sembarang tempat. Menurut informasi pemerintah bersikap  tegas dengan memberlakukan tarif yang sangat mahal terhadap rokok dan motor tersebut. Maka kalau ada orang bertanya, benda apa yang paling mahal di Singapura? Jawabannya yaitu rokok dan sepeda motor. Harga rokok kretek di Singapura amat mahal. Pajak cukainya saja jika masuk ke negara singa tersebut adalah SGD $12 (setara dengan Rp80.000).
Kebijakan itu diambil pemerintah untuk menekan penggunaan rokok di Singapura, karena pemerintah menginginkan orang dan lingkungan Singapura lebih sehat. Asap rokok tidak hanya berbahaya bagi para perokok sendiri tetapi malah lebih berbahaya bagi orang lain sebagai perokok pasif. Pemerintah Singapura menerapkan denda bagi orang yang makan minum di sembarang tempat dengan denda $500 dan bagi perokok di sembarang tempat didenda $1000. Untuk itu pemerintah sudah menyediakan tempat khusus untuk makan minum dan merokok.
Selain Itu sepeda motor di Singapura harganya sangat mahal. Tapi itu juga merupakan kebijakan pemerintah untuk menekan populasi kendaraan roda dua tersebut. Pemerintah Singapura mendisain agar warganegaranya menggunakan angkutan “massal” jika hendak bepergian jauh. Angkutan massal mereka dinamakan MRT (Mass Rapid Transit), semacam kereta api bawah tanah yang nyaman dan tentu saja sangat bersih. Mungkin juga Singapura belajar dari Indonesia dimana sepeda motor tumbuh bagaikan tawon. Alhasil lalu lintas semrawut dan polusi udara pun luar biasa. Tidak hanya itu, berapa angka kecelakaan setiap harinya yang disebabkan oleh kendaraan roda dua tersebut.

Dari penjelasan diatas,  dapat dilihat bahwa terdapat dua pandangan yang telah berhasil dipatahkan oleh pemerintah Singapura, Lee Kuan Yew, yaitu semakin lama berkuasa, akan semakin korup, dan seorang diktator tidak akan mampu menyejahterakan rakyat. Selama ini image seorang diktator adalah berkuasa demi kepentingan pribadi dan kelompok semata, yang cenderung korup dan rakyat menderita karenanya. Namun Lee Kuan Yew berhasil membuktikan bahwa suatu negara juga bisa maju dan sejahtera walaupun tanpa demokrasi dan pemerintahan yang otoriter.

Setelah negaranya menjadi maju, Lee Kuan Yew sebagai pemimpin tidak lantas lupa diri. Ia tetap menjadi sosok yang sederhana, bersih, jujur dan bebas korupsi. Ia rela memotong gajinya sendiri dan menaikkan gaji para pejabat yang lain.

Sebenarnya gaya kepemimpinan Lee Kuan Yew tidak jauh berbeda dengan Soeharto, yaitu pemimpin yang otoriter. Mereka berdua pun mampu membawa negaranya ke arah kemajuan pada masa itu, namun ada satu kekurangan yang luput dari perhatian Soeharto, yaitu melakukan regenerasi kepemimpinan. 



DAFTAR PUSTAKA

  • http://www.theglobalreview.com/content_detail.php?lang=id&id=1289&type=6#.UrimvSf0_SY
  • http://app.mewr.gov.sg/web/contents/ContentsSSS2.aspx?ContId=1297
  • http://app.mewr.gov.sg/web/contents/ContentsSSS2.aspx?ContId=1293
  • http://www.edb.gov.sg/content/dam/edb/en/resources/pdfs/publications/SingaporeBusinessNews/aug-2013/Singapore-Business-News-Aug-2013.pdf
  • http://www.ura.gov.sg/skyline/skyline12/skyline12-03/special/URA_Designing%20our%20City%20Supplement_July12.pdf
• • •

0 comment:

Posting Komentar

Kindly write your comment