My Russian Mam

Well, semenjak ketemu Iriana waktu JIHW 2014, doi kerap ngirimin little gift ke aku melalui temennya yang kebetulan main ke Indinesia.
Doi sebenernya bukan bule dampinganku, tapi ga sengaja kita satu mobil pas jemput tamu di airport. Mulai dari sana aku sering say hello sama doi. Doi adalah salah satu bule yang baik banget, beberapa kali ketemu di event, ngasih souvenir melulu. Aku sih seneng-seneng aja, dan minta kartu namanya buat dikontak lebih lanjut.

Sebelum kita perpisahan aku ngasih kenang-kenangan berupa notes yang terbuat dari daun dan kayu. Kayaknya sih doi terkesan gitu.

Udah selang beberapa waktu aku kirim doi email sekedar ngucapin selamat tahun baru atau apalah, yang akhirnya kita ngobrol lewat whatsapp. Doi seneng banget curhat tentang suaminya yang pelaut, anak-anaknya, piaraannya, jalan-jalannya, rumahnya, orangtuanya, dan temen-temennya. Doi juga ngirim banyak foto. Wih bikin ngiler pengen main ke Russia. Aku ga paham pekerjaan doi sebenernya apa, tapi kata temennya doi adalah guru, dan di kartu namanya doi kerja di international affair department manaaa gitu lupa.

Beberapa gift dari Irene yang udah sampai disini adalah coklat, permen, gantungan kunci, magnet, postcard, dvd tentang Russia, bros, hiasan meja, dan miniatur lonceng gereja yang ada ukiran Moscow-nya.
Kalau liat barang-barang ini, motivasi berkiprah di luar negeri semakin membara. Mwahahahaha...

• • •

0 comment:

Posting Komentar

Kindly write your comment