PROGRAM JAMBANISASI PNPM MANDIRI PERKOTAAN DI KELURAHAN PALBAPANG, KABUPATEN BANTUL

Ringkasan
Program Jambanisasi yang merupakan salah satu program PNPM Mandiri Perkotaan untuk membangun sarana pembuangan khususnya jamban bagi rumah tangga yang belum memiliki jamban dan memiliki jamban yang kurang layak. Program bertujuan agar masyarakat memiliki tingkat kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya membuang hajat di jamban serta mendidik masyarakat desa agar mementingkan kesehatan. Dalam pelaksanaannya ada pengajuan daftar masyarakat yang belum mempunyai jamban maupun mempunyai jamban yang tidak layak, kemudian akan diseleksi. Masyarakat yang masuk dalam daftar penerima jambanisasi akan menerima bantuan dalam bentuk material, seperti kloset jongkok, dan pengerjaannya dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat. Program ini dapat dikatakan berhasil karena mampu menaikkan taraf kesehatan dan kebersihan masyarakat namun disamping itu ternyata masih ada masyarakat yang belum sadar akan pentingnya jamban sehingga walaupun mereka telah mendapatkan jambanisasi tetapi masih tetap suka buang air di sungai.

Program ini pada dasarnya dilakukan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera yang harapannya membangun mereka dari fasilitas rumah tangga dapat menyokong masyarakat dari dasar. Dengan pemenuhan kebutuhan jamban ini bukan hanya menjaga masyarakat tetapi juga menjaga lingkungan sekitar sehingga kebaikan bersama dapat terwujud. Kaitan yang lebih mendalam dalam indikator kemiskinan yang dirilis BPS menyebutkan bahwa salah satu indikator kemiskinan adalah tidak adanya sarana pembuangan air besar yang dimiliki rumah tangga seperti rumah tangga lainnya, program ini dimaksudkan dengan pemberian jamban dapat mengurangi indikator kemiskian tersebut. Pemberian jamban ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat, dengan masyarakat yang sehat mereka dapat mengakses pekerjaan dan memiliki kesempatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga menjadi sejahtera.
Indonesia memiliki persoalan kemiskinan dan pengangguran. Kemiskinan di Indonesia dapat dilihat dari tiga pendekatan yaitu kemiskinan alamiah, kemiskinan struktural dan kesenjangan antar wilayah. Persoalan pengangguran lebih dipicu oleh rendahnya kesempatan dan peluang kerja bagi angkatan kerja di perdesaan. Upaya untuk menanggulanginya harus menggunakan pendekatan multi disiplin yang berdimensi pemberdayaan. Pemberdayaan yang tepat harus memadukan aspek-aspek penyadaran, peningkatan kapasitas, dan pendayagunaan.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melalui program PNPM mandiri yang dimulai sejak tahun 2007. Beberapa keberhasilan PNPM Mandiri adalah berupa penyediaan lapangan kerja dan pendapatan bagi kelopmpok rakyat miskin, efisiensi dan efektivitas kegiatan, serta berhasil menumbuhkan kebersamaan dan partisipasi masyarakat. Selain itu, program PNPM Mandiri juga meningkatkan pelayanan sarana dan prasarana bagi masyarakat miskin di perdesaan, seperti pembanguan jembatan penyeberangan antar desa, pembangunan jamban bagi rumah tangga miskin yang tidak memiliki jamban, peyediaan posyandu, dll.

Salah satu program yang menarik adalah Program Jambanisasi yang merupakan salah satu program PNPM Mandiri perkotaan, disebut PNPM mandiri perkotaan karena dana yang digunakan menggunakan dana BLM atau bantuan langsung masyarakat untuk kota, sehingga walaupun kegiatan dilaksanakan di desa tetap menjadi program PNPM perkotaan. Dalam program jambanisasi yang dilakukan adalah membangun sarana pembuangan khususnya jamban bagi rumah tangga yang belum memiliki jamban dan memiliki jamban yang kurang layak. Program jambanisasi ini dilakukan karena masih banyak warga desa yang memiliki tingkat kesadaran dan pemahaman yang rendah tentang pentingnya membuang hajat seperti buang air besar dan buang air kecil di jamban. Selama ini banyak masyarakat perdesaan yang masih melakukan kegiatan tersebut di sungai, sehingga mencemari air sungai dan menimbulkan pencemaran lingkungan yang berbahaya.

APA ITU PROGRAM JAMBANISASI ?
Program jambanisasi adalah salah satu program pemerintah dalam mengatasi masalah kemiskinan bidang kesehatan yang masuk dalam lingkup PNPM mandiri perkotaan yang diberikan dalam bentuk penyediaan fasilitas sarana dan prasarana pembangunan jamban bagi masyarakat kurang mampu.

TUJUAN PROGRAM JAMBANISASI
Kebiasaan membuang hajat sembarangan jelas tidak baik untuk kebersihan lingkungan hidup. Sebab bisa menyebabkan timbulnya penyakit yang disebabkan pencemaran lingkungan, seperti diare, kulit, dan disenri. Karena itu, program jambanisasi perlu dilakukan. Selain itu, dalam program ini, Dinas Kesehatan dan pihak-pihak terkait akan memberikan sosialisasi ke masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran menerapkan hidup bersih dan sehat dengan tidak buang hajat sembarangan. Dengan kesadaran dan penyediaan fasilitas jamban yang memadai akan mengurangi jumlah pencemaran limbah disungai akibat kotoran manusia. Karena selama ini banyak masyarakat yang membuang hajat di sungai disebabkan oleh, tidak memiliki jamban ataupun karena jamban yang digunakan kurang layak sehingga mereka memilih untuk membuang hajat di sungai.

Adapun tujuan utama dari program jambanisasi ini adalah :
1. Untuk mendidik masyarakat desa agar mementingkan kesehatan.
Banyak warga masyarakat yang hidup dalam keluarga yang tidak memiiki sarana sanitasi yang baik sehingga banyak warga membuang hajat di sungai, sawah, maupun ladang. Menurut data kesehatan, kotoran manusia mengandung bakteri e-coli yang dapat menimbulkan penyakit berbahaya seperti diare, disentri, dan penyakit kulit. Sehingga sebelum diadakan program jambanisasi ini, ada kader yang memberikan sosialisasi kepada masyarakat desa tentang budaya hidup sehat.

2. Terciptanya masyarakat yang sadar akan bahaya penyakit yang ditimbulkan akibat buang air sembarangan.
Diharapkan program jambanisasi ini akan memicu kesadaran masyarakat dengan pola hidup sehat yang bisa dimulai dari membuang hajat pada jamban. Dengan sosialisasi yang dibeikn berupa peringata hidup sehat dapat mengubah pola pikir masyarakat untuk tidak membuang hajat sembarangan.

3. Menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Pemberian bantuan pembangunan jamban ini untuk mengharuskan masyarakat membuang hajat dijamban, dan tidak sembarangan dilakukan. Sehingga dengan berubahnya pola perilaku masyarakat akan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

4. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa khususnya masyarakat miskin atau kurang mampu.
Dalam indikator kemiskinan yang dirilis BPS menyebutkan bahwa salah satu indikator kemiskinan adalah tidak adanya sarana pembuangan air besar yang dimiliki rumah tangga seperti rumah tangga lainnya, program ini dimaksudkan dengan pemberian jamban dapat mengurangi indikator kemiskian tersebut. Pemberian jamban ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat, dengan masyarakat yang sehat mereka dapat mengakses pekerjaan dan memiliki kesempatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga menjadi sejahtera.

IMPLEMENTASI PROGRAM JAMBANISASI
Alur Penerimaan Program Jambanisasi 
Masyarakat kurang mampu yang belum memiliki jamban à dipilih dan diseleksi oleh kader tingkat RT/pedukuhan à diseleksi di tingkat kelurahan à diseleksi oleh pengurus à terpilih peserta jambanisasi. Masyarakat yang masuk dalam daftar penerima jambanisasi akan menerima bantuan dalam bentuk material, seperti kloset jongkok, dan semen untuk membangun jamban. Pengerjaannya akan dilakukan secara gotong royong. 

Program jambanisasi ini tentunya sangat bermanfaat dan berguna bagi masyarakat kelurahan Palbapang, terutama bagi masyarakat yang belum memiliki jamban. Alasan utama warga yang tidak memiliki jamban adalah karena mereka kurang memiliki biaya untuk membuat jamban. Selama ini mereka yang belum memiliki jamban, BAB di sungai/sawah/WC tradisional yang tidak memiliki saptitank (jemblung). Fakta ini sesuai dengan teori yang menyebutkan bahwa salah satu alasan pokok yang menyebabkan perilaku seseorang adalah adanya sumber daya (waktu, uang, tenaga kerja, ketrampilan dan pelayanan) (Universitas Sumatra Utara, 2008).

Selain itu, masalah utama yang terkadang luput dari perhatian pemerintah adalah kurangnya kesadaran warga untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, khususnya untuk BAB di jamban. Kesadaran yang tidak terbangun dengan baik tidak akan menimbulkan perubahan perilaku yang signifikan. Teori dari Roger menyebutkan bahwa perubahan perilaku seseorang melalui proses yang berurutan yaitu kesadaran, ketertarikan, penilaian, percobaan, dan pengadaptasian ( Notoadmodjo, 2007) . Jika kesadaran warga masih kurang, warga akan sulit untuk melewati proses-proses berikutnya dalam pengubahan perilaku untuk BAB di jamban.

Kurang nyatanya dampak perilaku BAB di sembarang tempat yang dilakukan oleh warga juga menjadi salah satu penyebab kurangnya pemahaman warga akan pentingnya BAB di jamban. Sebagian masyarakat menganggap bahwa berak di sungai tidak ada pengaruhnya dengan kesehatan. Karena sungai yang mereka gunakan untuk BAB berada jauh di tengah dari pemukiman. Selain itu kebiasaan juga menjadi faktor yang juga mempengaruhi niatan seseorang untuk melakukan sesuatu, termasuk BAB di jamban. Sebagian warga yang enggan BAB di jamban karena memang sejak dahulu mereka tidak terbiasa BAB di jamban, merka lebih terbiasa dan lebih nyaman untuk BAB di sungai. Pemikiran seperti diatas yang sulit untuk diubah.

Program jambanisasi yang ada di beberapa wilayah bisa dibilang berhasil. Berhasil untuk menurunkan angka masyarakat yang tidak memiliki jamban, namun kurang berhasil dalam hal meningkatkan kesadaran masyarakat untuk BAB di jamban. Sebagian masyarakat yang memperoleh bantuan jamban ini justru tidak mengunakan bantuan itu sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintah. Jamban tersebut hanya digunakan untuk para tamu yang bertamu dirumah warga tersebut. Walaupun sudah dubuatkan jamban oleh pemerintah, namu masih banyak warga yang tidak mempergunakannya dengan baik dan tetap BAB di sungai.

KELEBIHAN PROGRAM JAMBANISASI
1. Meningkatkan Pola Hidup Sehat
Dengan adanya program jambanisasi, pola hidup masyarakat menjadi lebih sehat. Sebelumnya mereka tidak memiliki jamban sendiri dan kalaupun ada sudah tidak layak pakai. Hal inilah yang kemudian membuat masyaraka memilih untuk membuang hajat di sungai ataupun ladang pertanian. Perilaku seperti ini membuat pola hidup masyarakat jauh dari kata sehat karena hajat yang mereka buang di sembarang tempat dapat berakibat pada pencemaran kuman penyakit seperti penyakit kulit, dll.

2. Meminimalisir Pencemaran Air Sungai
Dengan adanya jamban di setiap rumah, warga tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan hajat. Sungai yang dijadikan sebagai tempat pembuangan hajat tentu dapat dengan mudah menyebarkan kuman penyakit, terlebih lagi selain membuang hajat, warga juga melakukan aktivitas mandi dan mencuci baik pakaian maupun peralatan makan di sungai.

3. Meningkatkan Kebersihan Lingkungan Hidup
Program ini tentu berpengaruh besar pada tingkat kebersihan lingkungan hidup. Jika sebelumnya warga mempergunakan sungai ataupun ladang pertanian untuk membuang hajat dimana hal tersebut berpengaruh pada pencemaran lingkungan, kini setelah adanya jamban pribadi di setiap rumah, kebersihan lingkungan hidup meningkat. Dan tingkat penyebaran penyakit lewat hajat yang mereka buang dapat diminimalisir, seperti disentri, dll.

INDIKATOR KEBERHASILAN PROGRAM
Menurut Agus Dwiyanto, terdapat dua perspektif yang bisa digunakan sebagai indikator dari keberhasilan suatu program, yaitu :

1. Tinjauan proses, yang menekankan pada konsistensi antara pelaksanaan program dengan policy guide lines (petunjuk lapangan dan petunjuk teknis). Maksudnya adalah suatu program dikatakan berhasil apabila program tersebut berjalan sesuai dengan petunjuk yang ada. Dalam program jambanisasi di kelurahan Palbapang, program ini sudah dilaksanakan sesuai teknis yang ada dan dibagikan kepada masyarakat yang masuk dalam indikator penerima program jambanisasi, seperti warga yang tidak memiliki jamban dan memiliki jamban namun kurang layak, walaupun belum bisa mencover seluruh masyarakat yang membutuhkan karena jumah penerima yang dibatasi.

2. Tinjauan hasil, yang mengatakan bahwa suatu program sudah bisa dikatakan berhasil walaupun program tersebut tidak sejalan/sesuai dengan prosedur dan petunjuk yang ada. Maksudnya adalah hasil dari suatu program yang ada belum tentu berhasil (sesuai dengan tujuan yang diharapkan), namun apabila dalam proses dan operasionalisasinya sudah sesuai dengan prosedur yang ada, maka program tersebut dapat dikatakan berhasil. Dalam proram jambanisasi ini sudah berhasil karena pelaksanaan penerimaan sudah sesuai dengan prosedur yang ada meskipun dalam operasionalisasinya masih banyak masyarakat khususnya para lansia yang masih mempertahankan kebiasaan untuk membuang hajat disungai daripada di jamban. Tinjauan hasil juga dapat mengindikasikan bahwa sudah banyak rumah yang memiliki jamban dan menggunakannya untuk meningkatkan kesehatan keluarga.

Dalam hal ini, menurut kelompok kami program jambanisasi sudah bisa dikatakan berhasil karena dalam prosesnya sudah sesuai dengan prosedur yang ada meskipun pada beberapa daerah hasil dari program ini belum maksimal, dikarenakan operasionalisasinya, masih ada masyarakat yang mau menerima untuk membiasakan hidup sehat, namun ada masyarakat yang belum bisa menerima kebiasaan membuang hajat di jamban yag sudah disediakan karena faktor kebiasaan di masyarakat.

KEKURANGAN PROGRAM JAMBANISASI
1. Masih Adanya ‘Pemilihan’ Masyarakat Penerima Program
Jamban (kakus) sebenarnya merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari dapat tidak salah jika ada yang mengatakan setiap rumah tangga harus memiliki jamban (khususnya di daerah yang padat penduduknya). Namun PNPM sendiri masih memberikan batasan penerimaan program ini sehingga belum bisa mencakup seluruh masyarakat yang membutuhkan.

2. Lamanya Pelaksanaan Program
Hampir sama seperti program-program pemerintah yang kebanyakan masih lama dalam pelaksanaannya, Jambanisasi ini terkadang masih dihadapkan dengan proses yang cenderung lama untuk turunnya material.
-Read More
• • •

Definisi Interdisipliner, Apa itu Interdisipliner?


Banyak hal yang ditemui di dalam kehidupan masyarakat jaman sekarang yang disangkut pautkan dengan kata interdisipliner. Interdisipliner sendiri mewakili kata disiplin, dimana banyak diangga sebagai batasan suatu hal, yang mana dalam bahasan ilmu pengetahuan juga dijadikan sebagai batasan ide-ide dalam ilmu itu sendiri. Sedangkan interdisipliner tidak membatasi sebuah ilmu untuk bekerja sendiri, tetapi saling dikaitkan satu sama lain sehingga dapat disebut sebagai ‘antar cabang’.

Dalam memecahkan sebuah kasus, interdisipliner ilmu sering sekali digunakan. Dalam hal ini selain sebagai pemecah masalah juga sebagai alat analisis yang kuat sehingga dapat diketahui bagian-bagian kasus melalui cabang ilmu yang berbeda. Sebagai contoh adalah sebuah kasus banjir yang melanda Ibukota Jakarta. Kita dapat menggunakan berbagai cabang keilmuan untuk menganalisisnya. Dalam disiplin ilmu alam maka kita dapat melihat itu sebagai bencana yang ditimbulkan dari keadaan sebuah letak geografis. Tetapi dalam disiplin sosial bisa saja kita melihat banjir tersebut dari aktifitas masyarakat sekitarnya. Sehingga pada akhirnya dapat diambil sebuah tindakan dimana banjir dapat dihindari dengan memperhatikan keadaan alam dengan memanfaatkan sumber daya manusia untuk menjaga dan merubah keadaan menjadi lebih baik. Hal inilah yang disebut dengan pendekatan interdisipliner ilmu. Pada hakikatnya interdisiplin dilakukan dengan pendekatan beberapa cabang ilmu secara serentak dan tetap disesuaikan dengan jenis kasus yang dihadapi.

Interdisipliner hadir dikarenakan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. Hal ini disebabkan karena semakin lamanya manusia mengembangkan pola berpikirnya, maka semakin besar pula rasa ingin tahu mereka untuk mengembangkan sebuah ilmu menjadi lebih rumit lagi. Pada awalnya sebuah masalah hanya dipecahkan oleh satu disiplin ilmu tertentu sehingga hasilnya analisis yang diperoleh hanya berkutat dalam satu permasalahan bahkan menimbulkan permasalahan lainnya. Hal inilah yang membuat interdisiplin lahir sebagai jembatan antar dimensi keilmuan, yang pada dasarnya ingin memecahkan sebuah masalah tanpa menimbulkan permasalahan pada pihak lain.

Sehingga pendek kata, interdisipliner menjadi pilihan yang banyak diambil oleh para analisator dan pemecah-pemecah permasalahan di dunia. Interdispliner menjadi sebuah pemecahan terbaik dalam menelaah sebuah permasalahan dengan cabang berbeda tetapi dengan waktu yang serentak. Sehingga tidak sedikit peneliti ilmiah menggunakan pendekatan ini untuk memecahkan sebuah permasalahan, bahkan untuk membahas suatu hal yang baru.
-Read More
• • •

Berobat dan Grooming Gratis di Klinik Hewan UGM

ini RSH UGM, kalau kliniknya ada di barat kolam renang UNY

Setelah Aussy makin parah dan ga mau dicekoki makan, kebetulan malam harinya aku dapat info dari temen yang coas di Klinik Hewan UGM kalau berobat gratis disana (tentunya yang menangani anak-anak coas dan didampingi dosennya). Keesokan harinya langsung cusss si kucing dimasukin keranjang nya, dan wuzzzz wuzzzzz ke sono.
Setelah sampai di sindang, aku langsung ke tempat pendaftarannya, dan di sana juga aku tau kalo ada GROOMING GRATIS dengan syarat datang pagi dan selama kuota belum penuh (gilak pagi jam 7 aja udah full bo!). Kalau buat aku sih, kesian bawa Aussy grooming pagi-pagi lintas kabupaten -_-
Abis itu nunggu deh sampai dipanggil untuk masuk ruang periksa.
Akhirnya kita dipanggil buat masuk ruang periksa. Kucingnya dimacem-macemin sedangkan majikannya diinterogasi. Dah cocok bets kayak di pilem-pilem. Aku liat Aussy langsung diinfus, katanya udah lemes banget dia. Hiks, kesian.
Kakinya dicukur sebelum diinfus, dia ga meong-meong, cuma liatin aku sambil berkaca-kaca. Uwuwuwu... sakit ya sayang :(
Btw kalian harus tau kalau pepatah modern: murah bagus, jangan minta cepet. Ya itulah... jadi ini aku nungguin seekor kucing periksa itu 5 jam lebih gaesss. Maklum aja lah, orang gratisan -_-
Pulangnya Aussy dikasih obat sirup berikut suntikan takarannya (perasaan ini obat Hufagr*p, sirup untuk anak-anak). Dan diperbolehkan pulang. Akhirnyaaaaaa!
Sampai rumah pun, malamnya dia udah mau makan lagi. Aku belikan dia makanan merk berbeda, lebih murah malah lebih lahap. Emang kelainan dia mah ...
-Read More
• • •

Welcome Oslo, Goodbye Aussy

Ini adalah postingan sedih setelah Aussy sakit kemarin. Hiks!

Enah itu akhir Januari atau awal Februari, kucingku yang bernama Aussy hilang tak tau rimbanya...

Itu pas banget malam sebelumnya si Aussy keluar rumah waktu ada Om Ali mampir. Kebiasaan Aussy kalau keluar rumah pasti balik lagi jam 10-11 malem, atau kalo seisi rumah ketiduran ya dia nunggu di pintu depan sampai subuh. Kita serumah nggak ada yang khawatir sama si bujang berbulu domba ini, secara hobinya pacaran sama betina tetangga -_-

Btw, Aussy pernah memecahkan rekor ilang maksimal 2 hari dan menjadi korban kasus penculikan diantaranya:

1. Ilang pas umur 6 bulan, ditemuin tetangga di tengah sawah, dia gabisa pulang soalnya lupa jalan. Hahahha, sokor! Masih bayi sih keluyuran dia!

2. Ilang malam takbiran, sampai ortu keliling kampung bukannya takbiran malah teriak-teriak panggil Aussy -_-, endingnya ga sengaja liat nih kucing dikurung dirumah orang dan ortu ngancem kalo tuh kucing beneran kucingku dan ga dikembalikan bakal dilaporin ketua dusun ahahahha! Akhirnya Aussy balik lagi beberapa jam kemudian

3. Ilang lagi dalam waktu 1-2 hari dan ditemukan di rumah orang lagi, diikat rafia (miris!). Akhirnya malam-malam aku sama emakku nyamperin kesana dan mboyong Aussy pulang. —sampe rumah dia ribut ngeong sama emakku, seolah dia mengaduuuu...

4. Ilang 1 malam, pas balik tau-tau kalungnya ilang!

5. Ilang 1 hari, pas balik kakinya pincang. Langsung deh di manja emakku, ehhh dia nangis mengeluarkan air mata! Emejing bener kucingku, cocok jadi pemain ftv

6. The last day Aussy come back. Oh please come back homeeeeee :(( di malam itu dia ga pulang-pulang sampai detik ini. Semua orang udah nyari tiap hari keliling kemana-mana, minta tolong siapa aja, dan nihil. Sekitar seminggu setelah dia sembuh dari sakitnya, dan pergi begitu saja... it hurted so much, altough he's only a pet! Dan akhirnya kamu semua mengikhlaskannya, meskipun tiap hari hampa saat masuk rumah tak ada yang menyambut...


Well, mau gimanapun kita harus move on. Aku memutuskan untuk beli kucing baru pada akhir Februari karena gimana lagi. Aku beli di peternak kucing himalaya di daerah Maguwo sana. Dia lahir tanggal 27 November 2015. Kami adopsi umur 3 bulan, waktu itu bulunya masih banyak yang putih dan belum berwarna, masih pada lembut dan suaranya kecil... aku namakan dia Oslo.


Sekarang Oslo sudah hampir setahun, bulunya udah keliatan aslinya, TEBEL DAN LEPEK! Nyebelin banget soalnya kalo mandi dia kecil, cuma bulunya doang yang gahar ahahahaha! Say hello to Oslo!

-Read More
• • •

Indonesia Dalam Perahu, Sejenak Melamun

Indonesia, sebuah negara yang menjadi paru-paru dunia. Sebuah negara yang tak kurang satupun apa yang ada di bawah maupun atas tanahnya. Minyak dan gas melimpah, logam mulia berserakan, sumber daya ditemukan dimana saja. Tetapi apakah semua itu hanya sebagai dongeng sebelum tidur untuk bangsa Indonesia yang lumpuh akan kemajuan? Ataukah hanya cerita yang dibangga-banggakan oleh rakyat yang tidak pernah merasakannya? Banyak yang mengatakan jika Indonesia merupakan sebuah negara yang dipandang sangat sulit untuk bangkit, bangsanya pemalas dan tidak berani melawan penjajahan di jaman sekarang.Yakinlah kita sebagai bangsa Indonesia bahwa semua itu adalah bohong. Semua itu hanyalah jamu agar kita tidak berani untuk melihat ke depan, membuat negeri ini terus menunduk. Siapa bilang Indonesia tidak bisa bangkit dengan bukti kemerdekaan 1945 dan revolusi 1998? Siapa yang berani mengatakan bangsa Indonesia adalah pemalas jika seorang pedagang dapat menjajakan dagangannya sejak pukul empat pagi hingga sepuluh malam? Dan sekali lagi, siapa yang berani maju untuk menunjukkan bangsa ini tidak berani melawan penjajahan jika ternyata banyak yang bisa menurunkan penguasa yang menyimpang? Semua itu adalah benar. Sebuah keniscayaan jika bangsa ini tidak bisa bangkit. Hanya saja optimisme yang dibangun di jiwa bangsa ini adalah optimisme untuk jatuh, belum untuk bangkit.

Belum lama ini tingkat pertumbuhan ekonomi di Indonesia naik pesat bahkan dikatakan bahwasanya melebihi target yang telah dibuat pemerintah. Terlepas dari berbagai presepsi, negara ini harus bangga dapat menempuh langkah pertama untuk bangkit. Perlahan tapi pasti, kebijakan-kebijakan pemerintah juga terus diperbaharui untuk memajukan pembangunan bangsa ini. Semangat kaum muda juga mulai tumbuh seiring dengan kesadaran mereka untuk membela negeri ini dari segala bentuk penjajahan. Itulah makna dari revolusi yang sesungguhnya. Bukan hanya untuk menata bangku pemerintah saja tetapi juga revolusi kaum muda yang tersentak oleh keadaan negara mereka sendiri. Terlebih usaha yang dilakukan pemerintah yang belum lama ini meluncurkan program perluasan pembangunan ekonomi Indonesia. Tujuan yang dilakukan pemerintah akan membuka mata bangsa ini, dimana optimisme itu ada. Kesempatan terbuka lebar kepada negara ini untuk bisa mengatakan kepada dunia bahwasanya Indonesia merupakan bangsa yang unggul, yang bisa melepaskan dirinya dari keterpurukan, bahkan menjadi bangsa nomor satu.




Sumber daya yang dimiliki Indonesia pada kenyataannya melimpah, baik sumber daya alam maupun manusianya. Cukup dengan sedikit pembenahan saja, negara ini bisa berubah menjadi negara super power. Apalagi jika disandingkan dengan krisis global yang semakin hari semakin memburuk. Indonesia yang memang sudah kebal terhadap kerusakan seperti itu, sebenarnya bangkit diantara keterpurukan negara lain. Bisa dilihat jika bangsa barat sekarang tergoncang dengan krisis tersebut. Kurs mata uang semakin turun dan aktifitas ekspor-impor mereka terganggu sehingga banyak terjadi embargo. Sedangkan di Indonesia sendiri hingga saat ini masih mengurusi masalah korupsi. Sehingga dapat disimpulkan jika sadar tidak sadar, Indonesia berada pada titik standar dan seimbang dimana negara ini tidak begitu terpengaruh dengan kolapsnya keadaan global meskipun terikat dengan global. Hal tersebut dikarenakan Indonesia berada di bawah naungan investor-investor modal yang mengatur setiap gerak di negara ini sehingga kekacauan yang merusak terjadi pada level investor. Sehingga bisa dikatakan jika kita ini berada di posisi strategis untuk pembangunan. Sisi baiknya adalah kita mempunyai peluang dalam mengamankan sumber daya alam yang ada di negara ini. Tentu saja salah satu jalan yang harus ditempuhadalah dengan mengurangi investor asing yang berpijak di bagian migas, paling tidak kita sudah memiliki bahan mentah yang dapat diolah suatu saat nanti ketika generasi muda sudah terbangun. Ingatlah bangsa kita merupakan bangsa yang cerdas, yang sangat pintar melakukan inovasi dari hal yang sederhana hingga rumit sekalipun.

Ada beberapa tonggak negara yang hingga saat ini masih rapuh, yang digembor-gemborkan telah dibangun tetapi pada realitasnya masih menjadi pertanyaan.Tonggak pertama dalam pembangunan negara dalah sektor ekonomi. Mau tidak mau, ekonomi menjadi tulang punggung untuk bangun dari keterpurukan. Indonesia selama ini dianggap mempunyai permasalahan terberat yaitu kemiskinan, pengangguran, dan permasalahan yang erat kaitanya dengan perekonomian. Suatu perubahan yang cukup segnifikan terjadi saat taraf ekonomi negara naik pesat. Bayangkan saja jika kenaikan persentase pembangunan ekonomi bisa naik melebihi standar 7% tiap tahunnya. Kemiskinan tentu saja akan lepas dari negara ini. Jika ekonomi bermasalah dalam distribusi kemakmuran rakyat, cukup diselesaikan dengan pemberantasan sifat korupsi di jiwa bangsa. Semua itu dikarenakan korupsi adalah jamur yang paling kuat dalam merapuhkan perekonomian negara. Jika tidak ada penyelewengan dalam perekonomian tentu saja distribusi yang dilakukan pemerintah kepada masayarakat akan terlaksana secara total. Satu hal yang harus dipegang erat adalah bagaimana menyadari bahwasanya Indonesia ini memiliki musuh bersama yaitu diri mereka sendiri. Bagaimana mereka mengalahkan kepentingan diri mereka menjadi kepentingan bersama yang nantinya juga akan kembali manfaatnnya ke masing-masing individual sehingga terjalinlah hubungan batin antar warga negara untuk terus bangkit.

Bagaimana bisa optimisme di negara ini mati dalam berpuluh-puluh tahun? Keadaan parah yang diderita bangsa ini akibat korupsi sepertinya melumpuhkan semangat untuk bangkit. Padahal keadaan itulah yang membuat kita lengah sehingga tidak peka terhadap langkah yang diambil pihak asing untuk merebut kekayaan kita. Jika nantinya kekayaan kita sudah habis, tentu saja pembangunan yang diharapkan bangsa akan sangat sulit untuk dicapai. Lalu bagaimana agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan bangsa? Yang pertama adalah pembekalan sumber daya manusia. Percuma saja ketika pembangunan dilakukan pada setiap sektor baik ekonomi, sosial, politik maupun sektor lain tanpa adanya pembenahan sumber daya manusia. Semua perubahan yang dilakukan akan dilakukan oleh manusia yang ada di dalam negara itu sendiri. Lalu yang kedua adalah pembangunan ekonomi. Hal yang sangat menggembirakan sebenarnya ketika bangsa Indonesia dapat melepaskan dirinya dari kesengsaraan. Jika itu terjadi maka Pancasila yang dibuat sejak kemerdekaan negara telah tercapai. Pembangunan ekonomi merupakan pembangunan yang nantinya akan melepaskan kesengsaraan pada bangsa ini. Meskipun ada banyak sektor disamping ekonomi, tetapi yang utama pada saat ini adalah pembangunan ekonomi dengan berbagai pertimbangan seperti pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran. Yang terakhir adalah konektivitas. Di sinilah kerjasama antara pihak-pihak yang berkecimpung di kehidupan negara harus terjalin erat. Ikatan yang terjalin antara pihak-pihak tersebut nantinya akan membawa Indonesia ke titik dimana tidak bisa dijatuhkan. Titik yang seimbang untuk terus bangkit memperjuangkan pembangunan negeri. Kenyataan bahwasanya negara kita telah direndahkan juga dapat menjadi pemantik generasi muda untuk terus bangkit dan berjuang bersama-sama dengan pemerintah. 

Oleh karena itulah kita sebagai bangsa yang mempunyai masa depan harus dapat bangkit, harus memiliki optimisme tinggi diantara permasalahan yang selama ini mencekal negara kita. Banggalah tinggal di negara yang menjadi jamrud khatulistiwa, yang tidak kurang satu apapun untuk bangun menjadi bangsa ayang besar. Jatuh satu bangkit seribu, itulah yang harus dilakukan pada jaman yang semakin sulit ini. Bukan menyerah sebelum perang tetapi berjuang untuk kemenangan. Ingatlah jika sekarang sudah memasuki krisis global, maka anggaplah ini sebagai gerbang menuju kesuksesan Indonesia. Hidup pembangunan Indonesia, hidup bangsa Indonesia.
-Read More
• • •

A Bit Relax- Hakikat Ibadah dalam Islam


Dalam Agama Islam, manusia diciptakan untuk menyembah Allah SWT dan mengerjakan amal ibadah di dunia. Ibadah pada dasarnya adalah perbuatan yang menurut ajaran Al-Quran dan menjauhi larangan Tuhan. Ibadah sendiri membuat manusia merendahkan diri di hadapan Tuhan dengan segala yang dipunyai serta dari niatan yang paling dalam. Manusia yang beribadah tidak melalui hati kecilnya, hanya melakukannya sebagai kewajiban, bukanlah sebagai kesadaran atas diri sendiri dan kebutuhannya. Dalam Agama Islam, ibadah yang baik adalah ibadah yang sesuai dengan syariat’-Nya.

Ibadah yang ditujukan kepada Allah dilandasi cinta yang sempurna, yaitu cinta terhadap Allah dan sikap perbuatannya yang mengesakan, mengagungkan, serta mengakui kekuasaan Allah. Selain itu ibadah yang baik adalah ketika manusia menyadari bahwa dirinya yang kecil dan tidak luput dari dosa, dengan itu manusia meminta ampunan dan hidayah Allah karena manusia akan merasa rugi ketika meninggalkan ibadah. Seperti yang tersebut dalam Az Zariyat 56 yang artinya:

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.

Menurut Al-Quran, ibadah yang paling sempurna adalah ibadah Rasulullah SAW. Keluarga rasulullah juga melakukan ibadah yang dapat dijadikan panutan, sehingga Allah memerintahkan manusia untuk mencontoh beliau. Selain itu ada para Syuhada yang dapat dicontoh dalam kesempurnaan ibadah mereka. Ibadah-ibadah yang dilakukan mereka dapat dijadikan tuntunan manusia yang sekarang lebih suka melaksanakan ibadah hanya untuk kewajibannya saja, bukan dari hati yang terdalam. Contohnya adalah ketika shalat lima waktu. Banyak sekali orang yang bisa melaksanakan shalat di waktu yang terjepit dan tidak khusyu. Mereka tidak memanfaatkan waktu yang sedikit itu untuk menghadap Allah dan meminta ampunan serta ridha-Nya. Hal itulah yang harus diperbaiki dari diri para muslim dalam beribadah. Beribadah itu bukan hanya perbuatan saja, mealainkan juga niat dan hati.

Allah memberikan segala cobaan kepada manusia hanya untuk menguji kesabaran dan ibadah mereka. Cobaan bukan hanya bencana saja, tetapi juga meliputi kebahagiaan dunia. Barang siapa yang dapat mengambil hikmah dan senantiasa beribadah kepada Allah, maka akan selamat di akhirat. Oleh karena itu manusia hendaknya senantiasa beribadah kepada Allah baik dalam keadaan senang maupun susah. Allah Maha penyayang kepada semua hamba-Nya dan akan senantiasa menjaga setiap hamba-hamba yang berada di dalam kesulitan. Manusia yang sadar adalah manusia yang melakukan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi larangan-Nya. Maka Allah mencintai manusia yang mendekatkan diri kepada-Nya sebagai bentuk dari ibadah yang sempurna.
-Read More
• • •