A Bit Relax- Hakikat Ibadah dalam Islam


Dalam Agama Islam, manusia diciptakan untuk menyembah Allah SWT dan mengerjakan amal ibadah di dunia. Ibadah pada dasarnya adalah perbuatan yang menurut ajaran Al-Quran dan menjauhi larangan Tuhan. Ibadah sendiri membuat manusia merendahkan diri di hadapan Tuhan dengan segala yang dipunyai serta dari niatan yang paling dalam. Manusia yang beribadah tidak melalui hati kecilnya, hanya melakukannya sebagai kewajiban, bukanlah sebagai kesadaran atas diri sendiri dan kebutuhannya. Dalam Agama Islam, ibadah yang baik adalah ibadah yang sesuai dengan syariat’-Nya.

Ibadah yang ditujukan kepada Allah dilandasi cinta yang sempurna, yaitu cinta terhadap Allah dan sikap perbuatannya yang mengesakan, mengagungkan, serta mengakui kekuasaan Allah. Selain itu ibadah yang baik adalah ketika manusia menyadari bahwa dirinya yang kecil dan tidak luput dari dosa, dengan itu manusia meminta ampunan dan hidayah Allah karena manusia akan merasa rugi ketika meninggalkan ibadah. Seperti yang tersebut dalam Az Zariyat 56 yang artinya:

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.

Menurut Al-Quran, ibadah yang paling sempurna adalah ibadah Rasulullah SAW. Keluarga rasulullah juga melakukan ibadah yang dapat dijadikan panutan, sehingga Allah memerintahkan manusia untuk mencontoh beliau. Selain itu ada para Syuhada yang dapat dicontoh dalam kesempurnaan ibadah mereka. Ibadah-ibadah yang dilakukan mereka dapat dijadikan tuntunan manusia yang sekarang lebih suka melaksanakan ibadah hanya untuk kewajibannya saja, bukan dari hati yang terdalam. Contohnya adalah ketika shalat lima waktu. Banyak sekali orang yang bisa melaksanakan shalat di waktu yang terjepit dan tidak khusyu. Mereka tidak memanfaatkan waktu yang sedikit itu untuk menghadap Allah dan meminta ampunan serta ridha-Nya. Hal itulah yang harus diperbaiki dari diri para muslim dalam beribadah. Beribadah itu bukan hanya perbuatan saja, mealainkan juga niat dan hati.

Allah memberikan segala cobaan kepada manusia hanya untuk menguji kesabaran dan ibadah mereka. Cobaan bukan hanya bencana saja, tetapi juga meliputi kebahagiaan dunia. Barang siapa yang dapat mengambil hikmah dan senantiasa beribadah kepada Allah, maka akan selamat di akhirat. Oleh karena itu manusia hendaknya senantiasa beribadah kepada Allah baik dalam keadaan senang maupun susah. Allah Maha penyayang kepada semua hamba-Nya dan akan senantiasa menjaga setiap hamba-hamba yang berada di dalam kesulitan. Manusia yang sadar adalah manusia yang melakukan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi larangan-Nya. Maka Allah mencintai manusia yang mendekatkan diri kepada-Nya sebagai bentuk dari ibadah yang sempurna.
• • •

0 comment:

Posting Komentar

Kindly write your comment