Indonesia Dalam Perahu, Sejenak Melamun

Indonesia, sebuah negara yang menjadi paru-paru dunia. Sebuah negara yang tak kurang satupun apa yang ada di bawah maupun atas tanahnya. Minyak dan gas melimpah, logam mulia berserakan, sumber daya ditemukan dimana saja. Tetapi apakah semua itu hanya sebagai dongeng sebelum tidur untuk bangsa Indonesia yang lumpuh akan kemajuan? Ataukah hanya cerita yang dibangga-banggakan oleh rakyat yang tidak pernah merasakannya? Banyak yang mengatakan jika Indonesia merupakan sebuah negara yang dipandang sangat sulit untuk bangkit, bangsanya pemalas dan tidak berani melawan penjajahan di jaman sekarang.Yakinlah kita sebagai bangsa Indonesia bahwa semua itu adalah bohong. Semua itu hanyalah jamu agar kita tidak berani untuk melihat ke depan, membuat negeri ini terus menunduk. Siapa bilang Indonesia tidak bisa bangkit dengan bukti kemerdekaan 1945 dan revolusi 1998? Siapa yang berani mengatakan bangsa Indonesia adalah pemalas jika seorang pedagang dapat menjajakan dagangannya sejak pukul empat pagi hingga sepuluh malam? Dan sekali lagi, siapa yang berani maju untuk menunjukkan bangsa ini tidak berani melawan penjajahan jika ternyata banyak yang bisa menurunkan penguasa yang menyimpang? Semua itu adalah benar. Sebuah keniscayaan jika bangsa ini tidak bisa bangkit. Hanya saja optimisme yang dibangun di jiwa bangsa ini adalah optimisme untuk jatuh, belum untuk bangkit.

Belum lama ini tingkat pertumbuhan ekonomi di Indonesia naik pesat bahkan dikatakan bahwasanya melebihi target yang telah dibuat pemerintah. Terlepas dari berbagai presepsi, negara ini harus bangga dapat menempuh langkah pertama untuk bangkit. Perlahan tapi pasti, kebijakan-kebijakan pemerintah juga terus diperbaharui untuk memajukan pembangunan bangsa ini. Semangat kaum muda juga mulai tumbuh seiring dengan kesadaran mereka untuk membela negeri ini dari segala bentuk penjajahan. Itulah makna dari revolusi yang sesungguhnya. Bukan hanya untuk menata bangku pemerintah saja tetapi juga revolusi kaum muda yang tersentak oleh keadaan negara mereka sendiri. Terlebih usaha yang dilakukan pemerintah yang belum lama ini meluncurkan program perluasan pembangunan ekonomi Indonesia. Tujuan yang dilakukan pemerintah akan membuka mata bangsa ini, dimana optimisme itu ada. Kesempatan terbuka lebar kepada negara ini untuk bisa mengatakan kepada dunia bahwasanya Indonesia merupakan bangsa yang unggul, yang bisa melepaskan dirinya dari keterpurukan, bahkan menjadi bangsa nomor satu.




Sumber daya yang dimiliki Indonesia pada kenyataannya melimpah, baik sumber daya alam maupun manusianya. Cukup dengan sedikit pembenahan saja, negara ini bisa berubah menjadi negara super power. Apalagi jika disandingkan dengan krisis global yang semakin hari semakin memburuk. Indonesia yang memang sudah kebal terhadap kerusakan seperti itu, sebenarnya bangkit diantara keterpurukan negara lain. Bisa dilihat jika bangsa barat sekarang tergoncang dengan krisis tersebut. Kurs mata uang semakin turun dan aktifitas ekspor-impor mereka terganggu sehingga banyak terjadi embargo. Sedangkan di Indonesia sendiri hingga saat ini masih mengurusi masalah korupsi. Sehingga dapat disimpulkan jika sadar tidak sadar, Indonesia berada pada titik standar dan seimbang dimana negara ini tidak begitu terpengaruh dengan kolapsnya keadaan global meskipun terikat dengan global. Hal tersebut dikarenakan Indonesia berada di bawah naungan investor-investor modal yang mengatur setiap gerak di negara ini sehingga kekacauan yang merusak terjadi pada level investor. Sehingga bisa dikatakan jika kita ini berada di posisi strategis untuk pembangunan. Sisi baiknya adalah kita mempunyai peluang dalam mengamankan sumber daya alam yang ada di negara ini. Tentu saja salah satu jalan yang harus ditempuhadalah dengan mengurangi investor asing yang berpijak di bagian migas, paling tidak kita sudah memiliki bahan mentah yang dapat diolah suatu saat nanti ketika generasi muda sudah terbangun. Ingatlah bangsa kita merupakan bangsa yang cerdas, yang sangat pintar melakukan inovasi dari hal yang sederhana hingga rumit sekalipun.

Ada beberapa tonggak negara yang hingga saat ini masih rapuh, yang digembor-gemborkan telah dibangun tetapi pada realitasnya masih menjadi pertanyaan.Tonggak pertama dalam pembangunan negara dalah sektor ekonomi. Mau tidak mau, ekonomi menjadi tulang punggung untuk bangun dari keterpurukan. Indonesia selama ini dianggap mempunyai permasalahan terberat yaitu kemiskinan, pengangguran, dan permasalahan yang erat kaitanya dengan perekonomian. Suatu perubahan yang cukup segnifikan terjadi saat taraf ekonomi negara naik pesat. Bayangkan saja jika kenaikan persentase pembangunan ekonomi bisa naik melebihi standar 7% tiap tahunnya. Kemiskinan tentu saja akan lepas dari negara ini. Jika ekonomi bermasalah dalam distribusi kemakmuran rakyat, cukup diselesaikan dengan pemberantasan sifat korupsi di jiwa bangsa. Semua itu dikarenakan korupsi adalah jamur yang paling kuat dalam merapuhkan perekonomian negara. Jika tidak ada penyelewengan dalam perekonomian tentu saja distribusi yang dilakukan pemerintah kepada masayarakat akan terlaksana secara total. Satu hal yang harus dipegang erat adalah bagaimana menyadari bahwasanya Indonesia ini memiliki musuh bersama yaitu diri mereka sendiri. Bagaimana mereka mengalahkan kepentingan diri mereka menjadi kepentingan bersama yang nantinya juga akan kembali manfaatnnya ke masing-masing individual sehingga terjalinlah hubungan batin antar warga negara untuk terus bangkit.

Bagaimana bisa optimisme di negara ini mati dalam berpuluh-puluh tahun? Keadaan parah yang diderita bangsa ini akibat korupsi sepertinya melumpuhkan semangat untuk bangkit. Padahal keadaan itulah yang membuat kita lengah sehingga tidak peka terhadap langkah yang diambil pihak asing untuk merebut kekayaan kita. Jika nantinya kekayaan kita sudah habis, tentu saja pembangunan yang diharapkan bangsa akan sangat sulit untuk dicapai. Lalu bagaimana agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan bangsa? Yang pertama adalah pembekalan sumber daya manusia. Percuma saja ketika pembangunan dilakukan pada setiap sektor baik ekonomi, sosial, politik maupun sektor lain tanpa adanya pembenahan sumber daya manusia. Semua perubahan yang dilakukan akan dilakukan oleh manusia yang ada di dalam negara itu sendiri. Lalu yang kedua adalah pembangunan ekonomi. Hal yang sangat menggembirakan sebenarnya ketika bangsa Indonesia dapat melepaskan dirinya dari kesengsaraan. Jika itu terjadi maka Pancasila yang dibuat sejak kemerdekaan negara telah tercapai. Pembangunan ekonomi merupakan pembangunan yang nantinya akan melepaskan kesengsaraan pada bangsa ini. Meskipun ada banyak sektor disamping ekonomi, tetapi yang utama pada saat ini adalah pembangunan ekonomi dengan berbagai pertimbangan seperti pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran. Yang terakhir adalah konektivitas. Di sinilah kerjasama antara pihak-pihak yang berkecimpung di kehidupan negara harus terjalin erat. Ikatan yang terjalin antara pihak-pihak tersebut nantinya akan membawa Indonesia ke titik dimana tidak bisa dijatuhkan. Titik yang seimbang untuk terus bangkit memperjuangkan pembangunan negeri. Kenyataan bahwasanya negara kita telah direndahkan juga dapat menjadi pemantik generasi muda untuk terus bangkit dan berjuang bersama-sama dengan pemerintah. 

Oleh karena itulah kita sebagai bangsa yang mempunyai masa depan harus dapat bangkit, harus memiliki optimisme tinggi diantara permasalahan yang selama ini mencekal negara kita. Banggalah tinggal di negara yang menjadi jamrud khatulistiwa, yang tidak kurang satu apapun untuk bangun menjadi bangsa ayang besar. Jatuh satu bangkit seribu, itulah yang harus dilakukan pada jaman yang semakin sulit ini. Bukan menyerah sebelum perang tetapi berjuang untuk kemenangan. Ingatlah jika sekarang sudah memasuki krisis global, maka anggaplah ini sebagai gerbang menuju kesuksesan Indonesia. Hidup pembangunan Indonesia, hidup bangsa Indonesia.
• • •

0 comment:

Posting Komentar

Kindly write your comment