Sejarah Kemiskinan dalam Pembangunan Masyarakat

1. Asal usul orang miskin dalam perkembangan sejarah kemasyarakatan dimulai dari munculnya hak-hak kepemilikan individual. Saat itu masyarakat mulai dikenalkan dengan paham kapitalisme, yaitu paham yang mengutamakan individual dalam proses produksi. Sebelumnya, masyarakat hanya dihadapkan dengan kebutuhan mereka dan cara pemenuhannya, tidak meliputi hak kepemilikan sehingga barang-barang pemenuhan yang ada masih bisa dikatakan milik bersama. Namun ketika paham kapitalisme mulai masuk, masyarakat kemudian dikenalkan dengan hak kepemilikan yaitu hak untuk menyimpan dan melipat gandakan harta kekayaan mereka sendiri. Dari sinilah mulai banyak individu yang kehilangan hak kepemilikan. Mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan mereka sendiri dan keterbatasan akses dalam menjangkaunya. 

Setelah munculnya paham tersebut, kemudian kalangan masyarakat yang memiliki akses lebih tentu saja dapat memenuhi kebutuhannya. Harta dan kekayaan kemudian menjadi indikator sebuah kemiskinan. Orang yang dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka dianggap orang mampu, dan yang tidak bisa memenuhinya dianggap orang miskin. Kemudian negara dan pemerintah menawarkan kebijakan publik dan pelayanan sosial dalam rangka pemenuhan kebutuhan. Namun yang terjadi adalah pelayanan itu dinikmati oleh orang yang sekali lagi, mempunyai akses menjangkaunya. Karena paham yang ada adalah kapitalisme, maka keadaan membirakan adanya persaingan yang semakin mempertinggi ketimpangan sosial.

Kemudian muncullah kritik atas kapitalisme dan menawarkan paham sosialisme. Kapitalisme saat itu dianggap tidak pernah bisa menimbulkan prosperity atau kesejahteraan karena pesaingan yang terus terjadi. Sedangkan paham sosialisme sendiri merupakan paham yang menjelaskan tentang kepemilikan bersama sehingga diharapkan tidak ada orang miskin. Tetapi paham sosialisme kemudian dianggap tidak adil karena menghilangkan hak privasi dan kekayaan seseorang yang milik pribadi. Tidak lama kemudian ditawarkan kembali paham komunisme yang dianggap sebagai paham utopis (makmur sejahtera) karena tidak ada kepemilikan. Namun paham itu tidak sesuai dengan kenyataan yang ada di negara. Sampai saat ini dianggap paham kapitalis yang masih berlaku karena masih banyak masyarakat miskin dan ketimpangan-ketimpangan sosial.

Yang kedua adalah asal usul orang miskin dalam model produksi. Polony menggambarkan tiga proses produksi dalam pemenuhan kebutuhan hidup.

A. Comunal Property Right: masih menggunakan sistem barter dengan proses ekonomi dan distribusi.

B. Semi Property Right: masih adanya campuran dari Comunal Property Right dengan Individual Property Right. Pada bagian ini merupakan subsistem dimana sudah ada produksi untuk konsumsi diri sendiri.

C. Individual Property Right: semuanya sudah berubah menjadi ekonomi. Munculnya persaingan komersial dan kapitalisme.

Pada poin diatas terlihat bagaimana proses kemiskinan terjadi secara tidak langsung. Ekonomi yang awalnya tumbuh melekat (embeded) di kehidupan masyarakat, kemudian lama-kelamaan memisahkan diri menjadi disembeded dan menguasai segalanya. Ekonomi kemudian juga tidak bisa dicampur tangani oleh pemerintah maupun negara sehingga berjalan sesuai dengan pasar. Efeknya, terjadi kesenjangan sosial karena persaingan komersialisme menyebabkan harta kekayaan kemudian menjadi faktor utama untuk memenuhi kebutuhannya. Secara otomatis orang yang tidak mempunyai kekayaan akan tidak bisa berproduksi dan tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.

2. Tiga model teori pembangunan yang mengkonseptualisasikan kemiskinan yaitu modernisasi, dependensi, dan institusi lokal.

a. Modernisasi: penanaman paham kepada negara berkembang untuk mengadopsi budaya-budaya negara barat yang telah maju. Teori ini membuat program kemasyarakatan yang seolah bersifat filantropis. Masyarakat negara berkembang kemudian beranggapan bahwa yang dinamakan negara maju adalah negara-negara barat sehingga mereka melakukan social movement. Pada dasarnya negara maju seolah ingin mengentaskan kemiskinan pada negara berkembang, tetapi sebenarnya mereka membuat sebuah pasar untuk barang yang mereka produksi. 

Pada teori ini negara berkembang beranggapan dengan mengganti budaya mereka dengan budaya barat maka kemiskinan akan hilang. Tetapi yang akan terjadi jika dilakukan modernisasi adalah penghapusan beberapa bidang sehingga kultur yang ada juga akan terhapus. Jika itu terjadi maka akan ada perkembangan tetapi tanpa kualitas. Contohnya adalah miskin identik dengan masyarakat terbelakang yang kemudian diidentikkan dengan masasyarakat tradisional. Dalam pasar tradisional masih digunakan sistem barter sedangkan budaya barat yang menggunakan paham kapitalis tidak mengenal barter lagi. Kemudian setelah adanya modernisasi lama-kelamaan sistem barter mulai hilang di negara kita. Barter kemudian dianggap suatu hal yang tidak menghasilkan keuntungan maksimal.

b. Dependensi: dependensi diartikan ketergantungan. Negara berkembang masih sangat ergantung pada negara-negara lain. Hal tersebut menjadi faktor kemiskinan negara sendiri karena tidak ada effort untuk melepaskan diri dari ketergantungan tersebut. Negara berkembang sudah memiliki kebiasaan untuk memperoleh apapun dari negara lain sehingga mau tak mau semua bidang menjadi komoditi jual beli asing. Jika ketergantungan ini terus berlanjut maka hutang negara kepada negara lain tidak akan terus usai bahkan negara akan menjadi negara terjajah secara tidak langsung. Masyarakat negara berkembang yang miskin kemudian hanya mengandalkan bantuan dari pihak-pihak luar sehingga mematikan produktifitas mereka. Solusi yang ditawarkan adalah membuat negara yang mandiri, dan membangun karakter bangsa yang percaya diri. Dengan kemandirian tersebut diharapkan negara tidak lagi bergantung dengan pihak asing dan dapat mengentaskan kemiskinannya sendiri. Contohnya adalah dengan mempromosikan produk-produk dalam negeri. Dengan promosi tersebut diharapkan masyarakat tidak bergantung pada produk asing yang kualitasnya sama dengan produk sendiri, tetapi harganya lebih mahal. Dengan itu maka akan muncul semangat untuk berproduksi lagi.

c. Institusi lokal: hal yang satu ini sangatlah penting dalam proses pembangunan karena dengan adanya institusi lokal maka masyarakat akan tergerak. Institusi lokal menjadi sebuah wadah yang dapat mencakup masyarakat hingga pelosok sehingga dalam menumbuhkan semangat untuk bangkit peluangnya sangat besar. Masyarakat dapat tersadarkan dan mulai membenahi hidup mereka. Masyarakat yang miskin bisa kemudian terognaisasi dan terbantu dengan pelayanan-pelayanan yang ada. Institusi lokal kemudian menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat. Pengentasan yang dibuat oleh institusi sosial adalah pemberdayaan masayrakat sendiri. Diharapkan dengan danaya pemberdayaan tersebut maka kesejahteraan dapat terwujudkan. Contohnya adalah peran institusi lokal dalam pembangunan desa. Disini perean mereka sanagatlah kuat karena dibutuhkan kerjasama dan pengorganisasian. Sehingga apabila berhasil maka permasalahan kemiskinan dan keterbelakangan di desa dapat terselesaikan.
-Read More
• • •

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN SEKTOR INDIA VS INDONESIA

KEBIJAKAN SEKTOR SOSIAL
1. INDIA
Pembangunan ekonomi di India berjalan dengan cukup baik dan proporsional. Skema yang digunakan berupa skema jaminan kerja pedesaan (rural employment guarantee scheme). Skema ini melihat perindustrian dari barat, khususnya Inggris yang secara struktural telah mengajarkan banyak hal kepada pemerintahan India sendiri. Dari skema itu, pemerintah India memulai beberapa program seperti pelatihan kaum perempuan desa di bidang teknik. Hal ini dimaksudkan agar pemberdayaan perempuan dapat dilakukan untuk menekan angka kemiskinan. Pelatihan-pelatihan ini juga mengingat India sebagai negara yang pertumbuhan teknologinya pesat sehingga mengharuskan warganya untuk melek teknologi dan berusaha memanfaatkan keadaan itu sebaik mungkin. Skema ini dijalankan di pedesaan, dimana kaum perempuan masih banyak yang menganggur dan tidak dapat mengikuti arus pekerjaan di wilayah urbanisasi. India mengharapkan dengan jaminan kerja pedesaan ini masyarakat dapat berkontribusi seutuhnya dalam mewujudkan negara yang perekonomiannya baik. Sedangkan dalam hal pemberian sangsi sosial, India terkenal dengan kebersamaannya. Jika ada pelanggaran sosial yang terjadi maka tidak jarang mereka memberikan hukuman berupa hukuman fisik ditempat oleh teman-teman mereka sendiri. Hal ini dilakukan dalam rangka menumbuhkan rasa percaya dan tanggungjawab pada sesama sehingga hukum konstitusi di India sebenarnya sudah terwakilkan dengan keadaan sosial yang seperti ini.



2. INDONESIA
Di Indonesia, kebijakan pembangunan sektor sosial berjalan baik. Dengan upaya pemerintah untuk memberdayakan semua masyarakatnya, banyak program dan skema jaminan sosial yang diluncurkan. Namun yang paling dititik beratkan adalah kemampuan masyarakat untuk mengembangkan lapangan pekerjaan sendiri sehingga tidak menggantungkan dirinya kepada orang lain. Kemampuan individu dalam membentengi diri dari arus globalisasi yang mulai tidak terkendali juga menjadi salah satu agenda pemerintah. Bahkan rencananya pemerintah ingin mengadakan sebuah program untuk menguatkan rasa nasionalisme dan pertahanan cinta budaya negara sendiri. Skema yang banyak digunakan tidak jauh dengan India yaitu dengan pemberdayaan masyarakat desa. Di pedesaan sendiri bantuan-bantuan seperti pelatihan ketrampilan menjadi sasaran utama kucuran dana bantuan yang datang baik dari pemerintah sendiri maupun pihak swasta.

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN SEKTOR EKONOMI

1. INDIA
India mampu mempertahankan perekonomiannya di angka stabil dalam rentan waktu yang lama sehingga sekarang hasil yang dicapai India pertumbuhan ekonominya mencapai 6,1 persen pada tahun 2012, yang didukung oleh fundamental perekonomian yang kuat dan tingkat tabungan domestik yang tinggi. Keadaan ini membawa India ke peringkat 4 dari segi Paritas Daya Beli (PPP). Kebijakan pemerintah India dengan menggiatkan konsumsi produk dalam negeri sehingga keseimbangan dan pertumbuhan ekonomi yang terjadi meminimalisir keborosan terhadap produk luar. Mengingat banyak industri yang berdiri di negara ini, India tidak menyia-nyiakan kesempatan ini baik dalam produksi ekspornya hingga menjadikan India secara produksi lebih baik dari Indonesia. Namun begitu, pemerintahan India belum berniat melakukan politik ekonomi dumping karena masih banyaknya kebutuhan yang bisa didapatkan dari negara-negara sekitarnya. Selain itu India juga membantu perekonomian masyarakatnya baik dengan simpan pinjam maupun bantuan langsung tunai.

2. INDONESIA
Sedangkan di Indonesia, kebijakan pembangunan di bidang ekonomi meliputi peraturan kebijakan ekspor-impor, pemberian bantuan uang tunai, hingga program pengembangan usaha mikro bagi rakyat. Di indonesia sendiri untuk pengembangan usaha mikro sangat didukung pemerintah mengingat baru-baru ini terjadi PHK besar-besaran di Jakarta. Diharapkan dengan begitu masyarakat dapat mencari pendapatan secara mandiri dan inovatif. Selain itu kebijakan pembangunan ekonomi di Indonesia sepertinya masih belum seimbang karena peningkatan perekonomian di ditinjau lebih lanjut merupakan hasil dari masuknya perusahaan luar negeri yang kemudian berdiri di Indonesia. Hal ini menjadi rancu karena bukan berarti dengan masuknya perusahaan dan perindustrian tersebut Indonesia dapat dikatakan selamat perekonomiannya, namun diindikasikan peningkatan tersebut hanya berjalan di tingkat masyarakat lapisan atas saja, tidak merata hingga masyarakat lapisan bawah atau masyarakat miskin. Yang pasti yaitu kebijakan pembangunan di Indonesia berangkat dari akar rumput, dengan mencoba mengangkat kemiskinan dari lapisan paling bawah sehingga kesejahteraan di negara ini merata.

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN SEKTOR PENDIDIKAN

1. INDIA
India menegaskan bahwa pendidikan di sana merupakan sesuatu yang harus diwajibkan dan diatur dalam undang-undang kenegaraan. Usaha yang dilakukan dalam mendongkrak pendidikan di India dimuali dari pelatihan keuangan untuk banyak sekolah di India hingga mencapai pelosok-pelosok daerah. Sistem pendidikan India saat ini menggunakan pola dan substansi yang diadopsi dari negara barat, diperkenalkan oleh negara Inggris pada abad ke-19 yang merupakan rekomendasi dari Macaulay. Struktur tradisional tidaklah dikenal oleh pemerintahan Inggris dan struktur demikian telah dihapuskan pada saat itu juga. Sedangkan Mahatma Gandhi menjelaskan bahwa sistem pendidikan tradisional merupakan suatu pohon ilmu yang sangat indah, namun telah dihancurkan selama berkuasanya Inggris di negara tersebut. Dalam kurun waktu 1979-80, Pemerintah India melalui Departemen Pendidikan meluncurkan suatu program bernama Non-Formal Education (NFE) untuk anak-anak berumur kelompok 6 hingga 14 tahun yang tidak dapat bergabung dalam sekolah reguler. Anak-anak ini termasuk mereka yang putus sekolah, anak yang sedang bekerja, anak-anak dari area yang tidak terdapat akses untuk sekolah, dan sebagainya. Fokus utama dari pola ini ditujukan untuk sepuluh negara bagian yang memilik pendidikan terbelakang. Selanjutnya, program ini diteruskan untuk daerah pedalaman termasuk daerah perbukitan, pedesaan, dan gurun di negara-negara bagian lainnya. Hingga kini program tersebut masih berlangsung di 25 negara bagian. 100% perbantuan diberikan kepada organisasi sosial secara sukarela untuk menjalankan pusat NFE tersebut. Banyak pihak yang juga mengkritisi terhadap kebijakan reservasi berdasarkan kasta, bahasa, dan agama dalam sistem pendidikan India. Pada kenyataannya hanya sedikit kasta rendah yang memperoleh manfaat dari reservasi tersebut dan juga terjadinya pemalsuan surat keterangan kasta dalam jumlah yang cukup banyak. Lembaga pendidikan juga memberikan kesempatan kepada kaum minoritas (selain Hindu) atau minoritas status bahasa. Sedangkan permasalahan yang muncul di pendidikan india adalah korupsi yang menjamur di India yang mana memakan banyak dana pengucuran pembiayaan sekolah. Korupsi yang terjadi ini sangat menggiurkan karena pada dasarnya pemerintahan India memberikan dana subsidi yang sangat besar di sektor pendidikannya.

2. INDONESIA
Di Indonesia anggaran pendidikan memang sudah diberikan yaitu sebesar 20% dari anggaran negara. Standar pendidikannya pun tidak serumit India karena hampir semuanya telah diberikan otoritas daerah masing-masing. Namun pembiayaan yang diberikan pemerintah sendiri masih diragukan karena masih banyak kalangan yang mempertanyakan anggaran sebesar itu apakah digunakan seluruhnya untuk subsidi pendidikan (pengajaran) ataukah sebagai gaji para pengajar. Beberapa tahun yang lalu pemerintah Indonesia telah memberlakukan wajib belajar 9 tahun dimana pemerintah memberikan Biaya Operasional Sekolah (BOP) hingga Sekolah menengah Pertama. Biaya yang dikenakan kepada mereka adalah 0, namun disinyalir masih ada penarikan uang untuk seragam maupun buku sekolah. Sedangnyan untuk Sekolah Menengah Atas dan Universitas, pemerintah belum memberikan kepastian untuk membebaskan pembiayaan karena tuntutas fasilitas yang tinggi membutuhkan pembiayaan yang tinggi pula. Sehingga jika dibandingkan dengan India yang telah memberikan subsidi bagi warga negaranya hingga Universitas yang membuat dana kuliah dalam setahunnya menyentuh Rp 40.000,-. Masyarakat sendiri pada dasarnya menyadari akan kesulitan negara dalam mencover semua biaya pendidikan hingga perguruan tinggi, namun mereka juga tetap berharap jika pemerintah mampu mensubsidi warga negaranya untuk menuntut ilmu setinggi mungkin. Permasalahan yang muncul juga di dalam sistem pendidikan Indonesia yang juga masih ada masalah korupsi yang ditemukan saat audit.
-Read More
• • •

Tiga Teori Pembangunan serta Implikasinya ke Indonesia dan India

Ada tiga model teori pembangunan yang secara umum yaitu modernisasi, dependensi, dan institusi lokal serta berikut ini implikasinya di India dan Indonesia.

a. Modernisasi: penanaman paham kepada negara berkembang untuk mengadopsi budaya-budaya negara barat yang telah maju. Teori ini membuat program kemasyarakatan yang seolah bersifat filantropis. Masyarakat negara berkembang kemudian beranggapan bahwa yang dinamakan negara maju adalah negara-negara barat sehingga mereka melakukan social movement. Pada dasarnya negara maju seolah ingin mengentaskan kemiskinan pada negara berkembang, tetapi sebenarnya mereka membuat sebuah pasar untuk barang yang mereka produksi. Pada teori ini negara berkembang beranggapan dengan mengganti budaya mereka dengan budaya barat maka kemiskinan akan hilang. Tetapi yang akan terjadi jika dilakukan modernisasi adalah penghapusan beberapa bidang sehingga kultur yang ada juga akan terhapus. Jika itu terjadi maka akan ada perkembangan tetapi tanpa kualitas.

India sebagai negara bekas jajahan Inggris, memiliki modal besar di bidang teknologi sehingga tidak sedikit ditemukan sekolah-sekolah yang foskus teknologi dan mesin. Merupakan sebuah keberuntungan negara India sebagai bekas jajahan Inggris karena bukan hanya industrialisasi yang berkembang merupakan terapan dari negara maju itu, namun juga dari segi eksploitasi berbeda dengan negara Jepang. Jepang ketika menjajah maka akan mengekploitasi besar-besaran negara jajahannya. Bukan hanya itu, pendidikan juga dibatasi oleh pemerintah Jepang agar masyarakat di daerah jajahan mereka tidak bisa menentang apa yang mereka lakukan. Sehingga keadaan India ini memudahkannya untuk mengadopsi budaya serta sistem kehidupan barat secara efisien. Sebagai negara berkembang, modernisasi di india lebih mendekati kemajuan dibidang industrial, namun untuk pendekatan budaya mereka beradaptasi lebih lama terhadap budaya barat dikarenakan sistem keagamaan serta budaya India sendiri yang sangat kental. Namun ada yang bisa diacungi jempol untuk modernisasi di India. Meskipun nilai modernisasi pada hakikatnya adalah menciptakan kekuasaan semu negara maju atas negara berkembang, namun India berhasil membuktikan bahwa negara mereka ternyata dengan perlahan namun pasti dapat memperoleh kursi yang layak di dunia internasional.

Sedangkan Indonesia, sebuah negara berkembang yang ketika lepas dari penjajahan memiliki keadaan negara yang bisa dikatakan jauh lebih baik dari India, beberapa tahun belakangan ini sepertinya mulai tertinggal di belakangnya. Modernisasi di Indonesia sendiri lebih pada peleburan budaya asli Indonesia dengan budaya pendatang atau bisa disebut budaya barat. Kebanyakan mereka berkiblat pada kehidupan di negara-negara maju dengan mengkonsumsi produk luar tanpa filter seimbang. Akibatnya adalah tingginya tingkat konsumsi masyakat tidak diiringi pendapatan yang sesuai dan cenderung boros. Masyarakat Indonesia yang memang memiliki daya adaptasi tinggi sepertinya mulai salah dalam hal modernisasi, mereka menjadi dikuasai pasar bebas dan tidak bisa lepas daripadanya. Yang disayangkan adalah Indonesia yang dinilai memiliki budaya kuat seperti halnya India, dengan mudahnya melunturkan kebudayaan mereka, bahkan sekarang sudah jarang sekali ditemukan generasi mudanya yang peduli dengan masalah budaya. Sedangkan jika ditilik lewat industrialisasinya, Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan dengan India. Di Indonesia, pabrik-pabrik yang berdiri merupakan pabrik luar negeri yang hanya menetap di negara ini. Dengan kata lain Indonesia sendiri belum memiliki industrialisasi pribadinya secara spesifik sempurna.

b. Dependensi: dependensi diartikan ketergantungan. Negara berkembang masih sangat tergantung pada negara-negara lain. Hal tersebut menjadi faktor kemiskinan negara sendiri karena tidak ada effort untuk melepaskan diri dari ketergantungan tersebut. Negara berkembang sudah memiliki kebiasaan untuk memperoleh apapun dari negara lain sehingga mau tak mau semua bidang menjadi komoditi jual beli asing. Jika ketergantungan ini terus berlanjut maka hutang negara kepada negara lain tidak akan terus usai bahkan negara akan menjadi negara terjajah secara tidak langsung. Masyarakat negara berkembang yang miskin kemudian hanya mengandalkan bantuan dari pihak-pihak luar sehingga mematikan produktifitas mereka. Solusi yang ditawarkan adalah membuat negara yang mandiri, dan membangun karakter bangsa yang percaya diri. Dengan kemandirian tersebut diharapkan negara tidak lagi bergantung dengan pihak asing dan dapat mengentaskan kemiskinannya sendiri. 

Di India dan Indonesia, keadaan ketergantungan ini masih tetap terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada hakikatnya setiap negara memang tidak bisa terlepas dari ketergantungan atas negara lain sehingga mereka mengadakan kerjasama antar negara dalam rangka memenuhi kebutuhan mereka. Namun hal ini juga tidak bisa jauh dari kepentingan negara lain dalam eksplorasi di negara yang notabene masih mengusung nama negara berkembang. Meskipun India dan Indonesia telah mampu membangun negaranya melalui program-program pengentasan kemiskinan namun masyarakat miskin masih tetap ada di daerah yang seringkali belum tersentuh program-program pemerintah dengan alassan distribusi maupun struktur yang sulit dicapai.

c. Institusi lokal: hal yang satu ini sangatlah penting dalam proses pembangunan karena dengan adanya institusi lokal maka masyarakat akan tergerak. Institusi lokal menjadi sebuah wadah yang dapat mencakup masyarakat hingga pelosok sehingga dalam menumbuhkan semangat untuk bangkit peluangnya sangat besar. Masyarakat dapat tersadarkan dan mulai membenahi hidup mereka. Masyarakat yang miskin bisa kemudian terorganisasi dan terbantu dengan pelayanan-pelayanan yang ada. Institusi lokal kemudian menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat. Pengentasan yang dibuat oleh institusi sosial adalah pemberdayaan masyarakat sendiri. Diharapkan dengan danaya pemberdayaan tersebut maka kesejahteraan dapat terwujudkan. 

Di India, menguatan institusi lokal sangat didorong sebegitu kuatnya dengan tujuan agar negara ini mampu membangun kesejahteraannya dari dasar. Karena di india masih memiliki nilai kekerabatan yang besar, maka tidak heran jika dalam sebuah kebikjakan yang ditentukan pemerintahan di sana berjalan baik jika sudah diterima masyarakat, bahkan akan di dorong dengan optimal karena warga India menyadari akan keberhasilan kebijakan itu tidak lain adalah untuk kebaikan bersama.

Sedangkan di Indonesia, sudah banyak institusi lokal yang digerakkan dalam rangka menganalisis kebutuhan dasar masyarakat Indonesia sehingga kebijakan yang dibuat pemerintah akan berjalan relevan. Bukan hanya itu, di Indonesia terdapat namyak sekali organisasi yang menjadi wadah yang baik dan mencoba dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pemerintah sebagai fasilitator masyarakat di setiap lapisannya. Namun yang menjadi masalah di Indonesia adalah masih banyaknya masyarakat yang tidak peduli kepentingan bersama sehingga sarat kecurangan di dalam sebuah institusi atau organisasi itu sendiri.
-Read More
• • •

Review Harry Potter And Sorcerer's Stone Edisi Ilustrasi


Pasti bagi penggemar Harry Potter udah pada tau kalau kemarin sekitar bulan Februari 2016, buku pertama HP edisi ilustrasi Jim Kay versi Bahasa Indonesia sudah resmi rilis.
Whatta wonderpul book
Dilihat dari sampulnya buku ini mirip dengan buku pengetahuan bergambar (sejenis Oxford Science) dengan hard cover dan kertas glossy. Aku sebagai pecinta HP sejak kelas 4 SD langsung ngiler ngelihatnya. Tapiiii... Langsung drop mentelengin harganya yang cukup menguras kantong mahasiswa tingkat akhir yang pengangguran tanpa pendapatan dan gundah gulana jomblo sentosa —harganya Rp 339.000 di Gramedia, dan sekitar Rp 270.000 di toko buku online. Waduh mahal amat yak, tapi pastinya sesuai dengan kualitas si buku yang urgggh ketje gambarnya...

Walaupun tau kaga punya duit, aku tetep aja browsing-browsing review isi bukunya. Wah makin laper mata dan nggerus ati. Ilustrasi Jim Kay ini menurutku beda jauh sama yang di filmkan, karena gambarnya emang berdasarkan imajinasi Jim Kay ketika membaca bukunya. Tetep aja, bagi penikmat ilustrasi fantasi seperti aku ini bisa tenggelam dalam bukunya (secara makin tua makin sulit berimajinasi, makanya butuh pancingan gambar-gambar buat mengolah imajinasi seperti jaman bocah -_-)

sampai berbulan-bulan cuma bisa melihat tanpa memiliki itu buku, akhirnya waktu iseng buka website Gramedia online ada promo diskon 70% harbolnas (hari belanja online nasional a.k.a hari belanja bikin kantong bolong nasional). Wah dalam hati ragu juga ini diskon beneran apa kaga, kalau beneran bisa dipantengin sampe malem nih :D
Walaupun aku sering beli buku di website gramedia tapi takut kena php kalau diskonnya segede ini. Alhasil sekitar jam 8 pagi di tanggal 12 Desember aku iseng buka websitenya daaaaaan... Beneran diskon 70% cuy! Buku impian kesayangan idaman ini harganya jadi Rp 124.000 whatttheeeeffffantastic langsung aja klik klik bayar selesai. Buku-buku lain yang harganya hampir sejuta juga banting harga, wah pingin rasanya borong tapi kelarin dulu nih yang satu ini!
Betapa beruntungnya diriku karena sejam kemudian websitenya down kebanyakan pembeli mwahahahahhahahaha! —tawa setan.
Intinya adalah kalau mau beli buku mahal nunggu diskon 12.12 aja, walopun gitu aku agak nyesel kenapa nggak borong banyak buku bergambar waktu itu. Kapan lagi bisa beli buku murah elaaah...

2 minggu kemudian buku datang (setelah beberapa kali komplen ke twiternya gramedia kok bukunya ga dateng-dateng, takut kena php cuy...). Gramedia sekarang menggunakan jasa JNE yang menurutku lumayan rapi karena buku dilapisi bubble wrap sedangkan pas aku beli pakai POS itu pojok bukunya penyok, huh.

Betapa bahagianya hatiku buku ini akhirnya datang juga, langsung dibuka dan masih bau pabrik. Sampulnya dove finishing. Gambarnya bagus-bagus, setiap halamannya pasti ada secercah warnanya. Pokoknya setiap halaman itu membangunkan nostalgia jaman SD yang maniak Harry Potter. Untuk isinya kurang lebih sama dengan novelnya. Honestly, this is my most expensive and beautiful book I've ever had. —meskipun belinya pas diskon. Wahahahahaha...

Overall score: 9.8/10
Is it worth to buy? Yes yes yes!

Meskipun tanpa diskon, aku juga akan beli.
Can't wait for 2nd book! Hohoho...
-Read More
• • •

Throw back ngambil keputusan Kebiri/ Steril/ Kastrasi Kucingku Oslo

Steril kucing kadang menjadi dilema bagi setiap majikan, tak terkecuali majikan si Oslo. Keputusan ini tentunya melalui banyak pertimbangan. Lets start from the beginning ...

Waktu Oslo umur 6 bulanan dia udah mulai aktif semprot-semprot (spaying) di dalam rumah —kalau kucing boleh ke luar rumah kebanyakan spaying di keliling rumah. Ini beda banget sama kucingku sebelumnya, si Aussy yang ga pernah spaying (aku meragukan kejantanannya!)
Awalnya oke-oke aja, ga begitu banyak semprotnya, tapi makin ke sini semprotannya makin ganas cuy. Hampir semua barang baru di semprotin sama dia. Sampai aku punya kebiasaan kalau ada bau asam semerbak bak bunga bangkai langsung keliling rumah sambil nyosorin pake hidung. Waktu itu juga ritual nyuci gorden yang biasanya setaun sekali, terpaksa dilakuin seminggu 3x (WTF). Yang punya kucing jantan pasti pada tau baunya dong ya, busyeeeett kalo udah di diemin agak lama bikin mabok dah!

Setelah bertahan sekitar 2 bulan dengan kesabaran ekstra ngurusin si kucing tukang semprot, tingkahnya bertambah ngrepotin karena tiap malem dia ngeong-ngeong gitu (kebalikannya Aussy nih, suaranya gede, cerewet, berisik banget). Sampai orangtuaku bilang jual atau kasihin orang aja nih kucing :( parah bets gitu juga kesayangan!

Dan akhirnya pada beberapa hari sebelum diputuskan kebiri ituuuu, si Oslo semprot-semprot di sajadah (busyet nih kucing minta di sate bener), which is bikin aku mikir kalo dia bener-bener perlu di sunat.
Muter-muter sejenak di rumah Mbah Gugel, ada beberapa cara mengurangi kebiasaan semprot-semprot ini.
1. Di mandikan
2. Di kawinkan
3. Di steril
Opsi pertama tentunya udah dilakuin dan ga bertahan lama, maksimal 3 haru doang. Sedangkan buat mandiin dia aja ribet minta ampun, masa mau ke petcare seminggu 2x? Bisa puasa 24x7 majikannya tar -_-

Opsi kedua ini terhambat oleh emakku, kata bliou si Oslo gaboleh di kawinkan sama kucing lain. Alasannya manusiawi, kasian ntar kalo dipisahin bisa sedih. Coba bayangkan kalo orang dipisahin sama istrinya. Elaaah si emak terlalu mendramatisir ternyata! Plus karena dirumah cuma bole pelihara 1 kucing aja, yaudah deh gausah dikawinin aja —padahal Oslo udah siap di lamar tetanggaku, katanya anaknya nanti bagus bisa di bagi hasil. Hahahhaha, ditolak mertua :D

Opsi ketiga ini yang terakhir deh, bikin bimbang gundah gulana. Banyak faktor yang tentunya jadi pertimbangan dari A~Z. Aku nyari tentang kebiri hewan dipandang dari hukum Islam, plus minusnya di bidang kesehatan, pro kontranya... pokoknya udah kayak mau ngurus pindah kewarganegaraan deh. Ribet amat. Tapi dari informasi yang aku dapetin, kebiri/steril/kastrasi ini boleh dilakukan jika memberikan kebaikan serta menghindarkan dari mudharat (cie Ustajah), dan ternyata juga baik buat kesehatan si kucing itu sendiri. Buat jenis-jenis kebiri bisa kalian gugling sendiri cuy, ada beberapa prosedur sih, intinya testis diangkat gitu deh. Kebiri ini juga ada yang masih membiarkan kucing kawin tapi tidak menghamili, dan konon katanya kalau steril di usia lebih dari 1 tahun punya kemungkinan untuk lanjut spaying karena udah kebiasaan gitu. Makanya kalau bisa steril di usia dini.
Njuut lanjuuut...
Aku lapor nih ke anggota keluarga yang lain kalau Oslo mau di steril biar nggak ngrepotin dan nggak bikin najis. Di setujuin deh.

Nah sekarang membahas biaya steril kucing nih. Dari survey yang aku lakuin, biaya steril kucing itu beda-beda per daerah dan tempatnya. Di Jogja sendiri biayanya steril kucing jantan sekitar 300 ribu'an. Kalau kucing betina lebih mahal cuy! Bisa selisih 100 ribu gitu (mungkin karena prosedurnya pak bedah-membedah perut segala). Wah lumayan juga ya, tapi temenku bilang bisa dapet murah kalau ada steril kucing lewat baksos. Whaaat?? Langsung deh cari baksos steril kucing, kesana-kesini periksa harga dan akhirnya nemu yaitu salah satu organisasi pecinta hewan yang kondang, namanya 'anu' (cari sendiri :P ).

Anu ini tiap bulannya melakukan steril hewan dengan harga paling murah cuy! Kucing jantan cuma Rp 125.000 doang, plus 25.000 kalo mau treatment kutu. Gausah lama-lama aku daftarin si Oslo via telpon dong! Dan tinggal menunggu dia kehilangannya testisnya... demi kebaikan umat manusia :(

Lanjut ke postingan selanjutnya tentang hari H dan perawatan pasca kebiri ya gaes, udah ngantuk nih mau bobok dulu... -_-
-Read More
• • •

Pengalaman Pasca Kastrasi (Kebiri atau Steril) Kucing Jantan

Nah bisa di skrol di post sebelumnya aku udah cerita tentang keputusan ngebiri si Oslo, sekarang lanjooot ke hari H...

Di hari H steril jangan lupa maksimal makan jam 6 pagi. Mungkin biar ga ganggu pas operasinya kali ya :D

Aku bawa doi ke beskem baksos itu pakai keranjangnya. Lokasinya sekitar 20 menit dari rumahku, dan masuk gang. deh, baru nanti keranjang kita di taroh deket antrian lain. Abis itu kita bayar, aku bayar Rp 150.000 karena buat steril sendiri 125K + 25K terapi kutu (walopun Oslo ga berkutu).
Pas ini si Oslo mendesis-desis soalnya banyak banget hewan yang nyiumin keranjangnya. Kesian :D

Akhirnya si majikan bisa nunggu di hubungi waktu hewan udah bisa diambil. Kalau pas itu aku dateng jam 8 pagi dan Oslo baru bisa diambil jam 7 malam.
Sesampainya di sana udah disambut sama guguk-guguk dan meong-meong tak berbola (whaaaat? Emang keliatan mereka udah ilang testisnya dan jinak minta ampun), langsung antri nomer deh. Kita ditanyain jenis kelamin si hewan, umur, dan waktu terakhir makan. Ntar di sodori blangko yang isinya surat kesediaan di operasi bla bla bla gitu
Pas ngambil aku bawa kain juga buat nyelimutin si Oslo karena perjalanan malam yang dingin-dingin empuk.
Sampai di sana dia masih teler cuy! Baru aja melek karena biusnya udah abis. Langsung cus bawa pulang.

Sesampainya di rumah
Udah heboh nih gimana si Oslo sampai rumah, secara udah kayak anak bontot sendiri yang dimanja ama seantero awak kapal. Udah disiapin keranjang yg dilapisin kain buat tidur dia, tempat pasir yang semuanya di taro di ruang tamu biar anget plus bisa diawasi.

Pas dibuka keranjangnya dia ngalahin jurus maboknya shaolin, jalan ga jelas ke kanan kiri kadang kaki belakangnya jatoh. Kasian banget pokoknyaaaa . Trus masih kecium bau obat juga. Dia dimasukin ke keranjang gamau, yaudah terpaksa di gelar handuk dan dia tiduran di sana.
Gitu pun dia langsung ke kotak pasirnya, duuh serumah ribut gimana itu kucing mau kencing padahal abis di kebiri. Sambil mabok gitu dia pincang-pincang masuk kotak pasir, dan kencingnya banyaaaak banget cuy!

Udah gitu Oslo gamau makan minum (emang katanya mereka doyan di besoknya, bahkan ada yang ga doyan makan sampai 3 hari). Buat yang gamau makan jangan dipaksa karena itu sebabnya adalah mual, kalo dipaksa malah muntah.

Perawatan pasca kebiri?
Aku udah nyiapin tisu dan betadin buat ngerawat si Oslo. Tapi malah nggak kepakai -_-
Jadi Oslo ini keesokan harinya baru mau minum, dan mulai makan di sorenya. Jalan pelaaan kayak manula. Kalo duduk kayak merintih gitu, kalo kesenggol ekornya juga. Wah bener-bener sakit pasi cuy...

Beberapa hari kemudian dia udah kayak biasanya (walopun masih rada anteng, ga pecicilan naik sana sini). Plus tidurnya ngangkang teruuus biar kering kali ya hahahahaha... setiap kali dia tidur udah mau aku olesin betadin tuh tapi dia langsung kabur, alamat ga kesampaian ngobatin dia. Malah di jilat-jilat sendiri.

Aku juga seneng liatin bekas lukanya (pake senter terus tiup-tiup bulunya biar keliatan bekasnya, sumpah iseng banget nih majikan), bekasnya itu terbuka, jadi bola-bola yang udah diambil kan ada kulit luarnya, nah itu terbelah di tengahnya.

Perlu dicatet: penyembuhan kucing jantan jauh lebih cepat daripada kucing betina, dan cenderung tanpa perawatan khusus. Kalo betina itu kudu hati-hati karena lukanya lebih serius cuy, dan ada jahitannya. Kembali ke aktivitasnya juga agak lama, kalo jantan bahkan ada yang H+1 udah kembali lari-lari lagi (buset).

Selang seminggu kemudian si Oslo udah mulai lompat-lompat dan petakilan. Sering aku marahin suruh diem biar lukanya cepet sembuh hahahhah...

Baru sebulan kemudian aku mandiin dia di petcare, karena udah gimbal dimana-mana (dimarahin juga sama petugasnya, ini kucingnya gapernah disisirin ya mbak sampai gimbal gini? Tiap hari disisir dong! Gitu hahahahahah —abis itu beli sisir besi buat nyisir kalo selo)

Perbedaan Oslo setelah tak memiliki bola-bola bulu di pantat:
1. Lebih nurut, jarang keluar rumah. Memang dia dilarang keluar rumah tapi sering kabur gitu. Sekarang kalo di suruh masuk dan diem di teras ya nurut aja. Menurutku si Oslo ini lebih macho dari Aussy yang suka dielus, nempel kaki, dan tidur bareng kita. Boro-boro dielus, di deketin aja kabur nih kucing biasanya, tapi sekarang udah agak mendingan bisa dipeluk bentar, ntar kabur lagi (maunya sih kayak kucing lain yang abis di kebiri jadi nempel-nempel majikan, eh ini tetep aja songong buseeeet)

2. Lebih anteng. Sebelumnya dia berisik cerewet apalagi pas malam, kasian sih. Kadang Oslo minta ditemenin juga, kalo banyak orang dia diam, diajak ngomong dari balik tembok dia diam, tapi kalo di diamin dia tereak-tereak. Kalo dicuekin nyakarin pintu minta masuk kamar. Hahahahaha... sekarang lebih anteng diem dan baru meong kalo diajak ngobrol atau digangguin. Dan udah mau di kelonin sama papaku (si papa suka ngelonin kucing kalo bobo siang, nanti digemes-gemesin juga -_-). Dan tentunya makin banyak tidur, makin banyak MAKAN. Siap-siap boros hahahahah...

3. No semprot-semprot, rumah wangi cuy. Ini  juga menjauhkan dari najis-najis. Dulunya kadang Oslo sering kencing sembarangan —kardus, tumpukan gombal, keset, plastik, karung, kasur— sekarang nggak pernah (jangan pernah). Pipisnya juga nggak bau asam lagi :D

4. Kebiasaan ngintip yang tak pernah hilang. Dari dulu sampe sekarang sukanya ngintip di jendela.

Nah itu dia si Oslo abis di kebiri hingga sekarang. Sebelum memutuskan steril peliharaan memang banyak yang perlu dipertimbangkan. Apabila memang tidak dibutuhkan, tidak perlu dilakukan. Hal itu juga berlaku buat kucingku terdahulu si Aussy yang jenisnya persia medium, dia sama sekali no semprot-semprot alias no spaying, tabiatnya juga nurut, anteng, dan manja. Kalo buang air jauh dari rumah yaitu ke kebon tetangga (stt... jangan bilang-bilang). Jadi tidak ada pemikiran buat steril si dia.

Kalo Oslo karena jenisnya ke himalaya medium jadi tabiatnya lebih aktif, lebih macho, dan no manja-manja. Senggol dikit meong! Buang airnya juga di kotak pasir di garasi karena sama sekali ga dibolehin keluar rumah lagi (takut ilang kayak Aussy).
Kalo ada pengalaman kalian yang unik atau tanya-tanya bisa dong dibagi di kolom komentar bawah ini~

Salam hangat dari mbaknya Oslo ;)
-Read More
• • •