Tiga Teori Pembangunan serta Implikasinya ke Indonesia dan India

Ada tiga model teori pembangunan yang secara umum yaitu modernisasi, dependensi, dan institusi lokal serta berikut ini implikasinya di India dan Indonesia.

a. Modernisasi: penanaman paham kepada negara berkembang untuk mengadopsi budaya-budaya negara barat yang telah maju. Teori ini membuat program kemasyarakatan yang seolah bersifat filantropis. Masyarakat negara berkembang kemudian beranggapan bahwa yang dinamakan negara maju adalah negara-negara barat sehingga mereka melakukan social movement. Pada dasarnya negara maju seolah ingin mengentaskan kemiskinan pada negara berkembang, tetapi sebenarnya mereka membuat sebuah pasar untuk barang yang mereka produksi. Pada teori ini negara berkembang beranggapan dengan mengganti budaya mereka dengan budaya barat maka kemiskinan akan hilang. Tetapi yang akan terjadi jika dilakukan modernisasi adalah penghapusan beberapa bidang sehingga kultur yang ada juga akan terhapus. Jika itu terjadi maka akan ada perkembangan tetapi tanpa kualitas.

India sebagai negara bekas jajahan Inggris, memiliki modal besar di bidang teknologi sehingga tidak sedikit ditemukan sekolah-sekolah yang foskus teknologi dan mesin. Merupakan sebuah keberuntungan negara India sebagai bekas jajahan Inggris karena bukan hanya industrialisasi yang berkembang merupakan terapan dari negara maju itu, namun juga dari segi eksploitasi berbeda dengan negara Jepang. Jepang ketika menjajah maka akan mengekploitasi besar-besaran negara jajahannya. Bukan hanya itu, pendidikan juga dibatasi oleh pemerintah Jepang agar masyarakat di daerah jajahan mereka tidak bisa menentang apa yang mereka lakukan. Sehingga keadaan India ini memudahkannya untuk mengadopsi budaya serta sistem kehidupan barat secara efisien. Sebagai negara berkembang, modernisasi di india lebih mendekati kemajuan dibidang industrial, namun untuk pendekatan budaya mereka beradaptasi lebih lama terhadap budaya barat dikarenakan sistem keagamaan serta budaya India sendiri yang sangat kental. Namun ada yang bisa diacungi jempol untuk modernisasi di India. Meskipun nilai modernisasi pada hakikatnya adalah menciptakan kekuasaan semu negara maju atas negara berkembang, namun India berhasil membuktikan bahwa negara mereka ternyata dengan perlahan namun pasti dapat memperoleh kursi yang layak di dunia internasional.

Sedangkan Indonesia, sebuah negara berkembang yang ketika lepas dari penjajahan memiliki keadaan negara yang bisa dikatakan jauh lebih baik dari India, beberapa tahun belakangan ini sepertinya mulai tertinggal di belakangnya. Modernisasi di Indonesia sendiri lebih pada peleburan budaya asli Indonesia dengan budaya pendatang atau bisa disebut budaya barat. Kebanyakan mereka berkiblat pada kehidupan di negara-negara maju dengan mengkonsumsi produk luar tanpa filter seimbang. Akibatnya adalah tingginya tingkat konsumsi masyakat tidak diiringi pendapatan yang sesuai dan cenderung boros. Masyarakat Indonesia yang memang memiliki daya adaptasi tinggi sepertinya mulai salah dalam hal modernisasi, mereka menjadi dikuasai pasar bebas dan tidak bisa lepas daripadanya. Yang disayangkan adalah Indonesia yang dinilai memiliki budaya kuat seperti halnya India, dengan mudahnya melunturkan kebudayaan mereka, bahkan sekarang sudah jarang sekali ditemukan generasi mudanya yang peduli dengan masalah budaya. Sedangkan jika ditilik lewat industrialisasinya, Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan dengan India. Di Indonesia, pabrik-pabrik yang berdiri merupakan pabrik luar negeri yang hanya menetap di negara ini. Dengan kata lain Indonesia sendiri belum memiliki industrialisasi pribadinya secara spesifik sempurna.

b. Dependensi: dependensi diartikan ketergantungan. Negara berkembang masih sangat tergantung pada negara-negara lain. Hal tersebut menjadi faktor kemiskinan negara sendiri karena tidak ada effort untuk melepaskan diri dari ketergantungan tersebut. Negara berkembang sudah memiliki kebiasaan untuk memperoleh apapun dari negara lain sehingga mau tak mau semua bidang menjadi komoditi jual beli asing. Jika ketergantungan ini terus berlanjut maka hutang negara kepada negara lain tidak akan terus usai bahkan negara akan menjadi negara terjajah secara tidak langsung. Masyarakat negara berkembang yang miskin kemudian hanya mengandalkan bantuan dari pihak-pihak luar sehingga mematikan produktifitas mereka. Solusi yang ditawarkan adalah membuat negara yang mandiri, dan membangun karakter bangsa yang percaya diri. Dengan kemandirian tersebut diharapkan negara tidak lagi bergantung dengan pihak asing dan dapat mengentaskan kemiskinannya sendiri. 

Di India dan Indonesia, keadaan ketergantungan ini masih tetap terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada hakikatnya setiap negara memang tidak bisa terlepas dari ketergantungan atas negara lain sehingga mereka mengadakan kerjasama antar negara dalam rangka memenuhi kebutuhan mereka. Namun hal ini juga tidak bisa jauh dari kepentingan negara lain dalam eksplorasi di negara yang notabene masih mengusung nama negara berkembang. Meskipun India dan Indonesia telah mampu membangun negaranya melalui program-program pengentasan kemiskinan namun masyarakat miskin masih tetap ada di daerah yang seringkali belum tersentuh program-program pemerintah dengan alassan distribusi maupun struktur yang sulit dicapai.

c. Institusi lokal: hal yang satu ini sangatlah penting dalam proses pembangunan karena dengan adanya institusi lokal maka masyarakat akan tergerak. Institusi lokal menjadi sebuah wadah yang dapat mencakup masyarakat hingga pelosok sehingga dalam menumbuhkan semangat untuk bangkit peluangnya sangat besar. Masyarakat dapat tersadarkan dan mulai membenahi hidup mereka. Masyarakat yang miskin bisa kemudian terorganisasi dan terbantu dengan pelayanan-pelayanan yang ada. Institusi lokal kemudian menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat. Pengentasan yang dibuat oleh institusi sosial adalah pemberdayaan masyarakat sendiri. Diharapkan dengan danaya pemberdayaan tersebut maka kesejahteraan dapat terwujudkan. 

Di India, menguatan institusi lokal sangat didorong sebegitu kuatnya dengan tujuan agar negara ini mampu membangun kesejahteraannya dari dasar. Karena di india masih memiliki nilai kekerabatan yang besar, maka tidak heran jika dalam sebuah kebikjakan yang ditentukan pemerintahan di sana berjalan baik jika sudah diterima masyarakat, bahkan akan di dorong dengan optimal karena warga India menyadari akan keberhasilan kebijakan itu tidak lain adalah untuk kebaikan bersama.

Sedangkan di Indonesia, sudah banyak institusi lokal yang digerakkan dalam rangka menganalisis kebutuhan dasar masyarakat Indonesia sehingga kebijakan yang dibuat pemerintah akan berjalan relevan. Bukan hanya itu, di Indonesia terdapat namyak sekali organisasi yang menjadi wadah yang baik dan mencoba dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pemerintah sebagai fasilitator masyarakat di setiap lapisannya. Namun yang menjadi masalah di Indonesia adalah masih banyaknya masyarakat yang tidak peduli kepentingan bersama sehingga sarat kecurangan di dalam sebuah institusi atau organisasi itu sendiri.
• • •

0 comment:

Posting Komentar

Kindly write your comment