Translate Akte Kelahiran di Disdukcapil

Akte kelahiran berbahasa Inggris, pasti banyak yang butuh. Terutama buat yang mau ngelamar kerja, sekolah, atau tinggal di luar negeri.

Aku kemarin sempet gugling-gugling cara translate dokumen pribadi dan ternyata cukup menguras kantong karena biaya alih bahasa ini mulai Rp 75.000/ lembar. Waooow tak terbayang kalo butuh semua translate yah -_-
Dari info yang aku dapat, dokumen ini harus melalui jasa translator tersumpah (sworn) dan harus di legalisir ke lembaga/dinas/departemen terkait, untuk translate KTP bisa di notaris (untuk legalisir KTP keperluan luar negeri harus di Jakarta karena ada lembaga khususnya di sana, coba cari lembaganya sendiri). Sedangkan jasa translate ini ada juga yang menyertakan jasa legalisir yang tentunya akan dihargai tergantung pihaknya.

Terlepas dari hal di atas, aku bertanya-tanya apakah pemerintah tidak menerbitkan atau melayani alih bahasa dokumen? Well, gugling lagi dan menemukan beberapa artikel yang menyebutkan jika akte berbahasa Inggris dapat diperoleh melalui Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) tempat lahir dan dikenakan biaya Rp 75.000.

Karena aku jaga-jaga membutuhkan akte berbahasa Inggris, tentunya lebih memilih untuk langsung datang ke Disdukcapil karena jelas resmi dengan biaya yang kurang lebih sama dengan jasa translator diluar sana.

Proses pengurusan Akte Kelahiran Berbahasa Inggris di Kota Yogyakarta
Berhubung di akte kelahiranku adalah Yogyakarta, aku mendatangi Disdukcapil Kota Yogyakarta yang terletak di komplek kantor Walikota Jogja. Ada beberapa hal yang harus disiapkan:
1. Fotokopi KTP
2. Fotokopi KK
3. Akte Kelahiran asli (nantinya akan ditukar dengan akte bilingual

Setelah menyiapkan hal di atas aku segera ngeeeeeng ke kantornya. Sesampai di sana ambil nomor urut dan menunggu panggilan. Aku sempat ragu dan takut jika nantinya ada biaya besar untuk alih bahasa ini, sehingga ketika dipanggil antrian aku menanyakan terlebih dahulu 'apakah bisa translate ke bahasa Inggris, dan biayanya berapa?'

Dan jeeeng jeeeeng, petugasnya mengatakan bisa dan GRATIS

Wow, gratis! Sebagai manusia yang suka dan wajib hemat ini tentunya merupakan kabar gembira dong.
Setelah itu aku diberi slip untuk pengambilan pada 2 minggu berikutnya.

Pengalaman ini belum selesai di apdet ya pemirsah, karena sampai sekarang aku belum ngambil aktenya. Nanti akan aku apdet apakah benar-benar layanan gratis? Ataukah ada biaya lainnya... Oke oke oke!
----------------------------------------------
Updated!

Setelah menunggu selama 2 minggu, akhirnya aku kembali lagi ke Disdukcapil untuk mengambil akte yang sudah di dua-bahasakan itu.
Semuanya benar-benar gratis pemirsah!

Meski semuanya gratis, akte ini menurutku tampilannya kurang keren karena beberapa hal diantaranya:
1. Tulisan kutipan kedua pada kop. Ini membuatnya less cool :(
2. Isi akta yang penulisannya terlalu rapat spasi atas bawahnya (bagian atas bahasa Indonesia, bagian bawah bahasa Inggris) membuat akte ini terlihat kurang rapi.
3. Aku kurang paham dengan pengisian kutipan kedua ini karena ada bagian yang tertulis ANAK KE/CHILD NO kemudian diikuti titik-titik yang bertuliskan ANAK PEREMPUAN DARI MR.X dan MRS.Y sehingga ORA NYAMBUNG PAK!

Mungkin bebrapa hal tersebut bisa diperbaiki pihak Disdukcapil di kemudian hari,
Dan mohon maap pemirsah, akte yang sudah jadi tidak bisa di upload karena pripasi :p


• • •

0 comment:

Posting Komentar

Kindly write your comment